alexametrics

Rumah di Semarang Dihuni Adik dan Keponakan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RUMAH Tjahjo Kumolo di Jalan Citarum Utara Nomor 16 Semarang tampak sepi. Namun bangunan yang didominasi cat warna merah dengan pagar warna hitam tersebut tampak terbuka satu sisi pintunya. Ada satu unit sepeda motor terparkir di teras ketika koran ini datang sekitar pukul 14.00, Jumat (1/7).

Beberapa kali pintu diketuk, tak satu pun penghuni rumah yang keluar. Lampu di teras rumah terlihat menyala. Di dinding depan terpasang foto Presiden Soekarno dan Joko Widodo (Jokowi). Juga gambar sketsa Tjahjo Kumolo. Sedangkan di pagar depan terpasang MMT imbauan untuk disiplin protokol kesehatan lengkap dengan foto Tjahjo Kumolo sebagai Menpan RB.

“Kalau di rumah depan ini tidak ada orangnya, Mas. Rumah Pak Tjahjo memang di situ, tapi beliau jarang pulang. Rumahnya sepi terus,” kata sekuriti kantor di sebelah rumah Tjahjo Kumolo.

Ia menerangkan, rumah tersebut terkoneksi dengan rumah adik kandung Tjahjo Kumolo persis di belakangnya. Pria paro baya itu menyarankan koran ini mendatangi rumah adik kandungnya yang bernama Rini.”Coba Mas, ke rumah adiknya yang di belakang, lewatynya gang sebelah,” tambahnya.

Baca juga:  Bongpay Jadi Alas Cuci Baju dan Tutup Selokan

Koran ini mencoba mendatangi rumah adik almarhum. Namun rumahnya juga sepi.

Ika Haryanti, tetangga adik Tjahyo Kumolo menjelaskan, jika Tjahjo memang jarang pulang ke Semarang. Rumahnya di Jalan Citarum Utara, ucap Ika, lebih sering ditempati keponakannya. Sementara rumah belakang, ditempati adiknya, Rini Mumpuni.

“Itu yang depan ditempati keponakannya. Yang belakang punya adiknya. Kalau sepi, mungkin sedang ke Jakarta. Kalau saya, terakhir ketemu beliau waktu Pilkada 2019 lalu,” tuturnya.

Meski jarang bertemu, menurut Ika, Tjahjo Kumolo adalah sosok yang ramah dan supel.”Kalau ketemu langsung, beliau ramah dan supel. Itu kesan saya ketika beberapa kali bertemu beliau,” akunya.

Sosok Tjahjo Kumolo di mata para alumni SMA Negeri 1 Semarang, terutama generasi milenial dianggap sebagai teladan karena memiliki perhatian kepada alumni yang masih muda, meskipun memiliki perbedaan angkatan yang cukup jauh.

Baca juga:  Warga Terdampak Jalan Tol Semarang-Demak Dapat Ganti Untung Miliaran, Beli Kapling dan Bangun Rumah

“Jujur kaget dan tidak menyangka, kami merasa kehilangan, terutama keluarga besar SMAN 1 Semarang. Beliau sosok senior yang merangkul generasi muda,” kata Patrick Bagus Yudhistira, ketua almuni SMAN 1 Semarang angkatan 2006.

Patrick menjelaskan, kecintaan almarhum kepada Kota Semarang sangatlah tinggi. Di sela kesibukan beliau, jika ada kegiatan alumni, almarhum selalu menyempatkan waktu untuk datang.

“Saat kegiatan temu alumni berbagai angkatan, beliau malah yang mendatangi lulusan yang masih muda ataupun milenial, ngobrol dan memberikan perhatian serta semangat untuk berkarya. Tentu hal itu yang membuat kami kehilangan,” katanya.

Waka Humas SMAN 1 Semarang Eko Adinuryadin mengatakan, Tjahjo Kumolo merupakan alumni yang lulus pada 1976. Menurutnya, Menpan RB ini sering datang ke sekolah untuk melihat perkembangan SMAN 1 Semarang. “Beliau selalu menyempatkan waktu untuk datang ke sini. Terakhir untuk acara formal di tahun 2017 saat reuni akbar. Kemudian pada tahun 2018 dan 2019 beliau juga datang ke sekolah sembari gowes. Terkadang juga mengajak istrinya untuk nostalgia masa sekolah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Dulu Suram, Kini Terang, Meski Belum Digitalize

Ia menambahkan, Tjahjo Kumolo tergabung dengan Alumni Siji Loro (Aljiro). Kegiatan lain bersama dengan Aljiro selalu disempatkan untuk datang. Misalnya, saat peresmian Masjid At-Taqwa SMA N 1 Semarang tahun 2015 bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Tjahjo yang saat itu menjabat Menteri Dalam Negeri menandatangani prasasti yang tertempel di dinding masjid. Selain itu, ada sumbangsih lain yang diberikan bersama alumni. Seperti sarana prasarana sekolah, kursi, serta bangunan selasar yang langsung menghubungkan ke arah Masjid At-Taqwa.

“Jadi, selasar ini seperti lorong yang menghubungkan antara kelas dengan masjid. Apapun yang beliau sumbangkan pasti atas nama alumni,” katanya. (den/kap/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya