alexametrics

Arwah Korban Datang Membantu Identifikasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan dari anggota Inafis adalah kengerian bagi sebagian orang. Setiap ada laporan dari TKP (tempat kejadian perkara), selalu berkaitan dengan mengungkap identitas orang yang sudah tidak bernyawa. Dalam bekerja mereka dituntut untuk telaten dan teliti untuk mengidentifikasi korban. Bahkan mereka harus memutar otak bagaimana cara mengungkap identitas korban yang sudah sulit untuk diungkap.

Namun itu hanyalah segelintir cerita dari anggota Inafis. Salah satu dari mereka ialah Edi Ponco. Salah satu anggota tim Inafis dan Identifikasi Polres Semarang yang sekarang menjabat sebagai Kepala Urusan Identifikasi. Sudah dari 2018 ia terjun di dunia Inafis. Banyak pengalaman yang ia lalui. Mulai dari menemukan korban yang sulit untuk diidentifikasi hingga selalu terbayang saat melakukan evakuasi.

Baca juga:  Dibangun Megah Tapi Mangkrak, Buat Apa?

Baginya, menjadi petugas Inafis dan Identifikasi merupakan kerja kemanusiaan. Berhasil mengungkap identitas korban yang belum dikenali bisa membantu pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Tugasnya ya seperti itu mas. Jadi bisa saya katakan ini tugas kemaanusiaan yang harus dijalankan dengan benar-benar,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Selain menangani olah TKP untuk menemukan identitas korban, Edi beserta tim juga melakukan pelayanan umum di Polres Semarang. Yakni melayani sidik jari untuk perumusan SKCK.

“Kalau dulu kami juga melayani proses pembuatan SIM. Tapi saat ini kan pembuatan SIM sudah ada alatnya sendiri,” katanya.

Kejadian demi kejadian ia alami beserta tim. Apalagi bersangkutan dengan orang yang sudah tidak bernyawa. Tak jarang mengalami kejadian mistis. Menurut cerita dari rekan-rekannya, yang paling banyak mendapatkan kejadian mistis saat berada di rumah sakit saat dalam proses otopsi. Namun kejadian mistis tersebut bukan gangguan melainkan membantu mengungkap dan memberikan clue saat proses otopsi.

Baca juga:  Polres Semarang Siagakan Pasukan Keliling RT

“Biasanya mereka (korban) hadir di situ bukan mengganggu mas. Melainkan membantu, biasanya memberikan petunjuk untuk petugas,” katanya.

Selain itu perasaan takut akan selalu terbayang saat melakukan evakuasi korban yang kondisinya sudah membuasuk. Edi berprinsip bahwa tugas yang diembannya itu untuk kemanusiaan dan harus dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Karean petugas Inafis dan Identifikasi akan menjadi yang terdepan dan paling utama di TKP. Sebagai tugas dan juga dorongan untuk berbuat sesuatu yang sekiranya membantu untuk prosesnya demi kemanusiaan.

Dalam melakukan identifikasi korban pun tak jarang membutuhkan waktu yang lama, tergantung dari kondisi korban. Seperti kasus yang ada di Tuntang, pihak Inafis memaksimalkan pencarian identitas karena kondisi fisik korban yang sudah tidak bagus dan jika dilanjutkan di kemudian hari akan berubah semakin buruk untuk kondisi fisiknya.

Baca juga:  Ingin UMKM Berkembang, Harus Melek Digital

Lain halnya dengan korban yang kondisi fisiknya mengembang karena sudah lama meninggal dan baru ditemukan. Edi mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut terdapat trik-trik yag digunakan. Misalnya menyuntikkan air panas kemudian di keringkan dengan hairdryer agar kering dn terlihat sidik jarinya.

“Jika identitas dari korban bisa terungkap itu bisa menjadi kepuasan bagi kita sendiri mas. Dan kami akan terus membantu agar ada titik terang pada kasus yang terjadi,” tegasnya. (cr5/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya