alexametrics

Anwar Cholil Sibukkan Diri dengan Berorganisasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Mantan Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (BIKK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Anwar Cholil sudah purna sejak pada 2005 silam. Sudah 15 tahun lebih menikmati masa pensiun. Ternyata di usianya ang sudah 73 tahun ini, ia manfaatkan untuk aktif berorganisasi.

Anwar Cholil tak berdiam diri saat memasuki masa pensiun dari para abdi negara. Ia tetap mencari kesibukan yang sesuai dengan passionnya. Meski pensiun tahun 2005, tapi baru sejak tahun 2006 diangkat sebagai tenaga ahli manajemen di perusahaan percetakan PT Aneka Ilmu. Kemudian tahun 2008, ia menjadi konsultan ahli Bupati Kudus era Mustofa. Di sini, ia curahkan pengalamannya di pemerintahan untuk menciptakan pemerintahan yang baik di tingkat lokal. “Konsentrasinya sebagai konsultan dalam menentukan kebijakan yang baik bagi masyarakat,” kata Anwar.

Baca juga:  Tidak Risih Bermesraan di Tempat Umum

Sebenarnya hobinya berorganisasi sudah dilakukan sejak ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kala itu, ia mendirikan organisasi kemahasiswaan yang mengontrol demografi. “Setelah menjadi PNS dan anggota Korpri, tetap aktif menjadi sekertaris dan wakil ketua Korpri Provinsi Jateng,” ujar pria kelahiran Wonosobo, 12 Desember 1948 silam ini.

Saat ini, ia aktif di sebuah organisasi berbentuk yayasan kemasyarakatan. Ada tiga yayasan yang ia ikuti. Ketiganya, ia diposisikan sebagai pembina. “Menjadi pembina karena sudah tua. Lebih banyak menetapkan kebijakan strategis di bidang sumber daya manusia (SDM), mengangkat serta memberhentikan pengurus,” katanya.

Di antaranya di Yayasan Raudhatul Jannah Semarang. Yayasan ini bergerak di bidang keagamaan, sosial, dan kemanusiaan. “Ketiga yayasan yang saya bina semuanya menyangkut agama, namun stretching-nya berbeda,” tuturnya.

Baca juga:  Benda-Benda Cagar Budaya Tak Terurus, Ada yang Hilang Dicuri

Adapun yayasan Raudhatul Jannah Semarang lebih berkosentrasi kepada pengurusan jenazah dan makam muslim, serta pendidikan yang berbasis pesantren dan berorientasi pada entrepreneur.

Program yang kaitannya dengan makam yakni pelayanan makam muslim gratis. “Jadi mengurus makam yang tidak dibisniskan,” tuturnya.

Kemudian Yayasan Rumah Alquran Semarang. Ini konsentrasinya lebih untuk menciptakan penghafal, pengamal, dan pengajar Alquran. “Termasuk menerapkan basis ilmu di bidang informasi dan teknologi (IT),” katanya.

Untuk yayasan ketiga, yakni Yayasan Pendidikan Islam Tembalang. Yayasan ini menyelenggarakan pendidikan formal untuk menciptakan kader dai yang berwawasan keimanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. “Makanya membangun sekolah formal yang berbasis ajaran Islam berdasarkan Alquran dan Sunnah. Mulai dari TK sampai SMA,” tuturnya.

Baca juga:  Yoni Tergeletak di Halaman Rumah

Kecintaan Anwar Cholil berorganisasi, diakuinya, memiliki filosofi. Tuhan menakdirkan manusia sosial yang ditugasi menjadi khalifah/pemimpin di bumi untuk membangun manusia yang baik dan rakhmatan lil’alamin.

Konsekuensi sebagai makhluk sosial harus saling tolong menolong dan bekerjasama dalam kebaikan. Dalam pergaulan kehidupan modern, kerjasama antarmanusia akan lebih berdayaguna dan berhasil, salah satu alternatifnya jika diwadahi dalam sebuah organisasi. (ewb/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya