alexametrics

Bhabin Milenial, Rajin Ngevlog, Pernah Tolak Endorse Produk Pelangsing

Bripka Yudha Septiawan Nugroho

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Bripka Yudha Septiawan Nugroho mengawali karir di kepolisian di Satuan Intel Polrestabes Semarang. Mantan anak band ini, sejak tahun 2019 aktif menjadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Peterongan.

Anggota Bhabinkamtibmas Peterongan yang akrab dipanggil Yudha ini, di sela-sela tugasnya, tetap aktif membuat konten edukasi di media sosial. Ia menggunakan nama beken Bhabin Milenial di platfoam media sosialnya.

Bripka Yudha mengaku memulai membuat konten edukasi sejak tahun 2018. Saat menjadi staf Bhabinkamtibmas di Kelurahan Lamper Tengah. Karena Bhabinnya masih muda, ia berinisiatif membuat konten vlog Bhabin. “Saat itu bersama Bhabinkamtibmas Lamper Tengah, namanya Mas Candra dan saya yang bagian membuat video,” katanya.

Video yang ia buat ternyata viral di internal Polri. Bahkan mendapat apresiasi dari pimpinan Polri. Itu jadi platform baru untuk mengedukasi masyarakat. Yakni secara digital dengan cara milenial. “Video kami sampai ke petinggi Polda hingga Mabes Polri. Saat itu saya termasuk pionernya,” akunya

Baca juga:  Perempuan Harus Berdaya, Bisa Keluar dari Kemiskinan

Pria lulusan pendidikan Bintara tahun 2004 ini memang memiliki keahlian dalam fotografi dan videografi. Di sela-sela tugasnya sebagai anggota kepolisian, ia memiliki sampingan kerja sebagai fotografer dan videografer pernikahan.

Tahun 2019 menjadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Peterongan. Meski begitu, ia melanjutkan membuat konten edukasi ke masyarakat. Awalnya ia mencari talent untuk membuat video, namun karena tidak ada yang mau, ia memutuskan menjadi talent-nya sendiri.

Ayah satu anak ini mengaku membuat konten menggunakan modal sendiri dengan memberdayakan apa yang ia punya. Seperti tripod, kamera, lensa, clip on dan lainnya dari kantong sendiri. “Sampai sekarang masih dengan modal sendiri. Poinnya yang penting edukasi ke masyarakat masuk,” tuturnya.

Baca juga:  Vlog Tingkatkan Kreativitas Siswa dalam Menyelesaikan Tugas IPS

Untuk proses shooting, Yudha memerlukan waktu satu jam. Karena konten sketsa yang dibuatnya berdurasi pendek antara satu sampai lima menit. Sedangkan untuk editing video paling lama dua jam. “Mulai dari script, penentuan lokasi, talent, editing, upload, saya lakukan sendiri. Bahkan tak like sendiri,” katanya sambil tertawa.

Ia mengaku, membuat video hanya saat tidak sibuk dan tidak ada tugas. Tidak pernah merencanakan waktunya kapan dan dimana. “Kalau direncanakan malah ndak bisa. Misalnya siang ini ada waktu luang, hubungi talent, langsung buat,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini banyak warga yang ingin menjadi talent dalam konten videonya. Mulai dari warga biasa sampai Pak RT dan Bu RW. Yudha mengatakan, kalau ada warga yang mendaftarkan diri jadi talent, ia support. Walaupun tetap dilatih terlebih dahulu sebelum melakukan shooting. “Kalau ada orang seneng ya harus di-support dulu. Tinggal saya latih beberapa kali. Kalau sudah siap, nanti take,” katanya.

Baca juga:  Ada 25 Tempat Kuliner, Parkir Jadi Persoalan

Yudha beberapa kali pernah diajak endorese produk. Salah satunya dari produk pelangsing tubuh. Namun ia menolaknya dengan alasan tanggung jawab moral menjadi Bhabinkamtibmas ke masyarakat sangat besar. “Sebagai Bhabinkamtibmas kan menjadi role model masyarakat. Saya tidak mau mengorbankan kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Yudha mengandaikan, jika menerima iklan pelangsing tubuh dan ada masyarakat yang kebetulan membeli dan tidak bisa langsing, ia yang akan menjadi sasaran komplain. Dari pada menjadi endorese produk, Yudha lebih memilih meng-endorese UMKM di sekitar Peterongan atau Kota Semarang. “Mendingan saya endorese UMKM saja, jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (cr7/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya