alexametrics

Chantika Laviara Hanri Putri, Atlet Voli Nasional: Dibela-Belain Latihan sampai Nangis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Darah pemain voli mengalir di tubuh atlet voli nasional Chantika Laviara Hanri Putri. Berbagai prestasi nasional dan internasional telkah diraih putri pasangan Budi Suharyono dan Rini Mardiani ini. Seperti apakah kisah si cantik kelahiran 17 Mei 2001 yang akarab disapa Chuca tersebut?

Sejak kapan Chuca suka voli?

Chuca sendiri tertarik dengan dunia voli sejak SD kelas tiga karena saat itu lihat mama dan papa main voli. Dari situ muncul keinginan Chuca untuk bermain voli ya meskipun saat itu masih belum bisa mukul bola dengan benar tapi Chuca sudah punya keinginan untuk bermain voli seperti papa dan mama.

Bisa diceritakan dulu awal mula Chuca mulai bermain bola voli?

Awalnya dulu dilatih passing bawah sama mama 50x setiap pagi. Terus habis itu dibuatkan bola voli tapi isinya kain dengan tujuan agar bolanya berat saat dipukul. Ini maksudnya biar Chuca pakai tenaga pas pukul bola, 20x tiap pagi. Lalu kelas 5 SD Chuca dimasukkan klub Mitra Kencana Semarang supaya makin meningkatkan skill Chuca. Nah, mulai kelas 6 SD sampai SMP kelas tiga, Chuca selalu ikut O2SN. O2SN itu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional di mana perwakilan olahragawan tiap sekolah unjuk diri. Yang pas kelas 3 itu Chuca ikut O2SN-nya di Makassar. Baru setelah SMA, Chuca ditawarin masuk SKO Ragunan Jakarta. SKO Ragunan itu adalah Sekolah Khusus Olahraga untuk para atlet seluruh Indonesia. Chuca masuknya tanpa seleksi, langsung dipantau oleh pelatih yang ada disana. Selama SMA ini lah Chuca bener-bener merasa menjadi atlet voli yang sesungguhnya karena Chuca sudah sampai ke luar negeri juga, ke Singapura, Thailand dan ke Malaysia.

Baca juga:  Orang Tua Shock Berat, dan Menutup Diri di Rumah

Respon orangtua seperti apa?

Mama papa sangat mendukung Chuca. Chuca bisa sampai seperti ini kan juga karena didikan mama dan papa. Dulu suka mikir, ‘jadi begini ya rasanya tiap latihan sama mama, dibela-belain nangis, dibela-belain tangannya sakit tapi ada hasilnya’. Tanpa orangtua, Chuca bukan lah apa-apa.

Sejauh ini prestasi Chuca selama menjadi atlet voli apa saja?

Dulu waktu masih SD sama SMP ya itu ikut O2SN, lalu 2017 Chuca ikut ASEAN School Game di Malaysia dan dapat juara 2. Habis itu ikut lomba antar SKO di Thailand, dapat juara 1 dan 3. Terus 2019 Chuca berpartisipasi dalam Proliga dan meraih juara 4.

Baca juga:  Aman, Stok Minyak Goreng di Jateng Masih 109 Ton

Apakah prestasi yang paling berkesan bagi Chuca?

Prestasi yang paling berkesan sih waktu Chuca ikut Proliga, kompetisi bola voli profesional tahunan di Indonesia. Karena Proliga itu Chuca bisa kumpul bersama para senior yang keren-keren dan latihan bareng. Nggak hanya sama senior tapi dengan orang luar (red: WNA) juga.

Apa saja kesibukan Chuca sekarang ini?

Kalau untuk sekarang ini sih kesibukan Chuca kerja. Alhamdulillah sekarang Chuca menjadi anggota TNI-AD karena ada tawaran dulu setelah lulus dari SKO Ragunan. Sama ini, Chuca masih rutin latihan tiap pagi di kantor biar tetap bugar.

Apakah ada yang ingin Chuca sampaikan kepada para anak muda, entah yang menekuni bidang yang sama maupun bidang yang lain?

Baca juga:  Miris, Dua Bocah SD Nekat Curi Motor, Ternyata Ini Alasannya

Pesannya sih jangan malas untuk berlatih. Jangan lupa berdoa serta jangan merasa cepat puas. Harus merasa ‘oh iya saya kurang ini, kurang itu’ supaya ada motivasi untuk latihan lagi. Semangat! (mg15/mg17/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya