alexametrics

Selalu Pulang Bawa Medali

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sukses menjadi atlet lari, Adinda Resta Putri Pratiwi berhasil mengantongi berbagai medali di usianya yang masih cukup belia. Gadis 21 tahun asal Pati ini tertarik untuk terjun dalam bidang atletik sejak duduk di bangku sekolah dasar. Lantas bagaimana perjalanan Adinda hingga tidak pernah pulang dari kejuaraan dengan tangan kosong?

Bagaimana awal karir menjadi atlet?

Waktu SD ada pelajaran olahraga, saat itu disuruh guru olahraga untuk duel lari sama cowok, dan akhirnya aku menang, padahal aku cewek. Akhirnya aku didaftarkan lomba Popda karena lari saya termasuk cepet. Akhirnya saya menang tingkat kecamatan juara 1. Lanjut tingkat kabupaten juara 1 lagi. Lanjut tingkat provinsi juara 1 lagi. Nah piagam tersebut yang membuat saya meneruskan karir menjadi pelari seterusnya. Karena sehabis lulus SD saya langsung daftar di SMP Negeri 1 Pati yang memiliki kelas khusus bakat olahraga).

Baca juga:  Memilih Advokat, Demi Menegakkan Keadilan

Perlombaan apa saja yang pernah diikuti?

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), Pekan Mahasiswa Nasional (Pomnas), Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), ASEAN School Games di Singapura, SEA Youth Athletics Championships di Thailand. Alhamdulillah, sejauh ini kalau lomba pasti selalu pulang bawa medali, minimal 1 medali

Bagaimana kesan saat menjadi seorang atlet?

Senang, bisa membanggakan orangtua, sekolah, daerah yang kita bawa. Dipandang orang dengan positif. Kalau menang, piagam bisa didaftarkan di sekolah/kuliah yang kita inginkan, ditambah kalau menang dapat bonus uang. Namun, susah bagi waktu. Waktu tersita hanya untuk latihan setiap hari, beda dengan orang lain yang waktunya bisa full buat main-main. Kadang ada sedikit tekanan bila tidak menang, tapi pikiran harus dibolak-balikkan. Namanya juga pertandingan pasti kadang juara, kadang tidak, sudah menjadi hal biasa.

Baca juga:  Tak akan Berhenti Promosikan Wisata

Apa tantangan dan hambatan selama menjadi atlet?

Tantangan ke diri sendiri harus ada progres setiap bertanding, karena hal tersebut penting untuk melihat hasil kita latihan sudah sesuai atau belum. Sedangkan hambatannya, dulu saat sekolah susah bagi waktu, antara sekolah dan latihan. Tapi tetap berjalan stabil antara dua-duanya. Hanya hambatan kecil menurut saya.

Bagaimana support dari orang-orang sekitar?

Sangat baik, sangat support aku. Dari orangtua, guru, pelatih, teman sangat mendukung kegiatanku dan mereka semua bangga saya menjadi atlet.

Apa motivasi terbesar dalam menjalani karir sebagai atlet?

Kalau motivasi saya dulu jadi atlet ingin menang di setiap perlombaan tertinggi, dapat piagam dan piagam tersebut mempermudah saya daftar ke sekolah/universitas yang saya inginkan. Karena motivasi itu sudah terwujudkan semua, untuk motivasi sekarang saya sebagai atlet ya untuk memperdalam ilmu olahraga yang saya pelajari di kuliah jurusan olahraga ini. Saya sendiri ingin melanjutkan S2 harapannya semoga cita-cita saya untuk menjadi dosen olahraga tercapai. Sekarang ini saya masih latihan untuk event Pomnas, Kejurprov seperti itu karena daerah dan universitas masih membutuhkan saya sebagai atlet.

Baca juga:  Masih Malu Ketemu Orang Baru

Apa kesibukan lain diluar kegiatan menjadi seorang atlet?

Untuk saat ini kesibukan saya kuliah, latihan lari dan jika masih ada waktu kadang saya buka endorse di platform instagram untuk mengisi waktu luang. (mg2/mg5/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya