alexametrics

Memilih Advokat, Demi Menegakkan Keadilan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Menjalani karir sebagai advokat, tentu bukan pekerjaan mudah. Pilihan Henny Natasha Rosalina sempat ditentang orangtua. Tapi ia tidak mundur dan terus menunjukan prestasi demi memperjuangkan keadilan.

Kenapa tertarik menjadi advokat?

Saya terjun menjadi seorang advokat sejak tahun 2018. Sebenarnya bukan cita-cita. Saya lebih senang dengan bidang komunikasi dan sudah ambil jurusan komunikasi. Tapi karena keluarga basicnya bidang eksak, akhirnya memutuskan pindah jurusan. Jadi pilihannya hukum. Karena menurutku itu yang paling setara dengan eksak.

Ketika pertama kali memutuskan menjadi advokat sempat dilarang Ibu. Ya khawatir ada dampak ke kehidupan pribadi jika menangani kasus pidana dan tipikor. Namun, saya terus membuktikan bahwa pekerjaannya memang cocok dengan passion.

Biasanya menangani kasus apa saja?

Selama menjalani advokat sekitar 55 kasus ditangani. Mulai dari kasus Pidana, perdata dan bahkan PTUN. Diantaranya kasus BPR Gunung Kawi untuk Legal Officer,  BAWASLU Klaten sebagai kuasa hukum di PTUN Semarang, Pemerintah Kota Semarang untuk Gugatan Wanprestasi, PT Karya Mitra Nugraha untuk Sidang di Badan Arbitrase Nasional Indonesia, dan lainnya.

Baca juga:  Anggota Ferari Diharapkan Mampu Menggerakkan Roda Organisasi

Terakhir berhasil memenangkan tiga kasus. Yaitu perkara korupsi di Pekalongan, pinjaman online di krimsus Polda Jatim, dan PKPU untuk perusahaan di Pati. Bagi saya ada kepuasan tersendiri ketika berhasil memenangkan perkara. Tentu harus sesuai dengan keadilan.

Pengalaman selama menjadi advokat?

Saya memang sudah memantapkan diri terjun di bidang advokat. Dan harus didukung dengan sertifikat. Akhirnya mendaftar di Jimly School agar mendapatkan legal certified.

Sebagai advokat banyak lika-liku yang dilalui. Merasa lelah hati sudah biasa dialami. Selain itu sedih ketika kasusnya gagal. Pernah frustasi karena kasus yang dirasa akan menang 100 persen justru malah kalah.

Tapi balik lagi ke tujuan awal. Konsisten di bidang hukum sudah mengakar kuat di hati. Jika gagal, ya balik lagi. Pasti masih ada hari esok yang beruntung. Kebanyakan kasus yang ditangani adalah corporate. Seperti urusan birokrasi, merek desain industri paten, pengalihan hak, kasus piutang, dan lainnya. Sampai saat ini saya masih bekerja menjadi partner di Askara Law Firm di daerah Puri Anjasmoro.

Baca juga:  Tetap Produktif saat Pandemi

Apa kesibukan diluar Advokat?

Kalau kesibukan cukup padat. Saya juga tergabung dalam organisasi Himpunan Pengusaha Indonesia. Menjadi pengurus daerah di bidang pariwisata. Dan juga menjadi ketua Srikandi di 234 SC Solidarity Community. Kalau tidak sibuk bekerja, kuliah, organisasi ya balik ke hobi.

Bagi saya pendidikan tetap utama. Karena itu jembatan untuk meraih kesuksesan. Apapun passion harus dijalani dengan enjoy, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Hobi apa yang ditekuni?

Kalau hobi saya olahraga dan mendaki gunung. Bahkan saya mempunyai jadwal rutin setiap minggunya. Setiap senin, kamis, dan sabtu ada jadwal untuk olahraga. Jika ada waktu mendaki gunung. Biasanya kalau mendaki gunung bareng Komunitas Sunset Hash House Harriers (HHH) Semarang. Pernah ke Gunung Merapi, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Lawu, dan Gunung Slamet.

Baca juga:  Amanda Margareth, Penulis yang Pernah Amnesia

Saya pribadi yakin ada banyak manfaat ketika mendaki gunung. Selain dapat melepas penat, jantung menjadi sehat dan produktivitas. Kalau hobi naik gunung badan jadi bugar, tidak perlu diet. Sekaligus bisa menghilangkan penat karena kesibukan menjadi advokat yang selalu padat dan berhubungan dengan kasus-kasus pidana atau perdata. (cr4/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya