alexametrics

Nur Sitha Afrilia, Duta Bahasa Jawa Tengah: Optimistis Itu Wajib, tapi Jangan Ambisius!

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Besar dalam keluarga single parent tidak membuat Nur Sitha Afrilia kehilangan semangat.

Lulusan sarjana Sastra Indonesia Universitas Diponegoro ini membuktikan mampu menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Salah satunya juara tiga Duta Bahasa Jawa Tengah.

Prestasi apa saja yang pernah diraih dalam berbagai ajang lomba?

Semasa kuliah untuk tingkat nasional saya pernah mengikuti beberapa ajang lomba seperti start up competition, lomba karya ilmiah, duta museum Jawa Tengah, duta genre Kabupaten Pati, dan duta bahasa Jawa Tengah.

Lalu untuk tingkat internasional pernah mengikuti lomba di Delhi tahun 2016 mendapatkan penghargaan best speaker dan juara dua.

Saya juga sempat mengikuti Asia Pasific Future Leader Conference di Malaysia tahun 2016 mendapat predikat Best Idea dan menjadi representasi menteri luar negeri di sesi Model ASEAN Youth Summit 2017.

Saya juga pernah menjadi juara 1 Mawapres utama Fakultas Ilmu Budaya Undip tahun 2017.

Baca juga:  Jalani Segala Aktivitas dengan Sepenuh Hati

Bagaimana awal mula tertarik mengikuti berbagai ajang lomba?

Sejak TK jiwa kompetisi kompetitif saya sudah diasah. Peran orang tua sangat berpengaruh dengan mengikutkan saya di berbagai ajang lomba, kemudian sempat diikutkan sekolah tari dan les musik. Hal yang selalu ditanamkan orang tua saya, tidak menuntut anaknya untuk menjadi juara.

Prinsip yang dipegang melatih anak-anaknya harus bisa mengambil keputusan dan terlatih legowo. Prinsip ini dibuktikan sampai sekarang sehingga menjadi kebiasaan yang terus dibawa ketika mengikuti lomba harus siap menerima segala hasil baik itu menang dan kalah.

Selama ini, adakah ajang perlombaan yang paling berkesan bagi anda?

Semua ajang lomba yang diikuti memiliki kenangan dan kesan masing-masing. Bagi saya yang paling berkesan dari sekian banyak lomba itu pada saat juara tiga Duta Bahasa Jawa Tengah.

Baca juga:  Jago di Tikungan, Kuat di Tanjakan

Sempat gagal tahun 2018 namun tidak menyurutkan niat dan tekad untuk balas dendam ikut kembali pada tahun 2019.

Tahun 2019 itu sebenarnya mengalami masalah yang mematahkan semangat, namun saya berusaha bangkit dan membuktikan bahwa bisa menjadi juara. Hal ini yang menjadikan semacam ajang pembuktian dan juga privilege sesuai jalur yang dicita-citakan.

Menurut saya menjadi Duta Bahasa adalah anugerah Tuhan yang paling tepat diberikan pada saya, kelak saya berharap bisa menjadi bagian dari Kemendikbud sesuai apa yang digadang-gadang selama ini.

Sebagai mahasiswa dan Duta Bahasa, aktivitas atau kegiatan apa yang sedang dijalani?

Untuk pribadi, aktivitas yang sedang saya jalani yaitu menyelesaikan tesis, menyelesaikan novel ke-2 yang berjudul Ragana dan kadang untuk mengisi waktu luang.

Saya juga menulis cerpen dan  artikel akademik. Ini semua di luar kegiatan duta, karna kegiatan duta tidak setiap hari.

Baca juga:  Prihatin dengan Limbah Plastik, Bangun Bisnis Ramah Lingkungan

Sedangkan sebagai Duta Bahasa, aktivitas yang sedang dijalani, menyelesaikan Pemilihan Dubes Jateng 2021, sekarang mempersiapkan program untuk pemilihan tingkat nasional dan berkolaborasi dengan BBPJT untuk pemetaan bahasa di wilayah Jawa Tengah.

Harapan untuk generasi sekarang?

Harapannya, generasi muda zaman sekarang jangan terlalu latah! Kita memang dituntut adaptif, tapi bukan berarti kita melupakan jati diri bangsa. Jangan mudah menghakimi dan terus semangat untuk berproses agar segala mimpi yang kita rangkai terwujud. Ingat! Optimistis itu wajib, tapi jangan ambisius!

Semua sudah diperhitungkan Tuhan dengan baik, tugas kita hanya memperjuangkan apa yang kita inginkan dan jika memang belum bisa meraih apa yang kita mau jangan patah!

Setiap rencana kita tidak selalu berjalan seiring dengan rencana Tuhan, tapi segala sesuatu yang telah ditetapkan pasti menjadi hal yang baik. (mg1/mg3/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya