alexametrics

Mengenal Iwan Hasto Edi Setiawan, Pencipta Animatronik Pertama di Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Iwan Hasto Edi Setiawan mengklaim dirinya yang asal Kota ‘Lumpia’ Semarang menjadi pembuat animatronik pertama di Indonesia. Bahkan ia telah menerima pesanan dari berbagai daerah sampai Aceh. Di antaranya, membuat animatronik Jurasic Park jenis Three Ceratops, Tirex, Raptor, dan Spinosaurus dengan tinggi 180 sentimeter dan panjang 450 sentimeter. Kini kota asalnya membutuhkan karyanya.

Nama Iwan Hasto Edi Setiawan sudah tenar di kalangan pecinta seni patung bergerak atau patung animatronik. Karyanya sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai taman hingga mal. Mulai patung animatronik beragam hewan Dinosaurus, mulai Triceratop dengan cula tiga, Veloeciraptor, T-rex, Tinosaurus,  Stegisaurus, Ikan Lele yang dipajang di Taman Lele Kota Seemarang, hingga Sapi yang akan dipajang di taman di Gunungpati Kota Semarang.

Baca juga:  Tak Punya Banyak Waktu, Dragan Mulai Siapkan Taktik

Untuk memesan patung animatronik, tak perlu ke China dan Amerika yang sudah lebih dulu mengembangkannya. Kini cukup ke Iwan Hasto yang kini tinggal di Pusponjolo, Semarang Barat, Kota Semarang.

Iwan Hasto sebagai seniman patung lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memang tidak diragukan kemampuannya. Meski begitu, latar belakangnya yang lulusan teknik elektronika Sekolah Teknik Menengah (STM) yang sekarang menjadi SMK Negeri 4 Semarang, memperkaya kemampuannya. Dia pun mengombinasikan ilmu seni dan ilmu elektronika. Jadilah animatronik.

Terkait awal menekuni pembuatan patung animatronik, Iwan Hasto tanpa sungkan mengaku dilatarbelakangi bisnis murni. Tapi dengan basic seni. Inipun karena dirinya memang memiliki kemampuan tehnis dan membentuk.

“Jadi saya tetap berkesenian. Meski ini murni bisnis. Tapi karena ini bisnis, tuntutannya ya sebaik mungkin dan secepat mungkin. Sebelumnya China dan America sudah bikin. Saya pun melihat ini peluang bisnis. Saya pernah diundang pameran ke Jakarta,” kata Iwan Hasto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (20/11) kemarin.

Baca juga:  Gelar Enam Kali Misa, Hanya Diikuti 100 Jemaat

Sekarang ini, Iwan Hasto sudah memiliki banyak perencanaan untuk membuat elemen estetis kaitannya dengan program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang. Menurutnya, membuat elemen estetis termasuk patung untuk keindahan taman dan Kota Semarang.

“Jadi ada kerja sama. Bahkan, Disperkim sudah merilis Patung Piere Tendean. Per 2020 kemarin, Trans Group tidak lagi beli ke China. Tetapi belinya ke saya,” tuturnya.

Terkait kendala membuat patung animatronik, Iwan Hasto memastikan tidak ada. “Basic saya adalah sarjana patung lulusan ISI Yogyarkarta. Jadi saya dapat mata kuliah proporsi anatomi dan sebagainya. Jadi saya tidak kesulitan,” jelasnya.

Terkait budget yang harus dikeluarkan dalam pembuatan patung animatronik, Iwan Hasto enggan menyebutkan. Namun pihaknya mengakui, pemasaran seluruh karyanya dilakukan oleh teman-temannya.

Baca juga:  Unjuk Kebolehan Menari dengan Alat Dapur

“Saya punya media sosial. Tetapi saya komitmen dengan semua teman saya untuk tidak nge-share produk-produk saya. Karena teman-teman khawatir, kalau saya ikut nge-share, nanti pesannya customer langsung ke saya. Jadi saya hanya jaga gawang,” ujarnya.

Pesanan pembuatan patung animatronik paling jauh, sampai ke Aceh. Kala itu membuat pesanan jenis Tinosaurus. “Paling jauh wahana Taman Rusa di Aceh Besar. Itu Tinosaurus yang punggungnya ada layarnya. Konon katanya hidup di dua alam,” jelasnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya