alexametrics

Amanda Margareth, Penulis yang Pernah Amnesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sebagai seniman yang aktif di dunia fotografi, melukis, dan kepenulisan, Amanda Margareth ternyata pernah memiliki pengalaman tak biasa saat dirinya duduk di bangku kelas 3 SMP. Gadis berusia 21 tahun yang pernah menerbitkan buku Enigma serta Museum dan Kita ini pernah mengalami amnesia sementara, yang membuat dirinya melupakan orang-orang di sekitar. Bagaimanakah kisahnya?

Bagaimana ceritanya kok bisa terkena amnesia?

Sebenarnya kalau ditanya seputar amnesia, terutama pada kurun waktu aku terkena amnesia, aku nggak ingat sama sekali sampai sekarang seperti apa. Tetapi menurut cerita orang-orang dan sumber-sumber yang aku tahu, waktu itu aku naik motor dan helmnya nggak dikancing. Jadinya pas ada gundukan pasir, aku terbang karena ngebut, dan kepala belakangku terkena paku. Lalu karena daerah perumahanku sepi dan gelap saat malam, nggak banyak orang berlalu-lalang. Jadi saat aku jatuh tergeletak berdarah-darah gitu, nggak ada yang bantuin. Kebetulan tetanggaku lewat, lalu lari ke rumahku ngasih tahu mama dan adikku.

Baca juga:  Buat Konten untuk Angkat UMKM Lokal

Apa yang pertama kali kamu rasakan saat mengalami amnesia?

Jadi saat aku mengalami gegar otak ringan yang menyebabkan amnesia temporer itu benar-benar ngerasa seperti nggak ada yang terjadi, karena aku benar-benar nggak ingat apa yang saat itu. Bahkan dalam beberapa video temanku, aku seperti orang yang nggak sadar kalau aku ada di rumah sakit. Saat pertama kali aku bangunpun, aku juga nggak ingat mama sama sekali.

Bagaimana reaksi orang sekitar kamu saat kamu terkena amnesia?

Sebenarnya aku nggak begitu ingat reaksi orang-orang saat itu. Tetapi katanya, saat aku dibawa ke rumah sakit, banyak temanku yang datang. So, the reaction is pretty normal i think, sama seperti ketika ada orang kecelakaan pada umumnya.

Baca juga:  Prihatin dengan Limbah Plastik, Bangun Bisnis Ramah Lingkungan

Apa kesulitanmu dan apa yang paling membuatmu merasa terganggu saat itu?

Aku benar-benar tidak bisa mengingat sesuatu. Jadi karena yang kena otak kecilku, memoriku terganggu. Bahkan, di saat yang bersamaan aku bisa tanya hal yang sama selama lima menit sebanyak tiga kali. Itu direkam gitu sama temanku. Misalnya saat di rumah sakit, aku berkali-kali tanya, “kita dimana sih? Kita mau ngapain?” Dan akhirnya dikerjain gitu sama teman-temanku. Dan aku tidak hanya mengalami kesulitan pada saat itu sampai sekarang. Dokterku pun selalu menyarankan aku untuk selalu melatih memori aku supaya tidak kembali lagi ke fase seperti itu. Lalu aku juga ada masalah keseimbangan. Jadi setelah operasi dan segala macam, aku diharuskan untuk belajar tentang keseimbangan. Jadi aku harus menyeimbangkan diri dengan baik. Karena gara-gara yang kena otak kecil, jadi aku agak susah buat seimbang.

Baca juga:  Temukan Passion di Kasidah

Dalam setiap kejadian, selalu ada hikmahnya. Adakah hal yang kamu syukuri dari kejadian itu?

Aku sangat bersyukur, aku menyadari seberapa banyak kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh teman-teman dan semua orang yang tahu akan kejadian itu. Memang setelah aku masuk rumah sakit dan mengalami amnesia, aku merasa semua orang jadi sangat perhatian sama aku. Jadi aku bersyukur bisa disadarin lagi akan hal itu.

Atas kejadian itu, hikmah apa yang bisa disampaikan untuk pembaca?

Aku ingin mendorong kalian untuk selalu bersyukur atas segala hal yang terjadi. Paling utama, berhati-hatilah naik motor, kalau bisa pakai helmnya jangan lupa dikunci! (mg1/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya