alexametrics

Biayai Sekolah dari Ternak Kelinci

Ripto Susilo Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Ripto Susilo. Apalagi menduduki jabatan eselon dua. Maklum, Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung ini anak buruh tani. Keadaan ekonomi membuatnya takut bermimpi terlalu tinggi.

Hidup susah. Jatuh bangun untuk mengubah nasib menjadi lebih baik dilakukan Ripto Susilo. Berbekal semangat tinggi menuntut ilmu, kini bapak 2 anak itu berhasil meraih karir cemerlang di jajaran birokrasi pemerintah.

Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi otak pembangunan Kabupaten Temanggung itu mengaku orang tuanya tidak memiliki dana untuk membiaya sekolah.

“Keinginan orangtua agar saya sekolah dan lulus SMA sangat kuat meskipun tidak punya biaya. Maka, lulus SD saya dibelikan tiga ekor kelinci. Pesan orang tua saya, kelinci diopeni kanggo sangu sekolah,” ujar Ripto menirukan pesan ayahnya.

Dari situlah Ripto kecil setiap pulang sekolah selalu mencari rumput, mencarikan pakan kelincinya. Setelah beranak pinak menjadi 27 ekor, kelinci tersebut dijual lalu dibelikan kambing. “Kambing beranak-pinak dijual untuk biaya sekolah hingga saya selesai SMA,” bebernya.

Lulus SMA, dia mulai belajar bekerja mengikuti padat karya di tahun 1985-an. Namun demikian saat itu dirinya dilanda kegelisahan. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sangat kuat. Sedangkan dari segi ekonomi disadarinya kurang mendukung.

“Kala itu saya diberikan informasi mengenai pendaftaran CPNS oleh mandor saya. Kemudian saya mendaftar dengan ijazah SMA,” terangnya.

Baca juga:  Jabar Punya Empat Strategi Kembangkan Pariwisata

Keinginan kuliah semakin menggebu. Ripto mudapun akhirnya memberanikan diri merantau ke Lampung tanpa sepengetahuan orangtua. “Saat itu saya pamit, pokoknya saya ingin merantau. Kalau sudah berhasil saya akan kabarkan kepada orangtua tempat perantauan saya,” katanya.

Ripto lalu pergi ke Lampung mengikuti jejak saudaranya yang sudah lama di sana dengan menjual sisa kambingnya. Setelah beberapa waktu di Lampung ia mendaftarkan diri menjadi mahasiswa Unila dengan mengambil jurusan pertanian.

“Untuk menyambung hidup saya bekerja sebagai karyawan toko besi. Ternyata pemilik tempat saya ngekos adalah orang Temanggung. Kenal dengan bapak saya,” tutur pria yang punya hobi berolah raga itu.

Dengan berjalannya waktu, anak pemilik kos itu pulang ke Temanggung dan memberikan kabar keberadaan Ripto di Lampung. Tak berselang lama akhirnya ia dijemput orangtuanya karena sang ibu sering sakit-sakitan setelah kepergiannya. “Setelah itu saya pulang. Pas kebetulan ada panggilan CPNS bahwa saya diterima,” imbuhnya.

Di sisi lain, dia juga mendapat kabar diterima di Unila. Akhirnya ia memilih kembali ke Lampung melanjutkan pendidikan. “Namun di tengah perjalanan, sampai Pekalongan saya kecopetan. Lalu kembali pulang. Mungkin memang sudah garisnya menjadi PNS,” bebernya sembari tersenyum.

Menunggu SK CPNS turun, sejak tanggal 1 Maret 1987 ia menjadi wiyata bakti di Pemkab Temanggung tanpa gaji. Hingga pada akhirnya pada 1 Oktober SK CPNS turun dengan golongan 2A. “Saat itu gaji saya Rp 34 ribu. Kemudian dapat rapelan gaji mulai bulan Maret hingga Oktober sebanyak Rp 280 ribu. Uang itu saya gunakan untuk makan-makan menyenangkan orangtua,” bebernya.

Baca juga:  Kehadiran Wali Kota Bikin Wisuda Pertama Istimewa

Keinginannya untuk melanjutkan perguruan tinggi tak memudar meski telah menjadi PNS. Hingga akhirnya tahun 1990 ia mendaftar di Universitas Muhammadiyah Magelang dengan mengambil jurusan hukum. Namun biaya kuliah yang besar sering kali membuat ia kesulitan untuk membayarnya. “Saya bersyukur sekali, atasan saya saat itu Sri Hidayati membantu hingga lulus tahun 1994. Setelah itulah pangkat saya mulai naik sampai sekarang,” terangnya.

Memimpin Layaknya Pelatih Sepak Bola

Bagi Ripto Susilo menjadi seorang pemimpin itu gampang-gampang susah. Ia memberikan ruang kebebasan bagi anak buahnya untuk menuangkan ide dan gagasan demi kemajuan Kabupaten Temanggung.

Kreativitas anak buahnya merupakan kunci pembangunan Kabupaten Temanggung agar lebih baik dalam perencanaan. “Saya hanya membuka ruang. Teman-teman tidak saya batasi idenya. Di situ mereka justru akan berkreasi sendiri,” tutur pria 53 tahun itu.

Menurutnya jika seseorang dibatasi, akan terkekang dan tidak bisa berkreatifitas. ”Saya selalu sampaikan kepada kawan-kawan, silakan berpikir liar sehingga menemukan ide-ide baru,” ucap pria yang pernah menerima penghargaan Satya Lencana Karyasatya itu.

Baca juga:  Lebih Dekat dengan Masyarakat karena Pandemi

Suami N Rachmawati itu mengibaratkan dirinya sebagai pelatih di dalam olahraga sepak bola. “Saya biarkan staf saya ini berlari ke mana saja asalkan tidak keluar dari garis. Kalau keluar dari garis maka akan saya semprit,” tegasnya.

Kalau semua persoalan ia dipikirkan sendiri, maka ia tidak akan mampu bekerja dan menyelesaikan tugas. “Mereka mau jadi kiper silakan, mau jadi bek silakan, tapi harus sesuai aturan main,” tuturnya.

Menurutnya dengan resep itulah Pemerintah Kabupaten Temanggung berhasil menjuarai lomba Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Jawa Tengah dua kali. Peringkat dua nasional PPD dan juara satu PPD tingkat nasional. Ripto juga menegaskan bahwa di Temanggung banyak orang pintar, tapi untuk mencari orang berkomitmen sangat sulit. “Mencari yang berkomitmen tanpa ada embel-embel dapat apa ini, susah sekali,” tegasnya.

Sebagai kepala Bappeda, Ripto juga menjadi salah seorang yang memiliki wewenang dalam menentukan program-program OPD lain untuk dilaksanakan. Dalam hal ini ia mengaku selalu membangun komunikasi baik dengan kepala OPD agar menghasilkan program prioritas.

Dirinya juga mengaku tak jarang mendapatkan protes dari para kepala OPD lantaran program yang telah disusunnya tidak diterima. “Yang sampai mutung juga ada, tapi kebanyakan bisa diselesaikan dengan komunikasi. Pertimbangannya, kemanfaatan untuk masyarakat dan anggaran itu cukup atau tidak,” bebernya. (tbh/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya