alexametrics

Lebih Bisa Kembangkan Usaha, Air Minum Kemasan atau Isi Ulang

PDAM Bersiap Beralih ke Perumda Air Minum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Panguripan Kendal akan bertransisi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum. Banyak hal yang akan berubah. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang dengan Direktur Utama PDAM Tirto Panguripan Kendal, Sunanto, ST.

Kenapa nama PDAM harus berubah menjadi Perumda Air Minum Tirto Panguripan?
Perubahan nama didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dimana Perusahan Daerah (PD) telah dihapus menjadi Perumda atau Perseroan Daerah (Perseroda). Karena PDAM Kendal seluruh sahamnya milik Pemkab Kendal, maka PDAM menjadi Perumda.

Apa perbedaan mendasar antara PDAM dengan Perumda Air Minum?
Ada konsekuensi peralihan menjadi Perumda. Jika Perumda, maka harus bisa mengembangkan ke usaha lainnya. Seperti air minum kemasan atau air minum isi ulang dan sebagainya. Kami sudah membentuk desain logo baru yang harapannya bisa menjadi penyemangat baru di Perumda Air Minum Tirto Panguripan nantinya.

Baca juga:  Kesampingkan Putusan Perdata, Surati MA dan KY

Keuntungan yang diperoleh dari perubahan nama ini apa?
Sisi positifnya untuk PDAM Kendal adalah akan dapat mengembangkan diri. Harapannya dapat menciptakan lapangan kerja dan menambah laba yang akan masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau Kas Daerah (Kasda) Kendal.
Selain itu, dari sisi pembagian laba yang masuk PAD lebih besar. Yakni menjadi 55 persen, sementara untuk Direksi dan Dewan Pengawas hanya 2,5 persen. Selain itu pembagian keuntungan untuk pegawai 2,5 persen, peningkatan kualitas 10 persen, dana CSR 10 persen, dan dana cadangan umum 12,5 persen. Selain itu, dana untuk pensiun dan pesangon pegawai sebesar 10 persen serta biaya produksi 12,5 persen.

Baca juga:  Semarang Mulai Terapkan E-retribusi.

Saat ini berapakah laba PDAM per tahunnya?
Keuntungan PDAM Kendal ini setiap tahun terus meningkat. Bahkan hingga akhir 2019 lalu, keuntungan kami mencapai Rp 8,1 miliar yang masuk ke Kas Daerah. Jadi dengan menjadi Perumda nantinya, harapan kami bisa terus naik. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya