alexametrics

Edukasi Warga Selamat dari Covid-19

Jaga Imunitas Warga, Adopsi Resep Keraton Jogjakarta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semakin tinggi angka penderita Covid-19 di Kota Semarang, menjadi perhatian lurah muda di Kelurahan Purwoyoso. Apalagi di kelurahan tersebut terdapat dua warganya yang positif covid-19. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Adennyar Wycaksono dengan Lurah Muda di Kelurahan Purwoyoso, Patrick Bagus Yudhistira.

Bagaimana menjaga dan meningkatkan imunitas warga Kelurahan Purwoyoso?

Kami mendorong warga untuk rajin berolahraga dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Terbaru, saya meningkatkan imun warga dengan mengedukasi meminum jamu atau rempah-rempah nusantara. Tentunya dengan menggandeng puskesmas untuk melakukan sosialisasi kepada warga.

Resep jamu apakah yang disosialisasikan ke warga?

Kebetulan ada teman dari Keraton Jogjakarta yang memiliki resep manjur. Bahan yang digunakan mudah di dapat, seperti jahe, serai, koro keling, madu, gula dan jeruk nipis direbus. Orang keraton selalu meminum ini sebagai jamu dan meningkatkan imunitas. Ini sudah turun temurun. Karena itulah, gerakan ini saya aplikasikan ke warga agar menanam rempah-rempah di lingkungannya.

Baca juga:  Sering Timbulkan Perselisihan Berujung Perceraian

Alhamdulillah sambutan warga sangat baik. Mereka sangat antusias dan mempraktikkan. Selain menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh menjadi salah satu penangkal virus covid-19. Salah satunya dengan meminum jamu atau rempah-rempah nusantara yang khasiatnya sudah diakui.

Bagaimana dengan menjaga ketahanan pangan di saat covid-19 di Kelurahan Purwoyoso?

Selain pendistribusian bantuan sembako dari Pemkot Semarang, ada pula jogo tonggo. Kami juga menggalakkan gerakan jimpitan Rp 500 yang kemudian disalurkan menjadi sembako tetap berjalan, insyaallah bisa meng-cover semua warga kami.

Selama tiga tahun memimpin Kelurahan Purwoyoso, inovasi apa saja yang sudah dilakukan?

Ada banyak inovasi. Ada yang ide sendiri, ada pula dari warga. Saya juga membebaskan warga untuk melakukan inovasi. Intinya, dari warga untuk warga sendiri. Alhamdulillah, RW 10 sempat menjadi juara dalam berbagai lomba, misalnya Kampung Hebat 2019 lalu.

Baca juga:  Bangun Gedung Berikan ke Dinas Teknis Saja

Bagaimana tantangannya mengajak warga untuk bergerak bersama?

Konsepnya tadi, kemajuan Semarang tidak bisa diraih tanpa campur tangan warga itu sendiri. Misalnya di Lomba Kampung Hebat gagasan Jawa Pos Radar Semarang, dari berbagai bidang yang ada, kita pilah sesuai tema. Lalu, kami lakukan inovasi. Kebetulan antusiasme warga dan keguyuban warga sangat tinggi, tinggal diarahkan saja.

Program apa saja yang masih berjalan sampai saat ini?

Total ada 10 program, semua berjalan dengan baik. Program Pinjaman Murni Syariah misalnya. Ini idenya dari warga dan saya hanya mendorong saja. Modalnya dari mana? Ya dari wakaf warga. Ada yang donatur. Modelnya adalah mengumpulkan dana dan menyalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Syarat utamanya tentu warga Purwoyoso, LPMK, PKK, Karang Taruna, bergerak bersama. Memang saya bebaskan untuk melakukan inovasi. (*/ida)

Baca juga:  Tiap Dua Jam Awasi Media Sosial ASN, TNI hingga Polisi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya