alexametrics

Jangan Hanya Terfokus pada Korona

Jangan Lengah Penyakit Lain, Korban DBD Lebih Banyak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Saat ini korona memang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Semarang. Namun jangan sampai ketakutan berlebihan membuat lengah dengan penyakit lainnya. Sebagaimana bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Semarang, dr Elang Sumambar.

Bagaimana dokter melihat fenomena penyebaran korona, terutama di Semarang?
Ya yang jelas ini penyakit berbahaya. Masyarakat memang perlu mengantisipasi. Tapi jangan semua terfokus pada korona saja. Sebab banyak penyakit lain yang tidak kalah berbahaya dari virus ini sendiri.

Penyakit apa saja yang juga harus diwaspadai warga Semarang selain korona?
Banyak penyakit yang juga tak kalah berbahaya, masyarakat sudah sering menghadapinya. Contoh gampangnya, saat ini sudah masuk siklus Demam Berdarah Dangue (DBD). Itu juga tidak kalah berbahaya lho. Banyak korban yang sudah berjatuhan di Semarang. Daripada korona, jumlah korban DBD jauh lebih banyak.

Baca juga:  DLH Segera Siapkan Tempat Sampah di Tingkat Kelurahan

Lantas apa yang perlu dilakukan warga untuk mengantisipasi setiap penyakit tersebut?
Yang pasti tetap menerapkan pola hidup sehat. Tidak hanya untuk mencegah penyakit tertentu saja. Namun memang sebagai gaya hidup sehat yang perlu dibiasakan. Cuci tangan, makan makanan sehat, olahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sudah seharusnya dijalankan masyarakat. Ada atau tidaknya wabah penyakit. Semua demi masyarakat sendiri.

Kesadaran masyarakat Semarang dalam menerapkan pola hidup sehat sudah seberapa besar?
Ya saya melihat sebagian besar masyarakat Semarang sudah sadar untuk menerapkan pola hidup sehat. Namun adalah beberapa yang masih perlu dibimbing terus.

Upaya pemerintah mengedukasi masyarakat untuk hidup kesehatan apakah sudah cukup?
Saya kira semakin hari semakin bagus. Apalagi sekarang pemerintah sudah banyak mengedukasi untuk upaya preventif atau pencegahan terhadap penyakit. Tidak sekadar kuratif atau penanganan penyakit saja. Kan memang benar mencegah lebih baik daripada mengobati.

Baca juga:  Rangkul 150 Ormas dan 65 LSM dengan Ngobrol Santai

Apa harapan dokter untuk kesehatan warga Semarang ke depan?
Yang pasti inginnya semua sehat. Semarang sudah dinobatkan sebagai kota sehat. Tinggal bagaimana kita mempertahankan predikat tersebut. Jangan lupa kita harus bergerak bersama baik pemerintah, masyarakat maupun organisasi kesehatan seperti IDI untuk terus meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan seluruh masyarakat Semarang. Kalau hanya satu yang bergerak, sudah pasti tidak akan sanggup. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya