alexametrics

Ratanika Putri Semarang Wujudkan Jadi Klub Profesional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Ratanika Putri Semarang (RPS) lahir dari kegelisahan karena minimnya peran kaum perempuan dalam sepakbola. Padahal, secara nasional maupun internasional, pesepakbola putri sudah mulai banyak digemari. Bahkan sudah ada event tingkat dunia.

Ratanika sendiri bernilai filosofis yang berarti kereta perang. Klub ini diharapkan bisa benar-benar menjadi wadah untuk mencetak dan membesarkan putri dalam sepakbola dengan skill yang mumpuni. “Sebetulnya Ratanika dibentuk dari komunitas sepakbola putri KKS Girl Semarang dengan ketua Mas Hamdani. Kami ingin mencetak profesional, makanya dibentuk klub,” kata pelatih sekaligus penggagas Ratanika Putri Semarang (RPS), Aji Irawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Antusiasme anak-anak untuk bergabung cukup bagus. Klub ini memang sengaja dibentuk untuk kaum perempuan yang ingin menjadi pesepakbola dengan usia 9 tahun ke atas. Untuk latihan rutin, dua kali seminggu. Rabu di Ngijo Gunungpati dan Sabtu di Lapangan Sidodadi Semarang. “Kami ingin mencetak bibit unggul. Bahkan jika PSIS butuh pemain perempuan, kami sudah mempunyai bibit-bibitnya,” tambahnya.

Baca juga:  Difabel Harus Diberi Kesempatan Bergabung di Sekolah Umum

Sebagai klub baru, RPS cukup matang. Bahkan, Ketua KONI Semarang Arnaz Agung Andrarasmara turut memberikan dukungan. Pasalnya, saat ini belum ada tim putri secara spesifik. Kalaupun ada, hanya berorientasi ke futsal. “Makanya kami optimistis bisa melahirkan pemain putri handal dengan kualitas bagus. Apalagi belum ada tim lain,” tambahnya.

Diakuinya memang berbeda penerapan latihan dan pola bermain tim perempuan. Lebih pelan ketimbang tim laki-laki. Sehingga harus lebih sabar ketika melatih tim sepakbola perempuan. Termasuk porsi latihan tidak selama dengan tim laki-laki. “Ya kalau melatih pesepakbola putri harus lebih ekstra sabar dan pelan. Yang penting mereka enjoy,” ujarnya.

RPS mempunyai target besar untuk memajukan sepakbola perempuan di Jateng. Selain itu, ingin mengikuti event piala pertiwi, turnamen lokal, liga Gerakan Sepakbola Putri Indonesia. “Untuk usia minimal 14 tahun sampai 24 tahun. Kami tetap terbuka, kalau ada yang mau jadi pesepakbola putri silahkan bergabung,” tambahnya. (fth/ida) 

Baca juga:  PKM Longgar, Salon Anjing dan Kucing Kebanjiran Order

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya