alexametrics

Minimalisir Kejahatan, Tiap RT di Kota Semarang Sudah Punya CCTV

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Setiap RT di Kota Semarang saat ini sudah memiliki minimal 1 CCTV. Beberapa wilayah penting juga ada CCTV-nya. Bahkan CCTV beberapa kampung saat ini bisa dipantau secara real time lewat Tilik Semar. Rencananya, seluruh CCTV di RT-RT akan tersambung dengan Tilik Semar. Jadi setiap sudut Kota Semarang akan bisa diawasi lewat CCTV.

Sebanyak 63 unit kamera CCTV telah dipasang di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik. Kamera dipasang di titik keluar masuk dan titik rawan di kelurahan tersebut. Penentuan titik pemasangan cctv ini melalui muswarah masing-masing RT dan RW. Kini CCTV sudah tersebar di seluruh RT dan RW di kelurahan tersebut.

“Karena di sekitar CCTV terdapat sinyal internet, jadi anak-anak malah suka bermain-main di dekat CCTV. Biasanya mereka bermain dan pakai internet di belakang CCTV-nya,” jelas Ketua RW 3 Kelurahan Gedawang Siswono.

Masyarakat tentu merasakan manfaat dari adanya pemasangan CCTV di Kelurahan Gedawang. Namun karena penangkapan gambar sedikit buram dan aktivitas masyarakat yang terlalu cepat, menyulitkan identifikasi pelaku semisal ada kejadian pencurian.

Adapun kejadian unik yang tertangkap lewat kamera CCTV, salah satunya pencurian bunga di kelurahan tersebut. Pelaku sadar ada kamera CCTV, berusaha berjalan melalui belakang kamera CCTV sehingga tidak terlihat jelas siapa pelakunya. Hal yang sama juga terjadi saat terjadinya pencurian motor di salah satu RW kelurahan tersebut.

“Pernah ada pencurian motor, tapi karena malam dan kameranya buram. Jadinya nggak keliatan jelas pelaku dan juga plat nomor motor pencurinya,” ujar Este Wulandari selaku sekretaris Kelurahan Gedawang kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tidak semua kamera berfungsi dengan baik. Ada beberapa kamera yang sudah rusak dikarenakan cuaca dan juga ada yang tidak connect ke aplikasi Tilik Semar. Pihak kelurahan pun sudah melaporkan masalah tersebut ke pihak pusat.

Baca juga:  Pemprov Gerakkan SKPD dan Dunia Usaha

“Tidak ada kerusakan yang tersengaja, beberapa mungkin rusak karena cuaca panas dan hujan. Palingan yang lain tidak berfungsi karena masih tidak connect ke internet sehingga tidak terhubung ke aplikasi. Tapi kami sudah lapor ke pusat,” ucap Suyud selaku Kasitrantib Kelurahan Gedawang.

Demikian halnya dengan 9 RT di RW 2 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, sudah terpasang CCTV. Semua dipasang di pojok di atas pos kamling. Bahkan, sebagian besar warga tak menyadari jika di tempat itu ada CCTV.

“Warga hanya mengerti jika mereka direkam dengan CCTV yang memiliki daya jangkau merekam hingga 50 meter,” kata Heru, seksi keamanan RW 2 ini.

Pernah merekam pencuri tabung gas elpiji berukuran 3 kg. Pencurian terjadi pada siang hari di salah satu warung milik warga. “Namanya juga warung di depan rumah, kan tidak selalu dijaga. Pelaku mengendarai sepeda motor. Sudah dua kali beraksi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang (17/10).

Pelaku berinisial G berhasil diamankan dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh warga. “Setelah diamankan dan diinterogasi, kami minta supaya pelaku jangan lewat sini lagi,” katanya.

Baca juga:  Sering Disepelekan, Sampah Elektronik Ternyata Simpan Racun Berbahaya

Ketua RW 2 Muktiharjo Kidul Petrus Seni Priyambodo, 61, menjelaskan, lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak perlu langsung lapor ke Bhabinkantibmas, karena pelaku akan merasa lebih jera dengan sanksi sosial. “Kami beri sanksi sosial dengan menandatangani surat pernyataan tidak lagi lewat ke sini (RW2, red),” katanya.

Seni menambahkan, CCTV yang terpasang di sudut-sudut kampung sangat bermanfaat, khususnya untuk keamanan. Ia berharap CCTV dapat terpasang di seluruh sudut perkampungan yang tidak dapat dijangkau oleh mata. Selain itu, ia berharap masyarakat dapat memantau CCTV di daerahnya yang sudah terpasang. “Jadi jika mereka berpergian, mereka bisa memantau keadaan di sekitar rumahnya,” jelasnya.

Demikian halnya dengan 41 RT yang ada di Kelurahan Mangkang, Tugu, sudah terpasang CCTV dari Pemkot Semarang. Keberadaan CCTV sangat diapresiasi masyarakat. Sebab, bisa mengetahui segala aktivitas sekaligus bisa mengantisipasi berbagai aksi kriminal di wilayah tersebut.

Bahkan, sejumlah kejadian aksi kejahatan bisa diketahui berkat dengan rekaman CCTV tersebut. Masyarakat juga sedikit lebih tenang karena sudah terpasang dengan CCTV. Meski tetap, warga menggelar ronda malam secara bergiliran untuk tetap menjaga keamanan kampung.

“Pernah ada yang kehilangan sepeda motor, tetapi karena melintas di area CCTV, akhirnya diketahui dan berhasil terekam,” kata Suparno, warga Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu.

Masyarakat menyambut baik dengan program satu RT satu CCTV yang sudah dilakukan Pemkot Semarang. Sejumlah titik bahkan sudah langsung bisa di pantai setiap waktu karena tersambung dengan server milik Pemkot Semarang. Sementara untuk masalah pemasangan dilakukan RT secara bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama. Sehingga lokasi ditentukan bersama dengan berbagai pertimbangan yang matang. “Kalau pemasangan ditentukan bareng di mana titik yang cukup ramai dan sentral,” tambahnya.

Baca juga:  Meski Pensiun, Tetap Kerja Produktif

Program satu RT satu CCTV sangat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat. Sebagai Ibu Kota Semarang, tentu keberadaan CCTV bisa memantau semua gerak di ruang yang berpotensi dan ramai. “Jadi kalau pas ada yang mencurigakan atau aksi kriminal bisa kita lihat lewat rekamannya,” tambah Sugiarto warga Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu.

Sekretarus Lurah Mangkang Wetan Ahsan mengatakan, jika keberadaan CCTV sangat bermanfaat untuk masyarakat. Dengan begitu, secara tidak langsung bisa mengantisipasi berbagai aksi kriminal. Sebab, CCTV dipasang di titik-titik sentral yang ramai dan sebagai akses utama masuk di setiap RT. Saat ini semua RT yang ada di wilayahnya sudah terpasang dengan rapi. “Ada 41 RT dan semua sudah terpasang,” tambahnya.

Saat ini ada beberapa titik CCTV yang sudah tersambung langsung dan bisa diakses Tilik Semar. Ia pun sangat senang, karena dengan begitu bisa meminimalisasi berbagai aksi kriminalitas. Selain itu, Mangkang Wetan memiliki jalan besar yang sangat padat sehingga membutuhkan CCTV. “Masyarakat senang dan mengapresiasi. Bahkan ketika ada kegiatan yang mencurigakan bisa dilihat langsung lewat CCTV,” tegasnya. (fth/mg13/mg14/c6/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya