alexametrics

Jangan Pakai Masker saat Bersepeda

Ketahui Protokol Kesehatan yang Tepat saat Olahraga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masyarakat belum banyak yang mengetahui tentang protokol kesehatan yang tepat untuk berolahraga. Makanya banyak kejadian orang bermasker terkena masalah kesehatan. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Riyan Fadli dengan Sekretaris Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang Suprayitno.

Olahraga bersepeda saat ini digandrungi masyarakat, sebenarnya itu fenomena apa?
Bagi kami, bersepeda itu hanya sebatas untuk hobi, karena sementara ini semua kegiatan masih dibatasi. Tapi dengan bersepeda bisa menjadi salah satu media untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Anjuran bersepeda yang baik di masa pandemi Covid-19 itu apakah harus menggunakan masker?
Bersepeda seharusnya tidak menggunakan masker, karena dapat mengurangi udara dari tarikan nafas. Masker seharusnya dilepas saat kegiatan bersepeda dan dipakai saat berhubungan dengan orang lain.
Walaupun bersepeda, harus tetap jaga jarak. Terpenting tidak usah pakai masker. Kecuali saat kontak dengan orang lain harus menggunakan masker. Protokol kesehatan harus diperhatikan, saat ini senjata kami hanya protokol kesehatan itu.
Mestinya jarak untuk pesepeda itu 2 meter, bukan 1 meter lagi. Harus berjauhan, menjalankan protokol kesehatan di SOP-nya memang seperti itu. Demi keamanan bersama supaya tidak menjadi sarana penularan Covid-19.

Baca juga:  Satukan Kesehatan Ragawi dan Kesehatan Mental

Anjuran tidak pakai masker apakah berlaku untuk olahraga lain?
Kalau berolahraga tidak usah memakai masker, harus lepas masker. Tidak ditaruh di leher juga, kalau sudah selesai olahraga baru memakai masker kembali. Jangan sampai niat berolahraga malah membikin sakit.
Kita naik tangga sambil menggunakan masker saja ngos-ngosan, apalagi saat berolahraga dengan intensitas tenaga tinggi. Bisa-bisa kekurangan oksigen.

Kalau dari olahraga bersepeda apakah ada potensi untuk menjaring atlet?
Banyak kegiatan seperti sepeda santai, sepeda gunung dan sepeda balap. Tapi kegiatan bersepeda yang saat ini masih digandrungi belum memenuhi standar untuk menjadi atlet, karena konsep sepeda atlet harus menunjang dalam segi alatnya yaitu sepeda itu sendiri. Sedangkan masyarakat sekarang biasanya hanya bersepeda untuk tujuan bersepeda santai dan manfaatnya lebih kepada meningkatkan kerukunan di masyarakat itu sendiri.
Masyarakat yang menggandrungi sepeda ini seperti layangan, musiman. Kami belum sampai memikirkan untuk membuat aturan-aturan untuk masyarakat tentang bersepeda. Sudah seperti mengendarai kendaraan bermotor. (*/ida)

Baca juga:  Januari Revitalisasi Kota Lama Dilakukan Lagi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya