alexametrics

Siapkan Padat Karya Tunai Destinasi Tempat Wisata

Bincang Pariwisata saat Pandemi dengan Iwan Sutiarso

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WABAH korona melumpuhkan sektor pariwisata di Kabupaten Magelang. Ribuan warga menggantungkan hidupnya di sektor ini. Berikut wawancara Kepala Disporapar Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso dengan wartawan Jawa Pos Radar Semarang Agus Hadianto.

Korona sangat berdampak di semua bidang, terutama pariwisata. Bagaimana dampak luasnya?
Jelas sektor pariwisata sangat berdampak, karena pariwisata adalah melibatkan kunjungan. Untuk itu lah, kami sudah menutup kunjungan di tujuh wisata yang dikelola oleh Disporapar. Selain itu juga kami mengimbau kepada teman-teman pengelola destinasi tempat wisata lainnya, yang dikelola swasta atau desa.

Penutupan ini berimbas pada perekonomian, terutama warga yang menyandarkan hidupnya. Seperti apa dampaknya?
Semua berimbas, pendapatan daerah juga berdampak. Namun kami sudah punya rencana untuk masalah ini. Pemerintah pusat juga sudah menyiapkan skemanya, seperti jaring pengaman sosial. Pemerintah pusat, provinsi daerah maupun kabupaten sudah melakukan upaya-upaya di sektor pariwisata, salah satunya kartu prakerja. Kemudian yang kedua, upaya-upaya yang lain yang sedang kita kaji, Pemerintah Kabupaten Magelang, terkait dengan memberikan keringanan atau relaksasi terhadap pajak dan retribusi daerah. Ketiga, upaya yang terus dilakukan adalah jaring pengaman sosial tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi seluruh sektor yang ada. Upaya yang lain dilakukan adalah kita sedang berupaya kalau di desa ada padat karya tunai, kita akan upayakan ini.

Baca juga:  Menyadarkan Diri Sendiri, Cegah Bencana Sejak Dini

Bentuknya seperti apa padat karya tunai ini?
Padat karya ini maksudnya bahwa padat karya ini dikerjakan oleh pengelola, sehingga selama daya tarik ini tutup, kondisinya terjaga. Artinya pada saat nanti kondisi sudah membaik, daya tarik ini bisa langsung melakukan aktivitasnya.

Prinsipnya seperti apa?
Kami mengusulkan dari dinas, padat karya tunai itu begini, jadi destinasi itu kan tidak bekerja, tetapi kan butuh perbaikan. Eh bukan pemeliharaan. Supaya pada saatnya tidak rusak atau terjaga. Oleh karena kami mengusulkan, bahwa orang-orang di situ, dengan jumlah terbatas, bisa melakukan pekerjaan. Bisa melakukan pekerjaan pemeliharaan tersebut.

Ada berapa tempat wisata?
Ada 210 tempat wisata.

Perhitungannya bagaimana?
Kami belum bisa berani bilang teknis ya, karena kami baru mengusulkan. (*/ton)

Baca juga:  Ajak Berimajinasi dan Tangkap Peluang Bisnis Kreatif

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya