alexametrics

Takut ke RS atau Puskesmas, Disarankan Gunakan Kondom Dulu

Cegah Kehamilan Tidak Direncanakan Saat Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,Butuh persiapan fisik dan mental untuk merencanakan kehamilan. Lantas apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan tidak terencana yang terjadi saat pandemi Covid-19? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah Wagino SH M.Si.

Bagaimana anda melihat potensi kehamilan yang ada di Jawa Tengah saat periode pandemi Covid-19 ini?
Sangat besar. Bahkan bisa jadi ada baby bomb pada tahun 2021. Hal ini karena banyak pasangan usia subur yang menjadi peserta KB aktif tidak melakukan pelayanan ulang akibat takut tertular korona jika mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) atau keluar rumah. Ya akibatnya kemungkinan besar akan ada banyak kehamilan yang tidak direncanakan di Jawa Tengah.
Apa yang akan terjadi jika kehamilan tidak direncanakan banyak terjadi?
Itu bisa berdampak pada tingginya angka kematian ibu melahirkan, kematian bayi dan balita, dan stunting pada anak. Bahkan bisa juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan wanita hamil menjadi rentan terpapar korona.

Baca juga:  Siapkan Padat Karya Tunai Destinasi Tempat Wisata

Mengapa kehamilan sendiri harus direncanakan?
Soalnya dalam menjalani kehamilan, banyak aspek yang perlu dipersiapkan suami dan istri. Seperti pemenuhan gizi bagi sang ibu, kesiapan fisik dan mental ibu dalam menjalani kehamilan, kesiapan keluarga secara finansial dalam menyambut anggota baru dan masih banyak lainnya. Jadi kompleks. Tidak hanya sekedar hamil saja. Sebab jika tidak dipersiapakan, bisa saja kan akibat yang saya sebutkan tadi terjadi.

Kemudian apa hubungan antara ibu hamil tidak direncanakan dengan kerentanan mereka untuk terpapar korona?

Jadi begini, kita butuh daya tahan tubuh kuat untuk menangkal korona. Sedangkan untuk ibu hamil biasanya mereka imunnya lebih lemah dari orang biasa. Itu saja sudah menjadi kelompok rawan persebaran korona. Bayangkan jika mereka hamil tapi tidak tahu. Bisa saja mereka kurang waspada. Jadi tingkat kerawanannya menjadi lebih tinggi daripada pada ibu hamil yang memang merencanakan kehamilan mereka.

Baca juga:  Lebih Beri Keadilan Korban dan Pelaku, Lapas Tidak Penuh

Lantas apa yang dapat dilakukan suami istri yang takut keluar rumah untuk KB saat pandemi agar dapat mencegah kehamilan tidak direncanakan tersebut?
Kalau memang takut datang ke fasilitas kesehatan untuk ber-KB suntik atau pil, solusinya yang paling mudah ya mereka bisa menggunakan alat kontrasepsi lain. Misal saja kondom. Di banyak supermarket sekitar rumah, alat kontrasepsi jenis tersebut lebih mudah didapatkan. Ya walaupun memang sedikit mahal ya. Tapi itu bisa digunakan sementara untuk mencegah kehamilan. Dan tak lupa pesan saya untuk pasangan baru, yang menikah saat pandemi, sebaiknya ditunda dulu untuk memiliki momongan. Lebih baik menunggu ini selesai dulu. Agar saat menjalani kehamilan nanti lebih aman dan mudah. (*/ida)

Baca juga:  Persilahkan Dinas Gunakan Dana BTT untuk Perbaikan Pascabencana

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya