alexametrics

Atlet Wajib Makan Berat, Namun Tetap Terkontrol

Jaga Kebugaran Atlet saat Puasa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagai seorang atlet, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga kondisi dan kebugaran tubuh. Jika tidak, prestasi mereka pada cabang olahraga yang ditekuni yang menjadi taruhannya. Lantas bagaimana menjaga tubuh atlet tetap prima di tengah latihan mandiri di bulan Ramadan? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Kepala Tim Dokter PSIS Semarang dr Alfan Nur Asyhar.

Sekarang sudah memasuki bulan Ramadan, apakah ada perbedaan pola hidup untuk atlet sebelum dan saat menjalankan puasa?
Tentu saja ada yang beda. Siklus hidup dan kegiatan sehari-hari saja berbeda saat puasa. Ada beberapa aturan khusus yang perlu ditambah dan dikurangi. Baik dari pola makan ataupun aktivitas mereka.

Baca juga:  Tekan Biaya Politik, Sejumlah Parpol Inginkan Koalisi Besi

Selama ini kan atlet menjalankan latihan mandiri, apakah saat Ramadan seperti ini mereka tetap wajib menjalankan hal tersebut?
Iya. Latihan tetap wajib bagi semua atlet dari cabang olahraga (cabor) apapun. Tapi memang perlu dibuatkan skema dan waktu khusus. Jadi tidak mempengaruhi kualitas latihan dari atlet itu sendiri. Lagipula latihan itu kan untuk menjaga kebugaran mereka agar tetap fit.

Kapan waktu yang tepat menjalankan program latihan rutin bagi para atlet?
Bisa 1,5 jam sebelum berbuka puasa. Tapi memang kurang maksimal. Soalnya kadar glokusa tubuh pasti sudah menurun dan menjadi cepat lelah. Kalau sudah begitu ya lebih baik setelah tarawih saja. Saat glokusa tubuh sudah stabil 1,5 jam cukup. Biar tidak mengganggu sirkulasi tidur juga.

Baca juga:  Januari Revitalisasi Kota Lama Dilakukan Lagi

Untuk tetap menjaga kebugaran, menu apa saja yang dapat dikonsumsi atlet selama Ramadan?
Kalau untuk atlet, hampir sama seperti orang biasa. Makan kurma dan yang manis untuk mengembalikan kadar glokusa. Minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Tapi yang terpenting justru jangan pernah meninggalkan makanan berat. Soalnya mengonsumsi nasi, lauk, sayur, buah dapat menjaga massa dan berat tubuh pemain. Tapi ingat ya jangan berlebihan juga. Disesuaikan dengan kebutuhan tiap atlet. Agar tidak menimbun lemak yang justru bisa jadi musuh bagi para atlet.

Kalau untuk sahur?
Hampir sama dengan berbuka. Hanya saja saat sahur penting bagi atlet minum minuman yang mengandung elektrolit. Supaya mengikat cairan tubuh lebih lama. Dan tidak terlalu kehilangan banyak cairan saat menjalankan puasa.

Baca juga:  Bangun PLTSa Pakai Sistem KPBU

Kemudian apa pantangan yang tidak boleh dilakukan atlet saat Ramadan?
Pertama jangan merusak pola tidur. Sebab istirahat cukup merupakan kunci utama menjaga kebugaran atlet. Yang kedua jangan malas-malasan. Walaupun saya tahu puasa membuat sebagian orang malas, namun tidak dengan atlet. Mereka wajib tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Dan yang terakhir jangan melupakan protokol kesehatan. Karena pandemi masih terjadi mereka tetap harus social distancing, menggunakan masker dan menjaga kebersihan tubuh dengan rutin cuci tangan. Insya Allah kalau semua dijalankan, puasa akan lancar dan mereka tetap bugar seperti biasanya. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya