alexametrics

Omzet Pedagang Pasar Turun, Pedagang Keliling Untung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Merebaknya virus Covid-19, berdampak di semua lini kehidupan. Bahkan, para pedagang harus kehilangan omzet karena banyak warga yang memilih di rumah karena takut tertular virus korona. Sebagaimana bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Maria Novena dengan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang Heru Cahyono.

Perdagangan di pasar tradisional kian menurun?
Perdagangan di seluruh Indonesia saat ini sedang anjlok. Keadaan yang belum membaik ini berdampak sekali. Omzet pedagang di pasar tradisional turun 2x lipat dari biasanya. Seperti contoh pedagang ayam potong yang biasanya habis 100 ekor, saat ini bisa hanya enam ekor ayam saja.

Bagaimana dengan pedagang luar pasar tradisional?
Jika pedagang pasar turun omzet, berbeda dengan pedagang pagi keliling. Pedagangan yang membawakan dagangannya ke rumah-rumah, justru omzetnya naik 2x lipat. Karena memang hingga saat ini, masyarakat takut pergi ke pasar. Kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan, sebenarnya masyarakat tidak perlu takut. Ini sedang kami kumpulkan para pedagang. Tidak menutup kemungkinan pedagang pasar akan menjadi pedagang keliling.

Baca juga:  Kerap Diterjang Banjir Rob, Akibatnya Nelayan Rugi

Bagaimana perhatian Pemkab Semarang terhadap nasib pedagang?
Ada 2.000 lebih pedagang dari 33 pasar tradisional di Kabupaten Semarang yang sudah terdaftar di kantor. Kami memberikan keringanan untuk pembayaran retribusi para pedagang sampai nanti status siaga korona dicabut. Meski begitu, rencana relokasi Pasar Bandungan tetap berjalan. Namun waktunya setelah Lebaran atau akhir tahun. Kami belum bisa pastikan. Yang jelas tahun ini kami bereskan.

Harga Bahan Pokok di Kabupaten Semarang banyak yang merangkak naik?
Masih stabil. Kami pastikan hingga tiga bulan ke depan, stok dan harga pangan aman. Tidak ada lonjakan harga hingga kelangkaan bahan-bahan pokok di pasaran. Kemarin ada harga gula sempat naik, namun sudah kembali normal.

Baca juga:  Menjaga Stamina dan Emosi Atlet saat Pandemi

Apa imbauan untuk Masyarakat dan para Pedagang?
Warga Kabupaten Semarang tidak perlu panik jika mau belanja ke pasar tradisional. Kami sudah siapkan tempat cuci tangan, antiseptik dan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Sehingga tidak perlu belanja yang berlebihan sampai menimbun di rumah. Para pedagang tidak perlu khawatir bagaimana nasib dagangannya. Jika memang kesulitan, bisa datang ke kantor dinas, didiskusikan bersama. Untuk uang retribusi akan disubsidi dari Pemkab Semarang. Sehingga semua warga Kabupaten Semarang tetap tenang. Dan jaga kesehatan, jika tidak penting tidak perlu keluar rumah. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya