alexametrics

Tularkan Ilmu Aeromodelling ke Santri, Saat Ini Sudah Memproduksi 20 Pesawat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Potensi Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, sebagai desa wisata aeromodelling sudah tampak. Itu dibuktikan sebagai lokasi ajang lomba menerbangkan pesawat aeromodeling pada April 2021 lalu.

Kondisi Desa Sumbersari ini, masih seperti desa pada umumnya. Namun sejak ada rencana ditetapkan sebagai desa wisata, beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal berdatangan. Terutama orang nomor satu di Kendal, Bupati Dico Mahtado Ganinduto.

Semua itu berawal dari kegemaran Aipda Sutrisno terhadap pesawat. Bahkan, Sutrisno menciptakan pesawat aeromodelling yang digunakan sarana (miniatur) pesawat terbang untuk melakukan edukasi dan olahraga.

Aipda sutrisno menjadi pelopor ide pembuatan pesawat aeromodelling. Ia pun menularkan kegemarannya kepada para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma’wa, Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Salah satu santri di Ponpes Al Ma’wa, Irsyad, 19, mengungkapkan jika Aipda Sutrisno lah yang selalu memberikan pelatihan serta bimbingan kepada para santri di sela kesibukannya. Para santri pun merasa senang. Para santri tak hanya mempelajari ilmu agama saja, tapi mendapat bekal dan ilmu baru berupa keterampilan membuat dan menerbangkan pesawat aeromodelling.

“Saat ini kami sudah memproduksi sekitar 20 unit pesawat. Itu pun masih untuk memenuhi pesanan saja. Karena materialnya masih impor,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebelumnya, kata Irsyad, ide membuat pesawat aeromodelling itu berawal dari keresahan Aipda Sutrisno terhadap limbah pembangunan jalan tol di Kendal. Bersama warga, Aipda Sutrisno memilih untuk mengembangkan idenya di ponpes. Pengasuh Ponpes Al Ma’wa, Kiai Haji Ahmad Munawar, juga mendukung apa yang dilakukan santri dalam pembuatan pesawat aeromodelling ini.

Baca juga:  PKM Longgar, Salon Anjing dan Kucing Kebanjiran Order

“Kebetulan lokasi di pondok kami strategis dengan lapangan. Lalu Pak Tris (Aipda Sutrisno) membangun landasan untuk penerbangan pesawatnya. Abah juga mendukung santrinya untuk mengembangkan diri melalui pembuatan pesawat aeromodelling ini,” tuturnya.

Meski baru berjalan hampir dua tahun, rupanya aeromodelling memiliki banyak peminat. Para santri pun telah mendapatkan pesanan mulai dari Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin, hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Selain itu, kini pelatihan pembuatan aeromodelling yang digelar oleh Aipda Sutrisno juga menarik perhatian banyak ponpes dari berbagai daerah di Indonesia.

Irsyad mengaku, adanya pesawat aeromodelling di Desa Sumbersari ini menarik perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal yang berencana menggagas Desa Wisata Aeromodelling. Namun itu masih gagasan dari pemerintah, belum terealisasikan hingga kini. “Baru gagasan sih. Selanjutnya belum tahu. Para santri masih difokuskan untuk memproduksi pesawat,” katanya.

Baca juga:  Jalan Sudah Ditinggikan 15 Kali, Pintu Berubah Jadi Jendela

Tak hanya itu, warga Desa Sumbersari, Ubab, 24, mengungkapkan adanya aeromodelling membuat desanya didatangi oleh tokoh-tokoh ternama. Hal itu membuat desanya lebih dikenal oleh masyarakat luas. “Aeromodelling itu produksinya difokuskan ke para santri. Warga Sumbersari juga mendukung adanya kegiatan itu,” katanya.

Selain itu, menjadi sesuatu hal yang unik karena para santri yang biasanya mengaji kini bisa membuat peswat aeromodelling yang notabene memiliki tingkat kerumitan tinggi. Namun, dengan ketekunan dan keuletan para santri, membuat mereka mampu melawan batas bahwa santri tidak hanya jago mengaji.

Bupati Dico Mahtado Ganinduto mengapresiasi potensi Desa Sumbersari. Dirinya masih berencana menjadikannya sebagai Desa Wisata Aeromodelling. Desa ini akan menjadi sarana rekreasi, perlombaan, dan edukasi. Sehingga bisa memajukan wisata dan ekonomi di Kendal. terlebih sekarang. Terlebih sekarang Aeromodelling sudah resmi menjadi cabang olahraga (cabor) yang dilombakan. “Ini akan menjadi satu-satunya desa yang mengembangkan miniatur pesawat,” katanya saat Dico membuka Lomba Endurance Glider Fun Game Aeromodelling di Ponpes Al-Ma’wa, Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, April 2021 lalu.

Baca juga:  Fokus Low Budget, Spot Mudah dan Ikan Banyak

Plt Kepala Disporapar Kenal, Wahyu Yusuf Ahmadi sangat apresiatif dengan antusiasme masyarakat. Di Kabupaten Kendal sendiri, pesawat aeromodelling dinilai cukup unik. Sebab diproduksi industri rumahan yang diproduksi oleh para santri. “Ini membuktikan, meski santri tapi bisa melek teknologi,” ungkap Wahyu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sugiono akan mensupport infrastruktur yang dibutuhkan sebagai landasan pacu atau runway aeromodelling. “Akan kami sempurnakan lagi sesuai dengan kaedah-kaedah yang ada di Aeromodelling,” katanya. (cr8/bud/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya