alexametrics

Paling Sulit Menghadapi Klien yang Berebut Hak Asuh Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Arum Sukma Kinasih psikolog di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah. Banyak persoalan yang diselesaikan. Mulai kekerasan dalam rumah tangga, konflik rumah tangga sampai persoalan hak asuh anak.

Baginya, kasus tersulit ketika menghadapi klien yang merebutkan hak asuh anak. Sebab, pasca perceraian biasanya orang sulit mendinginkan pikiran. Sehingga memperebutkan anak dan kadang sampai bertengkar. “Ini yang cukup sulit. Dalam kondisi seperti ini anak yang akan menjadi korban dan seringkali terlantar,” kata Arum.

Alumnus Magister Psikologi Klinis UGM (2010) ini mengaku menjadi psikolog menjadi cita-citanya. Sehingga semua kegiatan yang dijalani selalu menarik dan menantang. Tahun 2011 Ia membuka praktek freelance selain sibuk dengan kajian dan presentasi ilmiah.

Baca juga:  Bekerja Maksimal, Lakukan yang Terbaik

Setelah itu mendirikan komunitas parenting Psikolog Beautiful Soul. Melalui komunitas tersebut Ia mewadahi segala kegiatan tentang kesehatan mental, termasuk di dalamnya ada kelas menulis untuk healing. “Target pasarnya orang dewasa. Sekarang juga bekerja sama dengan teman bidan untuk buka klinik praktek di Jatisari,” akunya.

Arum bergabung sebagai psikolog di DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah sejak 2018. Ia mengaku banyak dihadapkan dengan berbagai kasus. Salah satunya kekerasan yang membuatnya harus belajar.

Perempuan menurutnya masih harus diberikan edukasi, bagaimana mereka bisa mencintai diri sendiri, berkomunikasi dengan baik, menyadari soal hukum. “Ini agar perempuan bisa terhindar dari kasus kekerasan dalam rumah tangga,” tegasnya.

Ia tidak menampik jika setiap kasus memiliki latar belakang berbeda. Baginya, mengurus persoalan Hak Asuh Anak cukup sulit. Sebab, pasca perceraian biasanya sama-sama keras pikirannya. Meski begitu, semua masalah bisa diatasi.  Semua kasus ditangani dengan hati dan telinga yang terbuka.

Baca juga:  Kerja Ikhlas, Penghargaan sebagai Bonus

Menjadi sebuah kesenangan dan kepuasan baginya saat mendengar masalah yang dialami orang lain dan dapat memberi dukungan. Sehingga klien atau korban dapat menjalani hidup lebih baik.  “Saya paling senang kalau klien saya setelah sharing bisa bangkit dan lebih mandiri,” tambahnya.

Arum punya cara khusus agar kliennya bisa mandiri. Biasanya ia bakal memberikan tugas agar klien bisa merenung, dan memahami persoalan yang dihadapi. Saat pikirannya lebih terbuka, klien dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Selama sebagai psikolog, ia focus pada beberapa hal.

Saat di tempat praktek Ia menekankan pengembangan diri dan kesehatan mental. Seperti halnya metode penerimaan diri agar klien dapat bahagia dengan dirinya sendiri.  “Soalnya mereka ada yang single mother,” tambahnya.

Baca juga:  Ekonomi Kerakyatan Berbasis UMKM Lebih Berkembang

Masalah yang cukup sering ditangani di DP3AKB yaitu KDRT. Sedangkan saat bertugas di Puspaga Arum cenderung menangani masalah parenting. Seperti halnya tumbuh kembang anak, kasus NAPZA atau penyalahgunaan narkoba.

Ia terus berupaya menghidupkan program unggulan sharing session rutin melalui platform online secara konsisten. “Saya juga yang menginisiasi dibuatnya akun media sosial Puspaga Jateng. Jadi ketika ada masyarakat yang butuh pendampingan bisa lewat online,” tambahnya.  (taf/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya