alexametrics

Merintis Kota Pekalongan Baru

H.M. Saelany Machfudz, S.E., Wali Kota Pekalongan 2017-2020

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Jelang akhir masa jabatannya sebagai wali kota, HM Saelany Machfudz terus berusaha merintis Kota Pekalongan baru. Grand design sebagai kota humanis dan modern berbenturan dengan kondisi pemukiman yang padat.

Wilayah Kota Pekalongan sangat sempit, sumber daya alam yang dimiliki hanya laut. Bentangan wilayahnya hanya 45 kilometer dengan jumlah penduduk 311 ribu.

Saelany tetap gigih mengurai segala persoalan yang ada. Salah satunya dengan menyediakan ruang publik sebanyak-banyaknya. Saelany menargetkan tiap kecamatan memiliki ruang publik yang memadai. Gambaran umumnya seperti lapangan Mataram. Memiliki areal yang luas, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Seperti jogging track, lapangan hijau, fasilitas fitness, juga tempat bersantai yang teduh.

Fasilitas tersebut menjadi tempat perkumpulan masyarakat, sebagai area olahraga juga refreshing. Ia pun sadar, saat ini titik perkumpulan masyarakat berkutat di area lapangan Mataram dan Alun-alun Kota. Aktivitas masyarakat di lapangan Mataram juga dianggap terlalu padat. Karenanya empat ruang publik serupa masuk dalam proyek utama dan tersebar di tiap kecamatan.

Baca juga:  Sehari Bisa Potong 180 Hewan Kurban

“Salah satunya, pembangunan pusat ruang publik di lapangan Peturen, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat ditargerkan selesai 2020. Untuk ruang publik di Pekalongan Utara dan Selatan sudah dikonsepkan untuk direalisasikan tahun 2021,” ucap Saelany pada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu, untuk pusat ruang publik di Kecamatan Pekalongan Timur juga masih dalam pengembangan di Alun-alun Kota Pekalongan, dan Pekalongan Utara di taman Apollo. Ruang publik di Kecamatan Pekalongan Selatan rencananya akan memanfaatkan hutan kota di Kelurahan Yosorejo. Nantinya akan dibangun taman sebagai tempat segala macam aktivitas. Juga memanfaatkan area Taman Nurcery di sebelah Timurnya. Daerah aliran sungai Banger yang tak jauh dari lokasi juga menjadi sasaran penataan. Sebagai joging track di sisi kiri dan kanan sungai.

Area hutan kota tersebut ditopang dengan sentra perekonomian. Lokasinya dekat dengan pembangunan Pasar Kuripan. Saat ini geliat ekonomi terus melejit dengan adanya pasar ikan dan unggas. “Penataan kota sangatlah penting untuk meningkatkan jumlah wisatawan, hal tersebut merupakan salah satu sumber ekonomi yang luar biasa. Kendala rob memang sangat menghantui sejak kita sudah 11 tahun lalu. Tapi saya tidak mau hal tersebut menghambat pemikiran saya,” imbuhnya.

Baca juga:  Komunikasi Intens, Kunci Keberhasilan Kepemimpinan

Pasar Senggol Lama di dekat Alun-alun Kota Pekalongan juga menjadi sasaran penataan. Para pedagang di sana menjajakan berbagai macam barang bekas. Mereka akan direlokasi ke Pasar Kuripan yang masih dalam proses pembangunan. Sementara Pasar senggol lama masih dalam proses pembangunan. Sebagai tempat relokasi para pedagang yang ada di Alun-alun kota Pekalongan. Lantai pertama dirancang untuk sentra kuliner, dan lantai dua untuk busana.

Pemindahan pedagang yang saat ini berjubel di alun-alun dilakukan secara bertahap. Harapannya alun-alun menjadi pusat kota yang bersih dan asri. Penataan dimulai dengan peresmian Gapura Nusantara. Selanjutnya, penataan bakal menyentuh secara keseluruhan, dengan konsep yang lebih hijau. Saat ini kondisinya masih kurang kondusif, para pedagang memadati area tengah hingga tepian alun-alun.

Baca juga:  Loyalitas Tanpa Batas untuk Jawa Tengah

“Demi kenyamanan wisatawan, pemerintah kota pekalongan telah menyiapkan penataan kota sedemikian rupa. Dengan wisatawan yang datang ke pekalongan akan membuat ekonomi mikro di kota pekalongan akan selalu dinamis. Kuliner, batik dan hotel akan mengalami kenaikan pasar,” jelasnya.

Pembangunan Pasar Senggol terus dikebut, menargetkan selesai akhir tahun ini. Pembangunan dalam sektor lain juga berjalan cepat. Hotel-hotel mulai berdiri megah, dirancang untuk menampung wisatawan yang akan pergi ke daerah sekeliling Kota Pekalongan.

Saelany menyadari, kotanya tidak memiliki bentangan alam yang melimpah. Karenanya, masyarakat yang berwisata di luar Pekalongan ditarik untuk menginap. Sentra kuliner sendiri disiapkan area khusus di kawasan lapangan Jetayu. (yan/ton/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya