alexametrics

Menikah Tak Melulu Soal Cinta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Jargon ‘Yang Muda, Yang Berkarir, dan Berkeluarga’ sangat tepat disematkan kepada sosok Gita Surya Handari SH. Kesehariannya sebagai pelaksana di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng ini adalah ibu muda dengan dua anak yang masih kecil. Namun pemilik hobi singing, traveling, cooking, home decorating, ini tetap menjaga semangat dan keseimbangan antara sebagai ibu muda, istri, dan wanita karir sekaligus.

Jebolan fakultas hukum biasanya lebih tertarik menjadi praktisi hukum atau pegawai lembaga peradilan. Tapi Mbak Mega justru bekerja di Bank Indonesia yang kerap berhubungan dengan para jurnalis pula?

Ingin belajar hal yang baru, dengan berkarir di bank sentral. Apalagi, ilmu hukum merupakan ilmu yang sifatnya universal, hampir seluruh pekerjaan membutuhkan pengetahuan basic hukum. Seperti halnya saat ini, ditugaskan sebagai komunikator di bank sentral juga tak lepas dari penerapan prinsip-prinsip dasar hukum, sehingga dalam melalukan komunikasi kepada eksternal dipastikan pelaksanaannya tidak menimbulkan risiko hukum.  Saat ini, saya juga berperan sebagai kuasa hukum tempat saya bekerja, sehingga kerap beracara di pengadilan. Pada akhirnya apa yang dipelajari di kampus, dapat diamalkan pada pekerjaan yang sekarang.

Tak semua orang berani mengambil keputusan menikah muda, karena alasan ingin berkarir terlebih dahulu. Tapi Mbak Gita berani mengambil keputusan menikah muda dan berkarir sekaligus. Bagaimana menjaga keseimbangan dalam memerankan keduanya?

Baca juga:  Termotivasi Film Bollywood

Tidak dipungkiri menikah dan memiliki dua anak di usia muda sangat menyita waktu. Apalagi di saat work from home (WFH) seperti ini, saya dituntut untuk menjadi ibu, istri, dan pegawai di waktu yang bersamaan dan diharuskan melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Kuncinya, terus semangat dan memberdayakan diri semaksimal mungkin, menjalani peran sebagai ibu juga dengan belajar dan banyak membaca mencari ilmu agar anak dapat dididik dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Hampir tidak ada waktu sela untuk bersantai. Ini sudah menjadi kebiasaan saya 3 tahun ini. Namun dibalik lelah, ternyata banyak ilmu yang didapat baik dari sisi parenting maupun pekerjaan. Konsisten manajemen waktu merupakan hal yang penting, memberi pengertian kepada anak-anak bahwa ibunya juga punya kewajiban di kantor. Dengan demikian, akhirnya pekerjaan + dan peran sebagai ibu/istri dapat dijalani dengan baik. Tak heran ya, wanita menjadi tangguh dan kuat, karna dihadapkan dengan berbagai situasi kondisi dan juga tuntutan yang beragam.

Banyak yang bilang, seorang ibu itu sebagai madrasah atau tempat sekolah pertama bagi anak-anaknya. Bagaimana menurut Mbak Gita?

Sangat setuju, kita tidak bisa memasrahkan seutuhnya pendidikan anak-anak kepada sekolah/pihak lain. Karena orang tua termasuk ibulah yang bertanggung jawab atas pendidikan anaknya. Oleh karenanya, sebagai ibu, saya seperti mengulangi masa-masa sekolah lagi, banyak buku yang saya pelajari untuk mendidik anak dengan baik, mulai dari cara berkomunikasi dengan anak, sampai dengan melatih sensory dan motorik anak-anak yang tentunya sangat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19 ini. Karena mereka hanya di rumah saja, namun stimulasi harus tetap berjalan.

Baca juga:  Edukasi Berbahasa yang Baik dan Benar Lewat Hal-Hal Kecil

Perempuan berkarir kadang dihadapkan pada dilema, antara harus tetap menjaga performa dalam bekerja dan mendidik anak yang butuh perhatian ekstra? Apa tipsnya?

Tipsnya adalah, pertama, harus menanamkan mindset bahwa kita mampu menjalankan keduanya dengan baik. Jangan pernah merasa kita tidak mampu. Kedua, tanamkan mindset bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak kepada Allah yang sudah memberikan amanah kepada kita, dan kita juga punya tanggung jawab kepada lembaga tempat kita bekerja yang juga telah memberi amanah kepada kita. Rasa tanggung jawab ini yang kemudian akan mendorong kita untuk mengerjakan semua nya dengan baik.

Bagaimana meluangkan waktu me time dan menyalurkan hobi di tengah kesibukan kerja dan mengurus keluarga?

Di tengah kesibukan dan tuntutan sebagai working mom dan ibu dari dua anak, saya selalu meluangkan sedikit waktu untuk me time. Hal ini untuk menjaga mood saya agar saya juga dapat menjalani kegiatan dengan baik. Cara menerapkan me time-nya, jangan terpaku waktu, kapanpun ada kesempatan (sudah di luar office hour, anak sedang tidur/sedang berkegiatan tanpa kita) langsung saja mulai me time dengan menyalurkan hobi sendiri. 30-1 jam saja sudah sangat refresh pikiran kok.

Baca juga:  Dukungan Keluarga Jadikan Pribadi Tangguh dan Mandiri

Tren sekarang, sebagian kalangan milenial tertarik menikah muda. Bekal apa yang harus dimiliki kaum muda agar bisa menjalani pernikahan yang harmonis tanpa penyesalan dan bisa tetap berkarir?

Bekalnya adalah, kenali pasangan dan keluarganya dengan cermat. Karena ketika menikah, cinta mungkin saja sudah pudar. Tapi sifat-sifat pasangan akan tetap bertahan. Jika sifatnya baik, setia, penuh kasih sayang, dan bertanggung jawab, insyaallah pernikahan juga akan harmonis. Jangan lupa, menikah bukan melulu soal cinta, justru banyak tanggung jawab yang harus kita lakukan setelah menikah, mulai dari menghidupi keluarga, mencari nafkah, hingga mengurus anak bersama. Kunci dari semua itu adalah potensi masing-masing pihak, baik dari sisi sifat baik tadi, maupun potensi ia dalam menghadapi masa depan. Milenialis yang ingin menikah muda, juga jangan asal menikah, tapi harus punya target jangka panjang dan pendek, mulai dari tempat tinggal, income, anak, dan berbagai urusan lainnya. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya