27 C
Semarang
Minggu, 26 Maret 2023

Pelancong Berburu Makanan Khas Semarang, Sehari Terjual 5 Ton Bandeng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pusat oleh-oleh, mal, dan hotel di Kota Semarang menjadi jujugan para pelancong. Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ini, sudah pasti jauh lebih ramai ketimbang libur Nataru 2022 silam. Ini menandakan optimisme dan kebangkitan ekonomi.

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata dan pulang ke kampung halaman. Hal ini menyebabkan beberapa tempat wisata dan oleh-oleh diserbu masyarakat. Seperti di Jalan Pandanaran yang menjadi pusat oleh-oleh Kota Semarang.

Kendaraan yang didominasi roda empat ini mengantre untuk masuk ke pusat oleh-oleh. Sehingga membuat jalan menjadi macet. Salah satu toko yang dituju ialah Bandeng Juwana Elrina.

Bahkan kantong parkir tidak cukup menampung kendaraan. Mereka dialihkan ke toko di Jalan Pamulrarsih. Antrean panjang terjadi di tempat pemesanan bandeng presto. Meski menunggu lama, pembeli tetap mengantre dengan tertib. “Yang terkenal dan banyak dicari pembeli memang bandeng prestonya,” jelas karyawan Toko Wahyu Febrian.

Baca juga:  DBD Mengganas di Kota Semarang dan Batang

Tentu saja pihak pengelola sudah menyiapkan stok berlebih untuk mengantisipasi lonjakan pembeli selama libur Nataru ini. Baik untuk bandeng atau makanan lain. “Tentu saja kami menyiapkan stok lebih banyak di banding hari lain untuk pengadaan barang-barangnya,” imbuhnya.

Libur Nataru ini penjualan toko oleh-oleh Bandeng Juwana Elrina naik 50 hingga 60 persen dibandingkan hari biasanya. Bahkan dalam sehari pihaknya bisa menghabiskan lima ton bandeng di hari libur Nataru. Sementara di hari biasa hanya dua ton. “Untuk peningkatan jumlah pengunjung ya sekitar 50 sampai 60 persen ya,” akunya.

Lebih lanjut, pria berusia 31 tahun ini mengaku telah mengantisipasi lonjakan permintaan pembeli dengan menambah karyawan. Yakni 20 orang yang terbagi menjadi dua shift. Sehingga pembeli tetap bisa terlayani meskipun toko ramai.

Selain membeli secara offline, pembeli juga melakukan pemesanan secara online. Yakni melalui ojek online. “Kami menambah tenaga kerja saat event-event seperti ini, seperti pocokan sekitar 5 sampai 10 per shiftnya,” tambahnya.

Baca juga:  Mengintip Kekayaan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan

Salah satu pembeli Wulandari mengaku sengaja jauh-jauh dari Salatiga untuk membeli bandeng presto. Wanita berusia 25 tahun ini berniat membawa oleh-oleh untuk teman-temannya di Jakarta. “Ini mumpung cuti kerja, kemarin teman-teman nitip untuk dibelikan bandeng. Jadi saya sempatkan kesini sebelum berangkat,” akunya.

Berbeda dengan Toko Oleh-oleh Bandeng Elrina Juwana, Toko Oleh-Oleh Kampoeng Semarang tidak merasakan kenaikan pembeli ketika libur Nataru. Ketika koran ini datang hanya ada dua bus yang terparkir di halaman depan Kampoeng Semarang. Pembeli tetap sama seperti hari-hari biasanya. Namun, saat weekend ada kenaikan hingga 50 persen.

“Libur Nataru ini biasa saja seperti hari biasanya tidak ada peningkatan,” jelas Koordinator Parkir Widagdo.

Ia menambahkan jumlah bus yang datang ke Kampoeng Semarang hanya sekitar 5 hingga 20 bus setiap harinya. Kebanyakan pembeli juga wisatawan yang melakukan ziarah religi. Ia menyebutkan pengunjung didominasi dari arah Barat. Seperti Tegal, Pekalongan, Brebes, Pemalang, dan Batang.

Baca juga:  Korban Jaksa Gadungan Juga Diamankan, Sudah Bayar Rp 305 Juta

“Hari ini sudah ada 9 bus, itu dari arah Barat semua. Mereka sedang melakukan ziarah terus mampir kesini beli oleh-oleh. Memang 80 persen peziarah yang datang mampir,” katanya.

Widagdo mengaku biasanya meraup untung ketika weekend. Dalam sehari ada lebih dari 50 bus yang datang. Ia pun bisa memperoleh uang parkir hingga Rp 2 juta. “Kalau weekend justru ramai, omzet sehari bisa sampai Rp 2 juta. Kalau hari biasa paling Rp 400 ribu,” akunya.

Salah satu pengunjung asal Serang, Ulya mengaku menyempatkan datang untuk membeli oleh-oleh di Kampoeng Semarang. Menurutnya, selain menyajikan beragam oleh-oleh, Kampoeng Semarang juga memiliki kafe yang bisa digunakan untuk istirahat bagi pengunjung.

“Mumpung sedang liburan terus mampir kesini. Oleh-olehnya beragam bukan cuma khas Kota Semarang saja tapi seluruh makanan khas Jateng ada disini, seperti carica, enting-enting gepuk juga ada tadi,” ungkapnya. (kap/ida)

Reporter:
Khafifah Arini Putri

Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya