alexametrics

Menghadapi Tantangan dengan Menjadi Diri Sendiri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sebagai seorang model dan mantan Mbak Duta Wisata Kudus 2018, Alivia Bunga Kurniawan tak merasa cepat puas dengan prestasi yang diraih. Gadis asal kota Kretek ini berhasil mendulang prestasi di panggung Miss Indonesia 2020 mewakili Jawa Tengah. Diberkati paras cantik dan kecerdasan intelektual, dara kelahiran 19 November 1998 ini mampu masuk peringkat 15 besar.

Sebelumnya apakah selalu aktif dalam dunia modelling?

Awalnya tidak punya keinginan ke arah modelling, tapi aku sempat bergabung dalam Mas Mbak Kabupaten Kudus 2018. Alhamdullilah juara 1 dan dikirim ke provinsi. Di provinsi Alhamdullilah harapan 3 Mbak Jawa Tengah 2018. Nah.. dari ajang Mas Mbak Kudus itu, mulai banyak tawaran untuk fashion show, foto, dan lainnya.

Awal mula tergabung dalam kontes Miss Indonesia 2020?

Aku memang tertarik sama kontes itu. Cuma, aku masih merasa belum pantas aja untuk ikut audisi sebesar itu. Tapi aku mau nyoba karena kepingin tau audisinya, interviewnya, gimana sih.. Jadi saat Miss Indonesia ngadain audisi di tempat Totok Shahak Modelling, Semarang, aku disuruh Om Totok bergabung ke Miss Indonesia. Kebetulan aku kenal dekat dengan beliau. Dari situlah akhirnya aku nyoba ikut audisi. Aku punya pemikiran bahwa Miss Indonesia bisa jadi batu loncatan yang bakalan berguna untuk masa yang akan datang.

Baca juga:  Jago di Tikungan, Kuat di Tanjakan

Pelajaran apa yang kamu dapatkan dari ajang Miss Indonesia 2020?

Banyak banget! Sampai aku nggak bisa sebutin satu per satu. Karena Miss Indonesia itu sendiri punya singkatan (m : manner i : impressive s : smart s: social) jadi dari situ aku belajar, cantik saja tidak cukup, tapi harus punya attitude dan manner yang bagus, dan harus bisa bermanfaat bagi orang lain tentunya. Di sana pun mentalku dilatih. Sekarang aku jadi pribadi yang lebih kuat.

Bagaimana perasaanmu ketika dikarantina?

Selama di Miss Indonesia itu karantina dua minggu. Hari pertama sampai keempat masih bisa dibawa santai. Nah, setelah masuk hari kelima itu kaya ada pressure tersendiri. Karena mungkin selama karantina mental dan fisik kita juga di-gojlok. Kita nggak boleh megang HP sama sekali. Baru boleh kalo cuma update aja. Itupun dikasih waktu beberapa menit. Telepon keluarga cuma pada hari ketiga dan kesepuluh aja. Itu pun sekitar 10 menit. Ini part tersedih sih selama karantina, karena semua finalis nangis saking kangennya sama keluarga. Selama karantina kita didampingi chaprone yang siap membantu pokoknya. Mereka yang ngatur jadwal kita, yang marahin kita, pokoknya mereka berperan besar sih.

Tantangan terbesar selama berada di Miss Indonesia?

Baca juga:  Nur Sitha Afrilia, Duta Bahasa Jawa Tengah: Optimistis Itu Wajib, tapi Jangan Ambisius!

Tantangan terbesar adalah insecure! bisa dibayangin kan di dalam Miss Indonesia itu isinya perempuan-perempuan cantik dan yang jelas pinter semua. Pressure-nya gede banget selama karantina. Terutama pressure dari dalam diri sendiri. Takut ngecewain keluarga, takut ini lah itu lah. Kalo aku pribadi nggak menargetkan apapun, yang terpenting aku berusaha dan selalu noted to my self  bahwa aku harus selalu jadi diri sendiri dan take it slow aja, mencoba untuk tetap tenang dalam kondisi apa pun, karena itu sangat penting.

Apakah memiliki cita-cita untuk mengembangkan karir di bidang modelling?

Intinya sih aku pingin jadi orang yang bisa bermanfaat bagi semua orang. Apapun pekerjaanku. Untuk dunia modelling sebenernya dari kecil aku udah dibawa mama masuk dunia itu. Karena mama aku kebetulan seorang model, dan waktu kecil sudah sering ikut fashion show dan sempet menang jadi juara umum Puteri Citra Jawa Tengah. Tapi setelah masuk SD nggak aktif lagi dan aku emang tomboy. Sebenarnya banyak banget yang menyarankan aku buat jadi model, cuma emang aku belum tertarik. Barulah setelah kuliah pingin nyoba keluar dari zona nyaman, masuk ke modelling.

Baca juga:  Bantu Mendesain Fasos dan Tempat Ibadah

Apa harapanmu ke depan?

Semoga aku bisa lebih memegang tanggung jawab terhadap apa pun pekerjaanku nanti. Semoga bisa memanfaatkan semua peluang yang ada, semoga bisa selalu mengembangkan skill yang aku punya dan pastinya semoga goals aku tercapai… Amiin. (mg2/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya