alexametrics

Politisi Peduli Wong Cilik

H. Nur Faizin, S.Ag, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sepi ing pamrih rame ing gawe, begitulah peribahasa yang menggambarkan H. Nur Faizin, S.Ag. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang ini selalu menjaga kedekatan dengan masyarakat selama menjadi politisi. H. Izin kerap hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang kesusahan.

Sebagai anggota dewan, H. Izin mendapatkan kepercayaan menjadi wakil rakyat dari dapil II. Meliputi Kecamatan Pecalungan, Subah, Kandeman, dan Tulis. Sebagai Ketua DPC PPP, ia dipercaya menjabat selama dua periode. Yakni periode 2016-2021 dan 2021-2026.

Jabatan yang diembannya tak lantas membuat H. Izin tinggi hati, malah sebaliknya. H. Izin dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mengayomi rakyat kecil. “Saya teringat, suatu saat misalkan berada di posisi mereka pasti merasakan hal yang sama. Orang itu kan siklusnya berputar, suatu saat bisa di atas, di tengah, di bawah. Titik nadir kan kita tidak tahu. Saya tidak mungkin ada di atas terus,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, orang susah itu mau utang ke saudara belum tentu dikasih. Kemudian, saat lapar, mau minta ke tetangga juga sungkan. Karena itulah H. Izin dikenal punya rasa empati tinggi terhadap rakyat kecil. Ia kerap turun secara langsung,
blusukan melihat dan mendengarkan rakyatnya.

Izin punya tim khusus yang selalu mengabarinya tentang informasi dari pedesaan hingga wilayah pelosok. Mereka mengabarkan jika ada warga yang perlu mendapatkan bantuan. Jaringan di akar rumput dikembangkannya untuk kepentingan sosial. Terutama tim sukses yang mendukungnya saat Pileg. Mereka tetap menjalin ikatan, mengabarkan kondisi di sekelilingnya. “Pak, ini kebakaran pak, ada rumah mau roboh, rumah tidak layak huni, langsung mengabari melalui WhatsApp,” kata Faizin.

Beberapa aksi nyata sosial yang dilanggengkan oleh H. Izin yaitu bedah rumah tidak layak huni (RTLH). Bersama anggota fraksi PPP dan para kader mereka melakukan pembangunan rumah warga miskin. Aksi ini tentu mendapat respon baik dari masyarakat. Sebab manfaatnya dirasakan secara langsung bagi yang menerimanya.

Tidak hanya bedah rumah, H. izin juga kerap terjun menemui warga membantu mereka yang membutuhkan. Seperti warga yang tertimpa musibah banjir maupun warga yang tertimpa musibah kebakaran rumah, dan yang lainnya. Tim yang dibentuknya benar-benar dimanfaatkan untuk aksi sosial. Bahkan saat warga menyelenggarakan pengajian, turnamen bola voli, sepak bola, dan kesenian pasti memberi kabar.

Baca juga:  Tukang Bakso yang Dipercaya Jadi Kepala Sekolah

Saat panitia membutuhkan bantuan, ia usahakan untuk membantu. Jadi tidak hanya membantu saat ada orang kesusahan, ketika ada event-event positif juga pasti di bantu penyelenggaraannya. Saat H. Izin menyempatkan hadir, ia tidak hanya diberi waktu untuk memberikan sambutan selaku tokoh masyarakat. Namun, juga mengadakan santunan anak yatim-piatu dan para lansia.

“Selagi saya bisa, saya akan terus melakukannya. Menjadi anggota dewan memang punya kesibukannya sendiri, membahas berbagai aturan yang dikeluarkan Pemda. Namun, aspirasi dan kedekatan dengan masyarakat itu perlu, supaya kebijakan yang disepakati benar-benar menjadi aspirasi masyarakat,” tandasnya.

Perjuangkan Aspirasi Pedagang Keliling

Selama pandemi, pedagang keliling merasakan dampak yang sangat besar. Mereka biasanya menjajakan dagangan ke sekolah-sekolah. Namun, selama pandemi covid sekolah justru tidak mengadakan pembelajaran tatap muka. Siswa melakukan pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

Kondisi demikian membuat pendapatannya turun drastis. Pemasukan tidak menentu, mereka pun keliling masuk ke gang-gang. Berharap menjumpai anak-anak yang akan membeli dagangannya. Setahun pandemi berlangsung, sekolah mulai diizinkan memberangkatkan siswanya. Kabar itu menjadi angin segar bagi mereka.

Sebaliknya, aktivitas belajar mengajar tatap muka tak semuanya menjadi kabar gembira. Banyak sekolah yang melarang pedagang keliling berjualan. Bahkan ada yang membuat spanduk larangan berjualan. Para siswa juga mendapat arahan agar tidak jajan selama di sekolah.

Mengetahui kondisi tersebut, Ketua DPC PPP Kabupaten Batang H. Nur Faizin S.Ag mencoba mendekati para pedagang keliling. Menanyakan secara pasti nasib mereka selama pandemi.Kumpul bersama komunitas pedagang keliling Alap-Alap Kecamatan Subah, H. Izin mendapatkan banyak keluhan kesah para pedagang.

Ia menjelaskan, pedagang keliling dari awal pandemi sudah terdampak secara ekonomi. Seluruh sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Sehingga para pedagang keliling kesulitan mencari nafkah. Mereka kehilangan pangsa pasarnya.

Baca juga:  Punya Risiko Tinggi Bencana, Kapasitas BPBD Ditingkatkan

“Saya mengapresiasi para pedagang keliling yang notabene paling terkena dampak pandemi. Apalagi dengan adanya sekolah online bagi putra putrinya, mereka tetap punya etos kerja yang tinggi dalam memberi nafkah untuk keluarga,” ujar pria yang juga merupakan wakil ketua DPRD Kabupaten Batang itu.

PTM di Kabupaten Batang sudah berjalan sejak 9 Maret 2021. Menurutnya, nasib pedagang keliling perlu perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Batang. Seluruh aspirasi dari para pedagang keliling ditampungnya. Kemudian disampaikan ke pihak terkait.

Kebijakan masing-masing sekolah berbeda-beda, ada yang memperbolehkan ada yang tidak. Pihaknya pun mengusahakan agar pedagang keliling diberi ruang berjualan. Supaya para pedagang dimudahkan untuk mencari penghasilan.

“Ada beberapa sekolah yang pasang tulisan pelarangan berjualan untuk pedagang keliling. Itu harus ada perhatian dari Pemkab Batang terkait nasib pedagang keliling. Mereka harus berjuang mencari lahan baru untuk berjualan,” terangnya.

Faizin bercerita, ada sekolah yang muridnya bahkan tidak berani membeli dagangan pedagang keliling sama sekali. Namun ketika pulang sekolah, mereka bergegas ganti seragam baru berani jajan. Anak-anak itu mencari keberadaan para pedagang yang sudah berjualan keliling kampung. Tidak di lingkungan sekolah lagi.

“Bakule do gumun, siswanya jajan usai pulang sekolah. Mereka ganti baju langsung mencari pedagang keliling yang tadi berjualan. Pedagangnya bilang, saya itu kan penghasilannya dari jualan keliling, ke sekolah SD, MI,” ucapnya.

Sekolah yang memberlakukan larangan mayoritas berada di naungang Dinas Pendidikan. Tiap sekolah punya aturannya masing-masing. Ia pun menginginkan sekolah menulis area wajib masker, jaga jarak atau aturan prokes lainnya. Ketimbang menulis besar-besar dilarang berjualan di lingkungan sekolah. Pedagang keliling perlu diberi kesempatan mencari nafkah.

Karena sulitnya mencari nafkah, bahkan ada lima orang pedagang yang menyempatkan datang ke rumahnya. Berkeluh kesah, susahnya berjualan keliling di masa pandemi. Banyak sekolah melarang berjualan. “Pak bagaimana solusinya ya, kami berjualan itu sangat sulit. Bagaimana supaya kami bisa kembali mendapatkan penghasilan, kata mereka. Saya menampung aspirasi tersebut, menyampaikan ke pihak terkait. Apakah itu aturan dari dinas atau hanya dari pihak sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Siap Jadi Genter dan Kongkonan Rakyat

Perlu solusi agar pedagang keliling dan pembeli bisa aman berinteraksi. Tidak hanya membuat larangan, karena akan mematikan usaha mereka. Tentu solusi yang diterapkan harus dipastikan tidak memicu munculnya klaster dan penyebaran covid. Pengkajian juga butuh dilakukan oleh dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan. “Pedagang keliling kebingungan mau jualan kemana lagi. Mereka mengusulkan adanya area bermasker yang aman bagi para pedagang dan siswa,” tandasnya.

Faizin meninjau dan membantu perbaikan rumah warga yang mengalami musibah kebakaran. (Istimewa)

Datangi Langsung Korban Kebakaran

Walaupun punya banyak kesibukan sebagai anggota dewan sekaligus ketua DPC PPP Kabupaten Batang, H. Nur Faizin, S.Ag tetap mengusahakan hadir saat ada warga terkena musibah. Salah satunya adalah musibah kebakaran. Tanpa pamrih Faizin datang membantu baik secara materil maupun psikologis.

Tak terhitung sudah berapa rumah warga yang alami kebakaran dibantunya. “Ketika ada warga terkena musibah, seperti kebakaran selalu saya sempatkan hadir. Kita turun ke sana, anjang ke warga yang terkena musibah tersebut, sekaligus memberi bantuan sekadarnya,” ujar pria yang akrab disapa H. Izin itu pada Jawa Pos Radar Semarang.

Pihaknya hadir bersama anggota fraksi juga para kader PPP. Memastikan kondisi korban juga kondisi rumah yang terbakar. Karena musibah yang dialami tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi pada siapa saja. Korban perlu ditenangkan dan ditemani. Agar mereka termotivasi dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.

Ia pun berharap, apa yang dilakukan untuk membantu sesama bisa menjadi contoh. Jaringan yang dibentuk di akar rumput selalu menginformasikan jika ada warga yang terkena musibah, maupun yang perlu mendapatkan bantuan. Sebagai politisi tidak hanya berkecimpung di hal politik, namun juga ikut membantu sesama.

Tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam memberikan suatu bantuan. Melainkan bisa ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. “Warga itu tidak menyangka kalau ada orang yang mau datang ke situ. Ngobrol dan sharing. Orang yang kena musibah perlu mendapat motivasi,” ucapnya. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya