alexametrics

Tidak Melulu Berurusan dengan Mayat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menjadi bagian dari tim identifikasi (ident) tidaklah mudah. Perlu keahlian dan keberanian dalam diri agar paham serta mengerti tugasnya. Hal ini yang pernah dialami oleh Masud Abdillah saat pertama kali menjadi anggota tim ident kepolisian.

Pria berpangkat Aiptu ini sudah menjadi bagian dari tim ident sejak 2015 lalu. Berbagai pengalaman pernah ia alami selama menjadi anggota tim identifikasi. Dari mencari identitas mayat yang membusuk, memecahkan atau mengidentifikasi perkara, dan masih banyak lagi
Saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Magelang di kantornya, Kaur Ident Polres Magelang Kota ini langsung mengatakan kalau menjadi anggota ident tidak hanya melakukan identifikasi mayat. Namun, memberikan pelayanan kepada warga juga.

“Hal ini untuk mengubah pemikiran masyarakat dan anggota, kalau tim ident itu tidak hanya melulu mengurusi mayat,” ucapnya.

Menurutnya tim ident ini sangat sedikit diminati oleh anggota kepolisian. Rata-rata mereka berpikiran kalau menjadi tim ident hanya mengurusi persoalan mayat. Padahal tidak. Tim ident seperti seorang detektif yang menjadi kunci dalam memecahkan permasalahan.

Baca juga:  Jelang Tutup Tahun, Kontraktor Kebut Proyek

“Padahal lingkup kita juga melayani sidik jari, rekonstruksi, melakukan pemotretan dan peliputan suatu kejadian. Pokoknya enggak melulu soal mayat,” ujarnya.

Berbagai pengalaman pernah dialami oleh Masud saat menjadi anggota ident. Selama hampir delapan tahun, ia selalu menemui hal yang baru. Namun, satu hal yang pasti saat menjadi anggota ident, jika mengurusi autopsi mayat yang sudah meninggal lebih dari empat hari, pakaian yang dipakai saat di lokasi pasti akan dibuang.

“Biasanya itu kalau mayat sudah meninggal lebih dari empat hari, pasti baunya busuk sekali dan menempel di baju sampai enggak bisa hilang. Namun, kalau hanya semalam enggak dibuang, hanya dicuci saja,” ceritanya.

Ada kisah lain yang selalu diingatnya. Yakni saat penemuan mayat seorang gelandangan di daerah Sanden, Kota Magelang. Waktu itu sore menjelang maghrib. Di tubuh mayat tersebut tidak ditemukan bukti identitas sama sekali.

Baca juga:  'Sopir Artis' Truk Oleng Diburu Youtuber

“Saya sudah mencoba mencari, dari saku celana atau di baju. Ternyata benar-benar enggak ada,” jelasnya.

 MENCARI BUKTI : Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP penemuan mayat perempuan di bawah jembatan tol Semarang Bawen paa 13 Maret 2022.(istimewa)
MENCARI BUKTI : Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP penemuan mayat perempuan di bawah jembatan tol Semarang Bawen paa 13 Maret 2022.(istimewa)

“Namun, anehnya atau kebetulan. Malamnya saya (merasa) didatangi orang, dan ditunjukkan coba cari lagi di saku. Ternyata benar, pada hari berikutnya di saku celana ketemu nomor telepon keluarga. Ini hal yang paling berkesan dan selalu saya ingat,” imbuhnya.

Wartawan koran ini benar-benar heran, dan mencoba memastikan lagi apakah ia benar-benar didatangi ‘arwah’ korban. “Apakah itu selalu didatangi pak,” tanya Jawa Pos Radar Magelang.

“Iya mas, namun tidak semuanya. Setiap personel punya ceritanya masing-masing. Dan saya sudah mengalami dua kali, satunya korban bunuh diri,” jawabnya.

Kasi Humas Polres Magelang Kota Iptu Suharto sempat sembilan tahun tergabung i tin ident. Lima tahun waktu bintara dan empat tahun saat suah perwira.

Baca juga:  Selundupkan Burung dalam Semangka

“Banyak sekali suka dan duka menjadi anggota ident,” ungkapnya.

Jika berhasil mengungkap suatu kejadian atau perkara, ini menjadi kebanggaan tersendiri. “Kita merasa bangga sekali jika berhasil mengungkap. Hal ini tidak bisa diukur dengan materi mas,” jawabnya.

Suharto mengaku sudah puluhan lebih menangani ungkap kasus atau ungkap jenazah. Dari berbagai macam jenazah dan kasus yang ditangani, Suharto mengaku belum pernah sama sekali didatangi arwah korban. “Alhamdulillah mas, selama menjadi ident belum mengalami hal-hal mistis,” ujarnya.

Sebelum menyentuh jenazah, Suharto pasti melakukan ritual terlebih dahulu. Ritual yang dilakukan hanya sebatas berdoa dan meminta izin ke jenazah.

“Saya selalu berdoa dan mendoakan terlebih dahulu jenazah korban yang mau kita tangani. Bahkan waktu otopsi pun juga sama,” jawabnya. (rfk/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya