alexametrics

Bisa Dipanen dalam Kurun Waktu 40-50 Hari

Rumput Pakchong Jadi Solusi Musim Kemarau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pakan menjadi komponen penting dalam mengembangkan usaha ternak ruminasia. Oleh karena itu ketersediaan Hijauan Makanan Ternak (HMT) harus ada, meskipun musim kemarau. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Ida Fadilah dengan Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga Budi Wahyono Jati.

Pakan ternak apa saja yang tahan dengan musim kemarau?
Solusi saat kemarau yakni dengan menanam rumput pakchong sedari dini. Karena rumput ini memiliki umur panjang yakni 9 tahun. Namun bisa dipanen dalam kurun waktu 40-50 hari. Unggulannya yakni bisa bertahan di musim kemarau karena hanya perlu disiram sekali dalam seminggu.

Apa kelebihan rumput Pakchong dibandingkan jenis lain?
Rumput ini sangat bagus untuk meningkatkan kualitas. Dibandingkan dengan jenis rumput lain, rumput asal Thailand ini memiliki kandungan protein paling tinggi. Yakni 16.45 persen dibandingkan rumput Gajah Taiwan yang memiliki kandungan 13 persen dan rumput Odot sebesar 11.6 persen. Selain itu, dengan menggunakan rumput Pakchong kapasitas produksi akan meningkat karena mencapai 1500/ton/ha/tahun. Berbeda dengan rumput Taiwan yang hanya mencapai 400/ton/ha/tahun. Apalagi rumput Odot, hanya sebesar 350/ton/ha/tahun.

Baca juga:  Napi dapat Hak Asimilasi Tergantung Hasil Litmas Bapas

Apakah rumput Pakchong bisa diawetkan?
Jenis rumput yang bisa mencapai 5 meter ini dapat dibuat untuk pakan awetan yakni menggunakan metode silase. Peternak maupun petani bisa dengan mudah melakukan metode ini. Caranya, rumput bisa dipotong-potong kecil 10-15 sentimeter kemudian dimasukkan ke dalam bunker, drum maupun plastik besar. Setelah itu, ditutup rapat atau ditali dan disimpan selama 28 hari. Silase sangat bermanfaat untuk stok pakan ternak pada musim kemarau, agar ternak tetap terjaga kebutuhan nutrisinya.

Seberapa besar kebutuhan hijauan ternak ruminasia?
Kebutuhan hijauan segar yakni 10 persen dari berat badan per hari per ekor. Apabila berat seekor sapi perah 600 kg, maka kebutuhan hijauan per hari adalah 60 kg, jadi kebutuhan akan hijauan per tahun 365 x 80 kg yakni 21.9 ton. Artinya, perhitungan itu berarti rumput Pakchong dapat menampung 49 ekor sapi perah/ha/tahun secara potong angkut.

Baca juga:  Pergerakan Lebih Leluasa dengan Status Perseroda

Sesulit apa perawatannya?
Secara prinsip hampir sama. Pemupukan pertama dilakukan pada waktu pengolahan tanah yaitu dengan 10 tin pupuk kandang/ha, 50 kg Cl dan 50 kg sp26/ha. Lalu, dilakukan pemupukan lagi bisa setelah tiga kali pemotongan rumput. Dosis pupuknya sama. Tapi bisa juga diberikan pupuk urea pada waktu tanaman berumur 2 Minggu dan selesai potong dengan dosis 50kg/ha. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya