alexametrics

Potensi dan Realisasi Pendapatan Parkir Njomplang

Bincang Potensi Parkir dengan Joko Santoso

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendapatan parkir di Kota Semarang yang kecil tengah disorot oleh DPRD Kota Semarang. Padahal dari sisi potensi, pendapatan daerah dari retribusi parkir ini jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah. Berikut ini bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Adennyar Wycaksono dengan Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Joko Santoso.

Seperti apa potensi pendapatan Kota Semarang dari retribusi parkir?
Potensi yang ada memang sangat besar, ada sekitar 1.400 titik namun tidak bisa memberikan pendapatan yang besar bagi pemerintah Kota Semarang. Memang harus ada keseriusan dari Dishub untuk melakukan inovasi agar pendapatan asli daerah dari parkir ini bisa meningkat.

Sebesar apa potensinya ?
Misalnya, dari hitung-hitungan mudah. Total kita punya 1.400 titik, jika per titik dipukul rata menyetorkan per hari Rp 20 ribu, artinya akan ada uang masuk Rp 2,8 juta per hari. Jika dikalikan setahun bisa Rp 8 miliar lebih. Namun di lapangan target dari Dishub saja hanya Rp 2,5 miliar, tentu sangat njomplang.

Baca juga:  Deportasi Pengungsi Terkendala Pandemi Covid-19

Sebelumnya Dishub mewacanakan parkir berlangganan dengan meniru Kabupaten Sidoarjo. Apakah sudah terealisasi?

Belum terealisasi, pendapatan dari parkir berlangganan memang sangat besar karena langsung disetorkan jika ada perpanjangan STNK. Namun dari sisi keamanan dan ketertiban harus diutamakan. Saya rasa ide ini tidak tepat dilakukan di Semarang yang merupakan kota pariwisata.

Idealnya, apa yang harus dilakukan Dishub atau Pemerintah Kota Semarang untuk menggarap potensi ini?
Bisa dilakukan dengan penerapan zona parker. Misalnya di daerah padat seperti Jalan Pemuda, Simpang Lima, Pandanaran, dan lainnya bisa dikenakan tarif progresif. Selain tidak menyebabkan kemacetan, tentu pendapatan yang masuk akan besar. Kita juga sudah punya titik parkir, gedung parkir, sayangnya belum maksimal penggunannya.

Baca juga:  Tekan Biaya Politik, Sejumlah Parpol Inginkan Koalisi Besi

Bagaimana dengan dugaan kebocoran pendapatan yang ada di lapangan?
Mungkin ada, karena kurangnya kontrol. Kurangnya angka atau target di satu titik parkir pun bisa saja terlalu kecil atau sistem bagi hasil antara juru parkir dan pemerintah. Kedua, juru pungut parkir yang dilakukan non-ASN, mereka juga hsrus dikontrol dan diawasi. Harus ada pelatihan juga kepada juru parkir agar kenyamanan dan keamanan serta lalu lintas tidak semrawut. (*/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya