alexametrics

Ajak Warga Binaan Damai dengan Diabetes Mellitus

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, SEMARANG,-Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Gizi dan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan sosialisasi dengan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Kedungpane Semarang. Kali ini bertema Berdamai dengan Diabetes Mellitus (DM) melalui Diet dan Penerimaan Diri.

Sosialisasi yang juga penyuluhan dan konseling itu dilakukan oleh 5 dosen dan 5 mahasiswa. Sasarannya adalah warga binaan yang telah terdiagnosa DM oleh dokter klinik di Lapas dan yang berisiko terhadap penyakit tersebut.

Dalam paparan materinya dosen gizi Undip Semarang Ahmad Syauqy PhD menjelaskan, diet DM menitikberatkan 3J. Yakni Jumlah, Jenis dan Jadwal. Adapun dari segi jumlah, menitikberatkan sebanyak apa makanan harus dikonsumsi.

Baca juga:  Pengamanan Pilkada Lebih Ekstra pada Penerapan Prokes

“Sayur harus diasup sebanyak 3 penukar, sedangkan buah sebanyak 2 penukar. Daftar Bahan Makanan Penukar (DBMP) diartikan sebagai penggolongan bahan makanan berdasarkan nilai gizi yang setara,” sebut Ahmad Syauqy dalam materinya tentang pengaturan makan pada DM serta pencegahannya.

Untuk mendapatkan seberapa banyak zat gizi yang harus diasup, lanjutnya, perlu mempertimbangkan penggolongan makanan dan jumlah yang memadai berdasar kebutuhan individu. Sedangkan yang kedua, katanya, jenis yang berfokus pada variasi golongan makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian perlunya pemenuhan makanan pokok seperti nasi, mi, dan umbi-umbian.

“Hewani atau nabati seperti ayam, daging, ikan, kacang-kacangan, tempe tahu dapat dikonsumsi saling menggantikan. Selain itu, sayur dan buah juga perlu diperhatikan. Terakhir jadwal, bahwa pasien DM harus memperhatikan jam makan,” jelasnya.

Baca juga:  Ketika Bapaslon Positif Covid-19

Dalam kegiatan itu, juga dilakukan konseling gizi oleh dosen gizi yakni, Choirun Nissa, Deny Yudi Fitranti dan Ayu Rahadiyanti. Sedangkan untuk konseling psikososial diisi oleh dosen keperawatan Megah Andriany PhD.

Kepala Lapas Kelas 1 Semarang Dadi Mulyadi dan warga binaan yang hadir saat penyuluhan, cukup antusias mengikuti agenda acara. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan.

Mereka juga mengikuti konseling gizi dan psikososial dengan harapan masalah yang dialami terkait pengaturan makanan dan psikososial bisa diminimalisasi terkait kadar glukosa darah.

Megah Andriany PhD menambahkan, dalam kegiatan itu mahasiswa juga melakukan pengukuran antropometri yang terdiri atas pengukuran berat badan, tinggi badan, dan persen lemak tubuh untuk mengetahui status gizi warga binaan yang mengalami DM.

Baca juga:  Kontrol Penjamin Mutu Akurat, Dosen Tahu Kondisi Mahasiswa

“Kontrol kadar glukosa darah dalam batas normal menjadi tujuan akhir pasien DM. Kemudian subjek risiko warga binaan dan status kesehatan bisa optimal sehingga dapat berkarya secara produktif,” imbuhnya. (jks/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya