alexametrics

Pembangunan Infrastruktur Terganggu, PAD Menurun, New Normal jadi Solusi

Dukungan Dewan atas Penerapan New Normal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Rencana pemberlakuan new normal di Kota Semarang, mendapat sambutan positif kalangan DPRD Kota Semarang. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Eko Wahyu Budiyanto dengan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang Joko Santoso.

Bagaimana anda menyikapi rencana Pemkot Semarang dalam penerapan new normal?
Penerapan new normal sudah sepatutnya segera dilaksanakan. Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang sangat mendukung rencana Pemkot Semarang menerapkan new normal. Saya yakin, akan ada efek luar biasa di Kota Semarang di tengah pandemi Covid–19.

Seberapa penting new normal di terapkan di Kota Semarang?
Penerapan new normal sangat penting untuk Kota Semarang. Namun harus diiringi petunjuk teknis (juknis) yang jelas dan tegas. Terpenting, dengan penerapan new normal, angka persebaran Covid–19 bisa tetap ditekan, jika bisa sampai tidak ada. Kami menyambut positif dengan adanya rapid test dan swab test masal sebagai bentuk persiapan menuju new normal. Karena itu, masyarakat harus mendukung dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sehingga dalam perjalanan new normal nanti, tidak ada lagi kasus-kasus penambahan penderita Covid–19 di Kota Semarang. Ini adalah langkah konkret dari Pemkot Semarang untuk membuat Kota Semarang menjadi lebih baik lagi. Kami berharap rencana tersebut cepat terealisasi.

Baca juga:  Dana Desa Naik, Tingkatkan Pengawasan dan Kualitas SDM

Kira-kira bagaimana dampak new normal bagi Kota Semarang?
Yang jelas dampak dari penerapan new normal adalah sektor ekonomi. Sebab, semenjak adanya pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi terganggu. Bahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang juga terdampak. Maka dengan adanya new normal, berharap bisa mengembalikan kondisi perekonomian di Kota Semarang, meski secara perlahan. Tentu tidak mudah. Karenanya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat sangatlah perlu.
Selain itu, semenjak adanya Covid–19, sektor pembangunan infrastruktur terganggu. Semua anggaran dialihkan ke penanganan Covid–19. Ini harus diambil langkah cepat. Supaya Kota Semarang tetap bisa melakukan pembangunan ke depannya. Maka penerapan new normal sebuah solusi yang baik.

Baca juga:  Penghargaan Jadi Motivasi untuk Berinovasi

Semarang sudah siapkah dengan new normal?
Grafik persebaran Covid–19 sudah menurun, saya kira Kota Semarang sudah siap. Kembali saya tegaskan, ini tidak hanya peran Pemkot Semarang. Siap tidaknya tergantung dari masyarakat juga. Apakah masyarakat mendukung upaya Pemkot Semarang. Jika mendukung, ya tetap lakukan protokol kesehatan yang ketat. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya