alexametrics

Sedekah Digital Permudah Masyarakat Beramal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Di tengah perkembangan teknologi, bersedekah kian mudah dan tidak perlu repot. Ada banyak cara, tinggal klik barcode atau transfer ke rekening bank dari dalam rumah masing-masing, sedekah sudah langsung sampai. Namanya sedekah digital. Ada juga ATM beras dan menggunakan aplikasi yang tersedia.

Di Kota Semarang sudah banyak masjid yang menggunakan metode sedekah digital, meski sedekah manual atau konvesional tetap jalan. Adalah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menyediakan barcode sedekah digital di setiap tempat strategis. Tak perlu membawa uang cash.

Salah satu jamaah masjid, berusaha mendekatkan layar handphone miliknya ke barcode yang tertempel di beberapa tempat. Lantas melakukan klik, maka nilai uang dalam rekening bisa langsung sampai ke tujuan. “Sedekah menggunakan barcode di MAJT ini sudah cukup lama,” kata Sekretaris Pengurus Pusat MAJT Jateng KH Muhyidin.

Hanya saja, memang masih belum begitu familiar. Butuh sosialisai atau pengenalan agar sedekah digital ini dikenal masyarakat. “Sejauh ini masyarakat yang bersedekah dengan menggunakan barcode masih cukup terbatas,” ungkapnya.

Baca juga:  Kamar Super Mewah, Ada Tamu Youtuber Rela Bayar Rp 48 Juta Semalam

Selain sedekah barcode, MAJT juga memiliki ATM Beras yang pertama di Jateng. Penerima manfaat ATM Beras diprioritaskan bagi pekerja lepas MAJT dan masyarakat sekitar yang dinilai berhak menerima. Setiap KK akan menerima 10 kilogram per bulan dengan 2 kali pengambilan. Setiap penerima akan diberikan kartu ATM Beras yang bisa digunakan untuk mengambil beras 2 kali sebulan. “Caranya ya sama menggesekkan kartu ATM seperti saat mengambil uang,” tambahnya.

Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji mengapresiasi sedekah digital. Selain memudahkan masyarakat bersedekah, hasilnya bisa digunakan untuk kepentingan umat. “Ini terobosan bagus, tetap mengikuti perkembangan zaman. Namun yang terpenting niatnya,” katanya.

Selain di MAJT, ternyata di Kota Semarang ada enam ATM Beras. Yang pertama justru di Masjid Baiturrahman Semarang. Ini bagian dari terobosan Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman (Ikamaba) yang mendapatkan hibah dari alumnus ITB asal Kota Semarang.

Ketua Ikamaba, Asrul Sani mengatakan, mesin ATM Beras kali pertama dirilis pada 2018 silam. “Untuk mempermudah pendistribuasian bantuan kepada kaum duafa di Kota Semarang,” kata Asrul, kemarin.

Baca juga:  ATM Beras, Inovasi Memperkuat Ketahanan Pangan Kota Semarang

Pengambilan beras di mesin ATM tersebut harus menggunakan kartu khusus yang dirilis oleh Ikamaba. Saat ini sudah ratusan kartu yang dibagikan kepada kaum duafa di Kota Semarang. Untuk berasnya, masih mengandalkan bantuan dari masyarakat. “Awal mula kami rilis ATM Beras, ada bantuan dari Pemkot Semarang beras 2 ton dan langsung habis,” terangnya.

Sekarang ini, memang jarang difungsikan mengingat semakin sedikitnya donasi beras dari para donatur. Kalaupun ada donatur, sangat terbatas. Untuk itu, pengambilan berasnya dibatasi sampai dua kilogram untuk satu kartu selama 2 hari. Hal itu untuk meminimalisasi kecurangan saat pengambilan beras. “Jaga-jaga supaya tidak ada yang mengambil terus setiap hari. Karena ini, satu kartu untuk satu orang,” katanya.

Program Ikamaba ini kemudian diteruskan oleh Pemkot Semarang. Setidaknya, Pemkot mendirikan lima ATM beras di beberapa masjid. Di antaranya di Masjid Al-Iman Mugassari, Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Palebon, Masjid Al-Huda Kelurahan Mangkang Kulon, Masjid Baitul Makmur Kelurahan Kuningan, dan Masjid Al-Huda Kelurahan Tandang.

Takmir Masjid Al-Iman Mugassari, Tri Warsono mengatakan, ATM Beras didirikan untuk membantu warga kurang mampu. Namun di masa pandemi ini, ATM Beras di masjid sudah tergantikan dengan lumbung warga. “Secara fungsi sama. Sama-sama menyalurkan beras. Tetapi kalau lumbung warga kan ada tambahan minyak atau paket sembako,” kata Tri.

Baca juga:  Awalnya Fotografer Freelance, Akhirnya Banyak Orderan  

Ia menjelaskan untuk ATM Beras di masjid tersebut diperkenalkan oleh Pemkot Semarang melalui program Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang pada 2019 lalu. Kemudian bertahan sampai pertengahan 2020. Fungsi utama ATM Beras ini adalah untuk membantu masyarakat yang tidak terdata Jamkesmas dan tidak mendapatkan raskin.

Adapun pengambilan ATM Beras di masjid, harus menggunakan Kartu Semarang Hebat yang dirilis Pemkot Semarang. Batas maksimal pengambilan satu kartu yakni 2,5 kilogram. Siapapun warga yang memiliki kartu tersebut, diperbolehkan mengambil selama sehari sekali saja. “Lumbung warga justru menjadi lebih lengkap,” terangnya.

Awalnya, satu mesin ATM di lima masjid mendapat alokasi sebanyak satu ton beras setiap bulan dari Dinas Ketahanan Pangan. Alokasi tersebut dapat dipergunakan untuk membantu 100 orang. (fth/ewb/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya