alexametrics

Kerja Keras Berbuah Manis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEBELUM menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH., M.Hum mengawali karirnya sebagai dosen biasa sampai akhirnya menyabet gelar Profesor ke-4 di Untag Semarang.

Gelar profesor tersebut tidak dia dapat dengan mudah. Segala pengorbanan dilakukan pria 56 tahun itu ketika menempuh S3 di Universitas Diponegoro (Undip).”Dalam menempuh S3 saat ini relatif lebih mudah. Dibanding saya dahulu sangat sulit karena harus mengikuti teori dulu selama dua tahun,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Prof Edy juga harus mendapatkan  rekomendasikan dari guru besar agar bisa melanjutkan S3. Hal itu terkait dengan penilaian seseorang apakah layak apa tidak untuk menempuh S3. “Tetapi kalau sekarang ini langsung bisa melanjutkan S3. Sehingga persyaratannya lebih sulit dahulu,” sambungnya.

Baca juga:  Siap Jadi Genter dan Kongkonan Rakyat

Prof. Dr. Edy Lisdiyono juga menjelaskan, untuk menyandang gelar profesor atau Guru Besar, tentu merupakan perjalanan yang cukup panjang. Menurutnya kuncinya adalah kerja keras  dan tidak boleh putus semangat. Selain itu juga harus memberi dukungan kepada teman sejawat untuk lebih maju.

Ada cerita menarik yang dialami Prof Edy ketika menempuh pendidikan S3. Pria kelahiran Grobogan tersebut ‘setia’ mengendarai motor Vespanya yang turut berjasa mengantarkan Prof Edy merengkuh gelar S3.

“Saat itu banyak temannya yang meledekin ketika menggunakan Vespa untuk kuliah. Tetapi justru ledekan-ledekan itulah yang menjadi penyemangat agar tetap bisa meraih apa yang menjadi cita-citanya yakni meraih gelar Doktor,” katanya. (hid/bas)

Baca juga:  Paling Sulit Menghadapi Klien yang Berebut Hak Asuh Anak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya