alexametrics

Suka Hal Tabu, Sempat Stres Baca Komen Netizen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Adella Wulandari Cahyono merupakan youtuber asal Semarang. Namanya melambung berkat konten sex education yang ia kemas secara menarik. Gadis kelahiran Semarang 23 November 1997 ini semakin eksis setelah diundang di podcast-nya Dedy Corbuzier. Hingga sekarang, sudah 300 lebih video yang diupload dan mendapat penonton begitu banyak.

Sejak kapan menjadi youtuber? 

Aku bikin video youtube pertama kali tahun 2019. Sebelumnya tidak kepikiran, karena aku dulu seorang model foto sama suka make up dan lebih aktif di instagram. Dari situ tiba-tiba ada pikiran “kok nggak bikin youtube aja ya?”. Video pertama dibuat pakai kamera pacar, karena pacarku saat itu sudah lebih dulu terjun ke youtube dan udah punya banyak link juga. Nah, karena saat itu pas momennya aku jerawatan karena alergi sama salah satu make up. Dibikinlah video pertamaku cara menghilangkan jerawat.

Kenapa memilih konten yang dianggap tabu?

Mungkin karena faktor jurusan kuliah juga. Aku kan mengambil jurusan psikologi. Dan ternyata di psikologi itu ada materi yang berhubungan dengan seks. Karena aku pikir ada hal-hal yang tidak bisa dibicarakan di ruang kelas, akhirnya aku bahas di youtube yang lebih leluasa. Sedangkan dari aku sendiri memang suka ngomongin hal-hal yang berkaitan sama hubungan laki-laki dan perempuan, pacaran, sex education. Pokoknya apa saja yang masih dianggap tabu oleh masyarakat aku suka. Seperti misalnya seks bebas, review alkohol, sextoys dan lain-lain. Menurutku, hal-hal tabu seperti ini di lapangan sangat marak terjadi, tetapi jarang sekali dibahas. Nah, tujuanku sebenernya lebih ke education-nya aja sih. Bayangkan saja anak SD sudah tahu istilah-istilah tentang seks. Kalo nggak ada yang ngasih tahu kebenarannya kan malah bisa terjerumus. Dan kalo lihat videoku pas awal-awal, bahasanya masih menggunakan kata ganti yang lebih sopan belum sevulgar sekarang.

Baca juga:  Dari Religi, Rambah Dangdut, Campursari dan Pop

Tanggapan orang terdekat kamu gimana  kalau buat konten seperti itu?

Temen ada beberapa yang menjauh, karena mungkin udah beda visi misi dan tujuan. Tapi ya sudah, aku nggak mau ambil pusing, setiap orang pasti bertumbuh dengan caranya masing-masing. Nanti kita pasti juga dipertemukan sama temen yang satu tujuan. Kalau untuk keluarga sih santai-santai saja. kakakku fine-fine saja, bapakku juga nggak ngelarang. Cuma mama mungkin sedikit risih karena dibilangin sama tetanngga dan temen-temennya “Buk, itu anaknya kok kayak gitu?”. Nah, akhirnya ditanyalah sama mama kenapa aku buat video kayak gitu. Dari situ kita ngobrol, aku coba kasih pengertian. Dan syukur sekarang mama bisa mengerti dan biasa saja.

Baca juga:  Keprihatinan itu Nyata

Selain nge-youtube, aktivitas lainnya ngapain?

Dulu sempet bantu-bantu usaha orang rumah jualan nasi kebuli, aku bagian promosi saja. Kalau sekarang paling sering memang bikin konten sih. Paling kalau lagi gak ada jadwal ngerjain skripsi karena aku kan masih kuliah juga di Unika. Selain itu juga sempet buat brand clothing, namanya your mine. Cuma karena tim ku pada sibuk dengan project lain jadi berhenti dulu. Soalnya timku cuma lima orang termasuk aku. Aku memang nggak suka banyak orang, sedikit tapi efektif lebih baik menurutku.

Project ke depan mau buat apa?

Yang pasti aku bakal tetap terus bikin konten di youtube. Selain itu aku juga ada project tapi masih rahasia, do’ain aja semoga diberi kelancaran. Pokonya aku mau buat lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Karena banyak juga yang komen dan nanyain “mbak ada pekerjaan nggak?”. Dari situ aku mikir kayaknya aku harus buat sesuatu sebagai kontribusi pada mereka. Doain aja semoga cepet terealisasi.

Baca juga:  20 Tahun Hidup dari Komplain Tamu

Kontenmu kan dewasa nih, sering digodain sama netizan tidak?

Sering banget, banyak yang DM (direct message) tanya-tanya “Mbak open BO tidak?”, “Mbak udah nggak perawan ya?” dan macem-macem. Dulu pas awal-awal aku sempet down, bahkan sampai me-nonaktifkan sosmed sama youtube beberapa waktu karena nggak kuat bacain komenan seperti itu. Aku merasa menyampaikan hal baik, mencoba memberi edukasi, kan jarang yang bahas kayak gini, tapi orang nangkapnya kok beda. Dulu kepikiran terus setiap hari sampai bikin stress. Namun, akhirnya aku sadar kalo aku udah terjun ke sini, itu artinya aku harus totalitas, nggak boleh setengah-setengah. Dan pada akhirnya aku bisa bangkit dan menjadi seperti yang sekarang. (cr2/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya