alexametrics

Awalnya Terminal Induk, Bonbin, THR, Lalu Wonderia, Kini Mangkrak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Dulu di Jalan Sriwijaya No 29 Semarang pernah ada taman marga satwa atau Kebun Binatang (bonbin) Tegalwareng. Lokasinya yang sekarang menjadi taman hiburan Wonderia. Baik Bonbin Tegalwareng dan Wonderia kini tinggal kenangan. Di lokasi kini tinggal puing-puing bangunan Wonderia yang mangkrak.

Kebun binatang Tegalwareng dibangun pada 1954. Lokasinya di kampung Genuk, Tegalsari.  (sekarang Jalan Sriwijaya). Pernah menjadi salah satu ikon Kota Semarang, seperti layaknya Simpang Lima atau Tugu Muda di masa sekarang. Kini di lahan bekas bonbin tinggal sisa-sisa Wonderia, letaknya di samping Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Teguh Wiyono, 63, penjaga eks Wonderia mengatakan, di masa lalu Tegalwareng sebelum dibangun kebun binatang merupakan sebuah terminal induk yang padat, karena berada di tengah Kota Semarang.

“Sebelum ada kebun binatang (bonbin) dulunya di sini itu terminal, Mas,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang

Dikatakan, fungsi Tegalwareng sebagai terminal kemudian diubah menjadi kawasan rekreasi Kebun Bintang (Bonbin) Tegalwareng pada 1954 dengan koleksi binatang yang cukup lengkap. Sedangkan terminal induk dipindah ke kawasan bundaran Bubakan, berdekatan dengan Kota Lama.

Baca juga:  Ribuan Orang Salatkan Ning Arina Sabiela Fadlolan di Masjid Raudlatul Jannah Ponpes Fadhlul Fadhlan

Dari bonbin inilah, kawasan Tegalwareng berkembang menjadi pusat hiburan rakyat. Pada 1960, warga sekitar menyebutnya Taman Hiburan Rakyat (THR) Tegalwareng. Sebab, tak hanya menyajikan kebun binatang saja, tetapi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga mengadakan acara pasar malam

Masa jaya Bonbin Tegalwareng tak berjalan lama. Lahan seluas 9 hektare itu akhirnya diberdayakan oleh Pemkot Semarang sebagai pusat rekreasi. Pada 2007, dibangun wahana permainan modern bernama Wonderia dengan menggandeng pihak ketiga, PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (SMART). Taman hiburan ini diresmikan langsung oleh presiden keenam Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Pada awal beroperasi, Wonderia menyedot banyak animo masyarakat, baik dari Kota Semarang maupun dari luar kota. Wonderia menawarkan banyak wahana anak modern. Kurang lebih ada sekitar 16 jenis permainan. Seperti komedi putar, bianglala, Boom-Boom Car, Monorail Coaster, Super Rally dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, ada juga wahana memacu adrenalin seperti Rumah Hantu.

Baca juga:  Usai Demo Tolak Omnibus Law, Sebelas Buruh Positif Covid-19

Dengan harga tiket masuk yang tak terlalu mahal hanya Rp 5.000 saja, pengunjung dapat menikmati sensasi bermain maupun sekadar berjalan-jalan melepas penat bersama keluarga. Jam operasional taman bermain ini antara pukul  09.00-22.00.

Namun pusat rekreasi ini tidak bertahan lama, dan akhirnya tumbang. Menyusul manajemen yang buruk serta adanya kecelakaan hingga menelan korban jiwa pada November 2007. Sempat dicoba untuk dibuka kembali pada 2008, namun karena stigma masyarakat yang terlalu kuat akan tempat rekreasi yang berbahaya, hal tersebut hanya menjadi wacana saja. Sampai kini beberapa bekas wahana permainan masih ada di lokasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, puing-puing bangunan dan sisa-sisa wahana masih dibiarkan terbengkalai. Tampak sejumlah pekerja sedang sibuk mengerjakan revitalisasi eks Wonderia. Ada juga beberapa peziarah yang datang ke makam di kompleks itu.

Baca juga:  Kerap Tercium Bau Anyir dan Rintihan Orang Kesakitan

Pemkot Semarang berencana merenovasi dan merevitalisasi taman bermain ini. Nantinya taman ini akan difungsikan kembali. Kabarnya akan menjadi pusat kuliner dan wisata religi. Sebab, di kompleks ini terdapat beberapa makam yang diduga merupakan leluhur dari kawasan Tegalwareng.

“Itu sebenarnya makamnya sudah ada lama, bahkan jauh sebelum adanya kebun binatang. Cuma pas dibangun Wonderia, makam itu ditembok rapat, sehingga tidak ada yang mengetahui jika di sini ada makam leluhur,” tandasnya. (rid/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya