alexametrics

Wajah Cabi dan Banyak Diam, Tapi Kuda Nil Itu Buas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Batang Dolphins Center punya tiga koleksi kuda nil, mamalia asal Afrika. Siapa sangka hewan bertubuh gempal dan sering berdiam di dalam air ini sebenarnya sangat buas dan ganas juga. Penampilannya menutupi sifat aslinya.

Mukanya memang cabi. Tentu menggemaskan bagi para wisatawan. Apalagi posisi kandangnya ada di urutan pertama. Hewan itu selalu berhasil menarik perhatian anak-anak yang melintasinya. Kuda nil terbesar bernama Yana. Usianya 20 tahun dan memiliki berat 2,5 ton. Pasangannya bernama Natalia, berusia 15 tahun dan memiliki berat 2 ton. Sementara anaknya bernama Tatang, masih berusia 6 tahun dan memiliki bobot 1 ton.

“Saya sudah 6 tahun menjadi keeper kuda nil. Ini perawatannya khusus. Wajahnya memang cabi dan lucu, tapi dia sebenarnya hewan paling berbahaya dan sangat buas. Walau begitu, kuda nil merupakan satwa spesial buat saya,” kata Akbar Rofi, 28, kiper kuda nil di Batang Dolphins Center.

Baca juga:  Nama Disamarkan, Dijual Mulai Rp 53 Ribu hingga Jutaan Rupiah

Gigitan kuda nil merupakan salah satu yang paling kuat di dunia. Kekuatan gigitannya mencapai 1.800 PSI. Mamalia terbesar ketiga di dunia itu mampu membuka rahang hingga 180 derajat. Menurut World Atlas, hewan ini menempati urutan ke-11 yang paling berbahaya bagi manusia.

Bahkan, dibandingkan singa, kuda nil tercatat telah membunuh lebih banyak manusia setiap tahunnya. Di Afrika, kuda nil tercatat telah membunuh sekitar 500 orang setiap tahun.

“Buaya saja kalah sama kuda nil. Tidak berani dia. Di sini saya mengurus buaya, biasa saja. Tapi kalau kuda nil, ada rasa takut dan harus selalu waspada walaupun dia sedang diam berendam di kolam,” ucapnya.

Baca juga:  Pulang Ngaji Dikeroyok Tujuh Berandal

Ia menjelaskan, kuda nil akan lebih agresif saat merasa terancam. Apalagi ketika menjaga anaknya. Rofi bahkan pernah dikejar saat membersihkan kandang. Kecepatan larinya bisa mencapai 48 kilometer per jam di darat. Natalia tiba-tiba lari dengan kencang saat Rofi membuka gerbang tempat memberinya pakan.

Sontak, Rofi langsung lari tunggang-langgang menuju pagar besi dan naik di atasnya. “Dia lari mau menghampiri, kami langsung lari ke luar pagar sampai kepala kejedot besi pagar,” ujarnya.

Kuda nil tiap hari diberi makan 3 kali. Berupa pelet, rumput, dan sayur seperti wortel. Tiap hari, kuda nil bisa menghabiskan sekitar 200 kilogram makanan. “Mereka makannya manja, rumput gajah yang panjang-panjang harus dicacah baru mau dimakan. Walaupun buas tapi manja,” kata Rofi.

Baca juga:  Dewan Panggil Pejabat Salatiga yang ‘Distafkan’, Pertemuan Dilakukan Tertutup

Kandang kuda nil di sana dibersihkan satu minggu sekali. Tiap hari Sabtu. Dalam satu minggu kuda nil bisa menghasilkan 30 karung kotoran. Untuk memandikannya, kuda nil disemprot dari pinggir. Kalau mood-nya sedang bagus bisa disikat tubuhnya. Kalau sedang agresif hanya disemprot dari pinggir.

Rofi tidak hanya menjadi keeper kuda nil. Ia juga menjadi keeper buaya, kasuari, lingsang, dan unta. Walaupun buaya juga hewan buas, ia merasa lebih ringan dalam merawatnya. Buaya hanya diberi makan satu minggu sekali. Kandangnya dibersihkan tiap tiga hari. “Kalau buaya itu kita pojok-pojokan. Buaya di pojok sana, kita di sini. Kalau buaya ke sini, kita geser ke sana. Di tengahnya kan ada kolam,” tandasnya. (yan/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya