alexametrics

Hotel Berusaha Tidak Rugi, Kangen Dimarahi Tamu

Pertahanan Bisnis Hotel di Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perjuangan pengelola hotel di tengah pandemi Covid-19 juga sana beratnya. Bahkan hampir tidak ada orang dari daerah luar yang berkunjung atau menginap. Kondisi tersebut sangat berdampak pada industri perhotelan. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Riyan Fadli dengan General Manager (HM) Sahid Mandarin Hotel Pekalongan Subhan Ahmad.

Strategi apa yang diambil manajemen untuk menghadapi pandemi Covid-19?
Kami menyediakan paket bekerja di hotel untuk 14 hari. Hanya Rp 3 juta, starting kamar di superior untuk isolasi mandiri. Tetapi kalau over ya kita buka. Yang jelas, yang perlu dijalankan saat ini adalah menekan expand. Lantai dua kami tutup, lampu semua mati. Tidak ada aktivitas di lantai dua, yang ada di lantai dasar dan lantai satu. Dari 123 kamar, dibuka 90 kamar saja.

Baca juga:  Sengaja Jual Beli Satwa Liar di Tempat Umum untuk Mengelabui Petugas

Semoga paket karantina itu bisa menarik pengunjung. Bagi warga yang mudik dan belum diterima di keluarganya, bisa menginap di sini. Bisa bekerja dalam kamar. Mau menggunakan WiFi, jaringannya juga lebih kuat.

Dulu lobi hotel penuh dan semrawut, sampai tamu-tamu ada yang marah, karena harus menunggu kamar yang belum siap. Sekarang boro-boro ada tamu marah. Justru kami kangen dimahari tamu. Sekarang dilihat saja tamunya hanya beberapa orang. Pelanggan-pelanggan masih ada dari dinas-dinas yang sedang melakukan kunjungan ke Pekalongan. Seperti Satpol PP, Bawaslu dan lain-lain. Alhamdulillah kami masih stabil, walaupun pengunjungnya berkurang.

Bagaimana nasib karyawan hotel?
Karyawan kami sampai hari ini belum ada yang diliburkan. Semoga kami masih bisa bertahan, walaupun tidak ada keuntungan, yang penting tidak rugi.
Jadi pekerja part time yang harian memang kami liburkan. Bagi karyawan, dua minggu pertama masuk 12 jam. Tanpa ada tambahan apapun. Sekarang kami masuk 10 jam, yang penting menekan expand. Makan hanya satu kali. Karyawan juga memahami. Walaupun pekerja part time kami liburkan, namun tetap kami beri perhatian dari semua departemen. Karyawan yang masuk, kami berdayakan secara maksimal, mereka dapat double job.

Baca juga:  Hotel Noormans Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Sejauh mana target bisnis yang bisa diterapkan?
Target kami tidak muluk-muluk, hari biasa 40 kamar, kalau weekend 50 kamar. Rata-rata kamar terisi minimal 40 kamar per hari. Kalau hari normal biasanya 100 persen. Awal bulan Mei, paling tidak hilang satu per tiga. Sedangkan April kehilangan 75 persen. Perkiraannya Mei hampir sama. Yang penting kami bertahan tidak rugi.

Kami juga melayani jasa shuttle bus, antarjemput tamu kemana saja kami layani. Tapi kami tetap pilih-pilih. Kemarin ada pengunjung yang minta diantar ke Jakarta, kami tidak layani, mau dibayar berapapun. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya