alexametrics

Gaet Anak Muda Bertani, Tingkatkan Dulu Penghasilan Petani

Prihatin Regenerasi Petani Mandek

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Jawa Tengah, salah satu penyokong pangan nasional, tapi lahan pertanian semakin sempit akibat pembangunan perumahaan serta kawasan industri. Satu sisi, regenerasi petani mandek karena anak-anak muda mulai meninggalkan profesi pertanian. Ini bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang dengan Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Sumanto.

Bagaimana menyikapi penyempitan lahan pertanian di Jawa Tengah?

Berkurangnya lahan pertanian untuk perumahan dan kawasan industri tidak hanya terjadi di Jawa Tengah. Karena pembangunan permukiman dan perumahan sudah menjadi kebutuhan. Namun semua tetap tak boleh melenceng dari aturan yaitu Perda RTRW di setiap daerah. Jika ada yang melanggar RTRW, bisa diberi sanksi tegas. Kawasan hijau harus tetap ada, agar tidak menggangu kestabilan di alam.

Baca juga:  Sesuaikan Bahasa dengan Audience

Banyak anak muda sekarang yang enggan bertani, apa masalah utamanya?

Karena profesi ini sudah tidak menjanjikan secara ekonomis. Mereka lebih memilih menjadi karyawan yang setiap bulan selalu mendapatkan gaji pasti.
Ini tantangannya Pemprov Jateng dan pemerintah daerah untuk memikirkan kesejahteraan petani, agar anak-anak muda tertarik menjadi petani. Misalnya dengan memberikan kepastian pendapatan layaknya karyawan. Jika sesuai UMR Jateng Rp 1,7 juta, tinggal bagaimana petani mendapatkan minimal penghasilan yang sama. Terutama setiap musim panen, bisa mendapatkan harga jual tinggi.

Apa yang dibutuhkan petani sekarang?

Petani sebenarnya tidak rumit dan hanya butuh kepastian saja. Mereka sudah menanam, jadi ketika panen, ada akses mudah untuk penjualan. Tentunya dengan harga yang tinggi sehingga tidak rugi. Apalagi petani dalam satu kali panen membutuhkan waktu berbulan-bulan. Maka, pemerintah harus berperan aktif. Permudah akses pupuk, bibit, terutama penjualan ketika mereka panen. Harus ada kesinambungan, apalagi masyarakat Jateng banyak yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Jika nilai jual tinggi, pasti petani senang dan sejahtera.

Baca juga:  Banyaknya Tindak Pidana Itu Problem Sosial

Upaya apa agar bisa mengajak anak muda tertarik bertani?

Ini bukan persoalan gampang, namun tetap bisa dilakukan. Pemerintah pusat, Pemprov Jateng dan pemerintah daerah harus satu suara dalam menyikapi persoalan regenerasi petani yang mandek ini. Harus ada kebijakan yang selaras untuk jaminan kesejahteraan dan penghasilan yang layak untuk petani. Jika ini tidak dilakukan, petani akan semakin berkurang dan bisa tidak akan ada lagi anak muda yang suka dengan bertani.

Meski sekarang banyak petani milenial dengan konsep modern, seperti sistem hidroponik yang bisa dilakukan dimana saja. Namun tetap saja tidak bisa menjamin ketersediaan bahan pokok kebutuhan. Padahal Jateng selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyokong pangan nasional. Jadi sektor pertanian harus menjadi perhatian serius. (*/ida)

Baca juga:  Bukti Tilang Dikirim ke Alamat Pemilik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya