alexametrics

Manjakan Pengunjung dengan Rasa dan Tongkrongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BISNIS minuman kopi semakin menjamur. Maklum, minuman olahan kopi saat ini dicap sebagai minuman kekinian. Banyak diburu kaum milenial. Apalagi coffee shop-nya ada spot tongkrongan menarik. Harga mahal pun tak jadi soal.

Peluang bisnis ini pun dimanfaatkan oleh Nisa Almadina. Gadis 23 tahun ini membuka coffee shop di Jalan Veteran Nomor 58 pada 2020. Namanya Ruang Kopi.

Alma, -sapaan akrabnya- menceritakan, saat itu pandemi Covid-19 melanda, dirinya sedang skripsi. Situasi itu membuatnya banyak memiliki waktu luang. Selain mengerjakan skripsi, dia juga ingin memanfaatkan waktu luang untuk belajar berwirausaha.

“Waktu itu kan punya temannya ayah saya, untuk mengisi waktu luang dikasih lah media Ruang Kopi ini untuk belajar berwirausaha,” kata gadis asal Semarang.

Baca juga:  Harusnya Guru Lebih Dulu Mencintai Puisi

Ruang Kopi memiliki menu signature Dunge Lemo Plunge, Palemon, dan Whiteless Rocky. Whiteless Rocky merupakan perpaduan antara jus buah dan kopi. “Desk-nya semua perpaduan antara buah dan kopi,” kata mahasiswi S2 Hukum Undip ini.

“Tidak cuma kopi saja, ada yang mojito, manggo lee, dan Rosie N Barry. Karena ada pelanggan yang tidak suka kopi,” imbuhnya. Selain itu, Ruang Kopi juga menawarkan beberapa snack erica platter, fren fries, dan risol mayo.

Ruang Kopi mengusung konsep indoor dan outdoor. Cukup cozy untuk berdiskusi, tempat nongkrong maupun mencari ketenangan. “Di sini muat 100 orang, dan dekat dengan masjid sini,” tuturnya.

Menurutnya, tren coffee shop di Kota Semarang cukup tinggi. Banyak anak muda berburu kopi dan tempat nongkrong yang asyik. “Dulu sih boba, sekarang trendnya kopi, terutama kopi susu,” tuturnya.

Baca juga:  Openaire Resto Bar Market Semarang, Menyuguhkan Ruang Terbuka dengan Konsep Hutan

Salah satu pengunjung, Sheila Aliya, 18, mengaku memang doyan kopi. Namun yang tidak begitu strong. “Karena saya punya magh jadi lebih krimi. Jadi enak,” kata mahasiswa Undip ini.

Dalam seminggu, Sheila bisa mampir ke Ruang Kopi dua sampai tiga kali. Diakuinya, ia selalu mengerjakan tugas kuliah di Ruang Kopi. Karena dirasa lebih tenang, sehingga bisa fokus menyelesaikan tugas. “Saya kalau cari ketenangan di sini. Karena vibes-nya beda, lebih efektif kerjain tugasnya,” tuturnya.

Awalnya, ia mencoba kopi di Tembalang, lalu marak. Dan mencoba di Ruang Kopi dan kebetulan cocok. (figur.ronggo.wasalim/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya