alexametrics

Desa Wisata Jangan Hilangkan Local Wisdom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pemprov Jawa Tengah mulai memetakan dan mengoptimalkan desa wisata. Tahun ini, dianggarkan Rp 18,5 miliar untuk mengembangkan desa-desa wisata. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Miftahul A’la dengan Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Ngainirrichdl, S.HI.

Sebenarnya bagaimana potensi desa wisata di Jawa Tengah?

Berbicara potensi desa wisata di Jawa Tengah tentu sangat besar. Hampir setiap desa mempunyai kelebihan masing-masing dan jika digarap dengan maksimal bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Hanya saja, karena anggaran masih terbatas, harus ada prioritas mana yang akan diangkat. Kalau bisa desa-desa yang pelosok dan mempunyai keunikan sendiri. Sehingga bisa menjadi sarana untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.

Baca juga:  Penanganan Aset Perlu Badan Terlatih

Bagaimana kesiapan desa wisata dan apa yang harus ditingkatkan?

Sebenarnya belum semua desa siap untuk dijadikan desa wisata. Salah satu yang harus diperhatikan tentunya masalah Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sumber Daya Alam (SDA) di desa tersebut. Misalnya secara SDA maupun lainnya sudah bagus, tetapi jika tidak ditopang dengan SDM yang berkualitas juga akan menjadi masalah.

Jangan sampai potensi besar justru nantinya menguntungkan segelintir pihak. Pemprov harus benar-benar memperhatikan SDM di desa, agar mereka bisa bersaing dan mengembangkan potensi desanya masing-masing. Sehingga masyarakat desa bisa mendapatkan hasil dan yang penting lokal wisdom-nya tetap terjaga dan lestasi.

Pemprov mulai mengalokasikan anggaran khsusu desa wisata, berapa jumlahnya dan sudah efektif atau belum?

Baca juga:  Realisasikan PPKM Mikro Perlu Surat Edaran ke RT

Tahun ini ada Rp 18,5 miliar yang dialokasikan untuk desa wisata. Rinciannya desa maju sebesar Rp 5 miliar, desa wisata berkembang Rp 500 juta, dan desa wisata rintisan sebesar Rp 100 juta. Ini program bagus apalagi untuk mengangkat potensi dan mengembangkan ekonomi di desa. Hanya saja harus dilakukan benar-benar selektif dan merata. Sehingga penyebarannya bisa bagus. Dan semua desa di Jateng bisa mendapatkan hak yang sama untuk bersama meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

Sejauh mana dampak desa wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Jika digarap dengan bagus tentu akan sangat besar dampaknya untuk ekonomi masyarakat. Umbul Ponggok Klaten misalnya, sudah bagus baik secara pengelolaan maupun keuntungan. Menggunakan BUMDes pengelolaanya sangat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Baca juga:  Trans Semarang Maksimalkan Transaksi Non-Tunai

Nah, saya berharapnya potensi-potensi desa wisata bisa terus dioptimalkan. Digarap masyarakat sekitar, dan hasilnya juga bisa dirasakan mereka langsung. Apalagi kemiskinan di Jateng banyak didominasi masyarakat pedesaan. Dengan diangkat potensi wisata tentu akan bisa menopang ekonomi dan bisa menggerakan roda ekonomi serta kreativitas anak-anak muda di desa. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya