alexametrics

Kasus Covid-19 Melandai, Lokasi Wisata Mulai Diserbu Wisatawan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Melandainya kasus Covid-19 di Indonesia beberapa bulan ini membuat sektor wisata di Jawa Tengah mendapatkan angin segar. Salah satunya di Magelang. Dua wisata ikonik di Magelang, yakni Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, dan Taman Kyai Langgeng (TKL) Eco Park, Kota Magelang, mengalami peningkatkan jumlah kunjungan.

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan Radar Magelang, selama weekday saja jumlah pengunjung di Candi Borobudur sudah tembus di angka 3.000 sampai 4.000 orang. Sedangkan saat weekend atau hari libur bisa mencapai 5.000 sampai 9.000 kunjungan.

“Kami mencatat kunjungan saat liburan paling tinggi itu pada H+3 Lebaran kemarin, mencapai 31.500 pengunjung dalam satu hari,” jelas Wakil Sementara General Manager Unit Borobudur dan Manohara PT TWC, Pujo Suwarno saat ditemui di kantornya, Jumat (24/6).

Padahal target kunjungan bulan ini sebenarnya sudah tercapai pada 15 Juni kemarin. Pihaknya menargetkan di Juni jumlah kunjungan bisa mencapai 140.000 orang dan ini sudah tercapai. “Ini bisa menjadi catatan kalau kunjungan sudah semakin baik,” ucapnya.

Kendati begitu, kata Pujo, angka kunjungan ini masih belum kembali di angka normal. Meskipun sudah ada peningkatan jumlah kunjungan, usai adanya pelonggaran pasca lonjakan Covid-19 dan penurunan level PPKM di Magelang. Namun hal ini masih perlu penyesuaian dan proses kembali. “Kami masih belum bisa mengatakan hal ini pulih. Ini masih membutuhkan waktu dan recovery,” ucapnya.

Apalagi wisatawan masih belum bisa naik ke Candi Borobudur. Bahkan, ke depannya akan ada pembatasan pengunjung yang naik Candi Borobudur. “Untuk mengantisipasinya, ke depan kami akan mengembangkan sebuah konsep baru. Para wisatawan selain bisa menikmati Candi Borobudur, mereka juga bisa mendapatkan experience lain. Baik di zona satu dan dua, bahkan bisa di zona tiga dan empat, termasuk kawasan yang ada di sekitar candi,” imbuhnya.

Pujo menambahkan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah munculnya kasus baru di kawasan candi, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan dan standar CHSE. “Kami juga sudah menyiapkan plan A dan B, jika ada informasi dari pemerintah terkait kondisi pandemi ini,” katanya.

Sementara itu, di Taman Kyai Langgeng (TKL) Eco Park juga mengalami hal yang sama. Di weekend kunjungan rata-rata 3.000 sampai 4.000 pengunjung, sedangkan untuk hari biasa 1.000 sampai 2.000 pengunjung. “Saya berharap meningkatnya jumlah kunjungan ini dapat meningkatkan kembali sistem perekonomian di Kota Magelang,” ujar Direktur TKL Eco Park Arif Taat Ujiyanto.

Baca juga:  Kampung Pelangi Semarang Mulai Memudar
Masjid Agung Jawa Tengah selain sebagai destinasi wisata religi, juga menjadi tempat transit wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia sebelum melanjutkan wisata ke tempat lain. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MAJT Jadi Tempat Transit, Kota Lama Jadi Destinasi Favorit

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan kawasan Kota Lama menjadi tempat favorit wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang. Tercatat ada lonjakan kenaikan jumlah wisatawan, baik dari kota dalam maupun luar kota.

Sejak pemerintah memberikan kelonggaran aktivitas di luar rumah, trafik pengunjung MAJT terus mengalami kenaikan. Awalnya hanya 100 orang per hari, saat ini menjadi 5.000 orang per harinya.

“Sejak sebelum Ramadan lalu, pengunjung MAJT terus meningkat. Saat Ramadan memang sedikit berkurang. Namun mulai Mei dan Juni ini pengunjung melonjak,” jelas Kabag Humas dan Pemasaran Beny Arif Hidayat.

Lonjakan pengunjung ini berkaitan dengan banyaknya kegiatan outing class, seperti akhirussanah dan manasik haji. Selain itu, berbarengan haru libur sekolah. Bahkan, MAJT merupakan tempat transit bagi para peziarah luar daerah. Puluhan bus dan rombongan selalu datang setiap hari. Terutama saat hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Sedangkan destinasi favorit di MAJT adalah Menara Al Husna. Bagi pengunjung yang ingin naik, dikenakan tarif Rp 10.000 per orang. Namun pembatasan tetap dilakukan. Protokol Kesehatan (Prokes) juga diterapkan dengan ketat saat pengunjung berada di dalam ruangan. “Kalau Menara Al Husna ada pembatasan, sekali masuk sebanyak 200 sampai 300 orang,” tambahnya.

Ada juga kegiatan kajian di MAJT yang ditunggu masyarakat. Tak jarang saat kegiatan berlangsung, rombongan dari luar kota ikut mengaji. Saat koran ini datang, puluhan bus berjejer rapi di parkiran MAJT. Sedang ada kunjungan dari SMK Hampar Baiduri Lampung serta rombongan lain. Mereka berkeliling masjid, menaiki menara, dan sebagian ada yang sedang beristirahat.

Salah satu pengunjung, Ratna Anjani mengaku sedang malaksanakan kunjungan industri dari sekolah. Bahkan baru kali pertama ia menginjakkan kaki di Semarang. Khususnya MAJT. “MAJT ini ikon Semarang. Tujuannya adalah untuk menunaikan salat dan istirahat makan siang,” akunya.

Baca juga:  Kesenian Dengklung Mati Suri karena Kesulitan Regenerasi

Sementara di Kota Lama kenaikan pengunjung terus meningkat. Wisata ikonik di Kota Semarang ini dikunjungi wisatawan terbanyak di Jawa Tengah selama libur Lebaran.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar Jateng Setyo Irawan mengatakan, tahun 2022 ini ada peningkatan pengunjung dibanding tahun 2021.

“Jumlah wisatawan nusantara tahun 2021 mencapai 615,768 pengunjung. Di tahun 2022 sampai bulan Mei ini sebanyak 554.077 wisatawan. Jadi dipastikan peningkatannya sangat signifikan,” jelasnya saaat di temui di Kantor Disporapar Jateng.

Meski sudah ada pengumuman mengenai kelonggaran masker, pihaknya tetap menyarankan pengunjung memakai masker. Petugas pun dikerahkan untuk terus memberikan imbauan.  Menurutnya, spot keramaian di Kota Lama berada di Gereja Blenduk, Taman Sri Gunting, dan Jalan Letjen Suprapto.

“Harapannya wisata di Jawa Tengah ini menjadi wisata quality. Maksudnya pengunjungnya sedikit, tapi mereka mengerahkan semua biaya dan tenaganya untuk menginap di hotel serta membelanjakan uangnya di produk UKM Kota Semarang,” paparnya. Selain dapat mendongkrak pariwisata juga dapat mendongrak pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.

Sudah libur sekolah, pengunjung Semarang Zoo membeludak saat weekend Sabtu (25/6). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Semarang Zoo, Weekday 600 Orang, Weekend 3.000 Orang

Seiring dilonggarkannya peraturan pandemi Covid-19, sejumlah tempat wisata langsung mengalami kenaikan jumlah pengunjung. Masyarakat yang dua tahun lalu dibatasi aktivitasnya, langsung meluapkan kerinduannya untuk berwisata.

Kebun Binatang kebanggan Kota Semarang, yakni Semarang Zoo Mangkang, mencatat lonjakan jumlah wisatawan di banding hari biasa. Terbukti, Sabtu (25/6) kemarin, pengunjung mencapai ribuan. Kenaikan ini lima kali lipat lebih banyak di banding hari biasa.

“Rata-rata perhari 600 wisatawan. Kalau weekend begini mencapai 3.000 wisatawan,” kata Nico Setiawan, koordinator marketing Semarang Zoo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Terlebih saat ini sedang masa liburan sekolah. Praktis, pengunjung naik cukup signifikan. Selain dari kalangan keluarga, rombongan sekolah juga sangat banyak. “Masa liburan ini mereka piknik. Biasanya anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) dan anak-anak sekolah dasar (SD),” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pengunjung memadati Semarang Zoo sejak pukul 08.00. Rombongan wisatawan itu menggunakan kendaraan bus dan minibus. Dari sisi keluarga, mereka menaiki kendaraan roda empat hingga sepeda motor.

Baca juga:  Setelah Bunuh Istrinya, Andre Sempat ke Rumah Mertua untuk Jemput Anak

Sebagian dari wisatawan lengkap dengan ransel tanggung dan menenteng tas berisi snack hingga tikar. Sementara rombongan anak sekolah, tetap mengenakan seragam sekolah agar mudah dikenali oleh ketua rombongan. Beberapa anak tampak masih didampingi orang tuanya masing-masing.

Nico mengungkap, pengunjung di sini bukan hanya dari daerah sekitar Kota Semarang, seperti Kendal, Demak, Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Tapi dari luar daerah juga sangat banyak. Biasanya mereka melakukan reservasi H-2.

Bahkan dari wilayah timur banyak dikunjungi wisatawan dari Kabupaten Rembang, sementara dari wilayah barat mayoritas wisatawan dari Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat.

Mengusung konsep edukasi, rekreasi, dan konservasi, Semarang Zoo berupaya mengombinasikan ketiga hal itu untuk memuaskan pengunjung. Pihaknya juga menambahkan fasilitas baru berupa animal show atau pertunjukan hewan.

“Fasilitas yang termasuk tiket kami beri gratis 1x permainan di Play Play Zoo atau wahana bermain anak dan keluarga. Terbaru ada animal show pada pukul 09.00, 11.00, dan 13.00,” lanjutnya.

Sementara fasilitas lain seperti wahana kereta mini, perahu, becak, waterboom, ATV, masing-masing berbayar. Terkait tiket masuk, tidak ada perubahan. Untuk hari biasa Rp 20.000, Sabtu-Minggu Rp 25.000, dan hari libur nasional Rp 30.000.

Saat pandemi Covid-19 ini, pihaknya buka pertama pada Agustus 2021. Sesuai aturan, wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes), terutama 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi. Makanya di pintu masuk dilengkapi dengan pengecekan suhu tubuh, pemakaian hand sanitizer, banyaknya fasilitas cuci tangan di setiap sudut, hingga scan vaksin Peduli Lindungi.

“Kami ada Satgas Covid-19 juga yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Babinsa, dan Kambitmas. Kami bersinergi dengan mereka. Kami melakukan pengawasan agar protokol kesehatan tetap berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut ada rombongan wisatawan dari SD Islam Taqwi Semarang. Guru di sekolah tersebut Amy mengaku membawa 60 siswa untuk rekreasi edukasi di Semarang Zoo. Dipilihnya tempat wisata ini, selain dekat dengan sekolah, tiketnya juga terjangkau. (rfk/kap/ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya