alexametrics

Modifikasi Resep Kakek, Roti Ganjel Rel Lebih Kekinian

Artikel Lain

NAMA Roti Ganjel Rel diambil dari bahasa Jawa, ganjel (ganjal). Karena bentuk roti yang mirip dengan balok kayu. Balok kayu ini dulunya digunakan untuk mengganjal rel kereta api (KA).

“Kalau orang zaman dulu bilangnya ganjril yang dibuat dari bahan baku geplek (singkong yang dikeringkan),” ungkap salah satu pembuat Roti Ganjel Rel, Eunike Elsa Ketut Sukadana.

Namun Roti Ganjel Rel yang dibuat Elsa merupakan hasil inovasi resep kakeknya. Dahulu kakek Elsa pernah bekerja di markas Belanda. Beliau diminta membuat Roti Ganjel Rel. Pada saat itu, tepung terigu belum ada.

Sehingga kakek Elsa menggunakan gaplek, gula Jawa Aren karena gula pasir belum populer, kemudian kayu manis, jahe, dan toping wijen. “Kakek saya kalau buat roti untuk orang Belanda tidak pernah pakai jahe,” ceritanya.

Baca juga:  Pengelola Bioskop Tiarap, Penonton Beralih ke Platform Digital

Suatu hari, hati Elsa tergerak untuk membuat Roti Ganjel Rel. Hal ini ia lakukan karena keluarganya termasuk salah satu penikmat roti ini. Elsa pun berkeinginan melestarikan kuliner zaman dulu. “Kalau beli mahal. Mencarinya juga susah,” kata Elsa kepada Jawa Pos Radar Semarang Sabtu (8/5).

Roti Ganjel Rel buatan Elsa tergolong unik. Ia memodifikasi resep dari kakeknya dengan menambahkan beberapa bahan. Roti yang dulunya dari bahan baku gaplek ini diganti dengan tepung terigu. Kemudian ditambah telur, margarin, dan susu. Topingnya pun tidak hanya wijen. “Pelanggan ada yang minta toping keju, atau abon. Ada juga yang minta ditambah cokelat,” jelas wanita 59 tahun itu.

Baca juga:  Selalu Bahagia, Tua pun Dipanggil Kak

Sampai saat ini, terhitung sudah 15 tahun Elsa membuat Roti Ganjel Rel. Roti buatanya ini pernah dijual ke Malang, Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bandung, Kuningan, dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa. Bahkan sampai Balikpapan, Kalimantan, dan Bali. “Mereka yang beli pelanggan setia Roti Ganjel Rel,” aku wanita yang sering memenangkan kompetisi membuat makanan.

Saat membuat Roti Ganjel Rel, Elsa hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit sekali produksi. Dalam waktu satu hari, ia bisa membuat hingga 50 buah Roti Ganjel Rel dengan berat setiap roti 400 gram. Roti yang panjangnya 18 sentimeter dengan lebar 7 sentimeter ini dibanderol dengan harga Rp 20 ribu. “Roti ini termasuk murah. Di toko oleh-oleh, harganya mencapai Rp 80 ribu,” bela wanita yang pernah belajar dengan Chef Arnold Poernomo.

Baca juga:  Bisnis Taksi Hidup Segan Mati Tak Mau, Sebagian Pilih Jual Armada, Kembangkan Bisnis Kargo

Elsa mengakui kalau roti buatannya empuk, rasanya legit, bisa bertahan delapan hari tanpa pengawet. Ditambah lagi harganya terjangkau, cocok dinikmati oleh semua umur. Roti Ganjel Rel Elsa dijual secara offline saat ada pameran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan di Pasar Sawahan Kalongan, Kabupaten Semarang. Penjualan onlinenya melalui Google bisnis dan whatsApp.

Selain Roti Ganjel Rel, Elsa juga menjual berbagai macam olahan kuliner dari resepnya sendiri seperti abon lele, bakpia lele, jenang ikan kutuk, dan masih banyak lagi lainnya. (mg6/ida/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya