alexametrics

Dongkrak Perekonomian dengan Bantuan Keuangan dan Investasi

Perbaiki Performa Industri Pedagangan Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kontraksi pada sektor industri dan perdagangan, menyumbang 1,5 persen dan 1,7 dari penurunan laju pertumbuhan ekonomi Jateng kuartal II yang mencapai 5,94. Lantas apa yang perlu dilakukan untuk mengembalikan performa kedua sektor tersebut? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Anggota Komisi B DPRD Jateng Imam Teguh Purnomo.

Sektor perdagangan Jateng pada kuartal II mengalami penurunan yang memprihatinkan?
Banyak faktor ya. Kompleks juga. Salah satunya karena permintaan barang menjadi sedikit karena pandemi ini. Dengan adanya PHK, penutupan usaha dan lainnya, masyarakat jadi tidak punya uang. Kalau sudah begitu, daya beli jadi rendah. Permintaan barang jadi sedikit. Alhasil berdampak pada performa sektor perdagangan yang ikut turun.

Baca juga:  PKB Targetkan Kemenangan Sepuluh Daerah

Upaya apa untuk mengembalikan performa perdagangan kuartal III mendatang?
Bisa dengan bantuan keuangan. Kami mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menyediakan Rp 2,23 triliun untuk kabupaten/kota. Itu bisa digunakan untuk padat karya. Nanti masyarakat yang ikut, bisa mendapatkan penghasilan lagi. Nah mereka jadi bisa belanja kebutuhan kembali. Imbasnya daya beli jadi naik dan permintaan lambat laun semakin meningkat. Selain itu, bisa dengan memberikan stimulus bagi pelaku UMKM terutama yang terdampak. Sehingga UMKM bisa kembali bergairah menjalankan produksi dan kegiatan jual beli yang sempat terhenti saat pandemi.

Bagaimana dengan sektor industri yang juga menurun?
Ini saling berhubungan dengan perdagangan. Industri saat ini juga lemah. Karena tidak dapat produksi secara maksimal. Belum lagi beban biaya produksi yang tetap sama walaupun di tengah pandemi Covid-19. Tentu ini membuat sektor industri terengah-engah.

Baca juga:  Banyak Pelaku Terhimpit Ekonomi, Tergiur dapat Uang Cepat

Bagaimana solusinya?
Karena ini lagi masa serba susah, langkah jangka pendeknya bisa dengan industri diberikan kelonggaran kewajiban pajak, penjadwalan ulang pembayaran utang. Syukur-syukur bisa diberi subsidi bunga agar mempermudah mereka untuk bangkit.
Memasuki new normal, harus mulai bersiap menata diri untuk menarik sebanyak-banyaknya investor. Agar mau berinvestasi di Jateng. Kalau sudah begitu, akan lebih banyak industri yang dibangun di Jateng. Tentu saja akan menyerap banyak tenaga kerja. Mmasyarakat di sekitar pasti akan diajak bergabung. Alhasil perekonomian menjadi baik. Dampaknya juga akan berpengaruh hingga akhirnya mampu menaikkan performa laju pertumbuhan ekonomi Jateng ke depannya. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya