alexametrics

Pandemi Justru Dapat Donasi Rp 11 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tak seperti biasa, akhir tahun 2020 lalu Gerakan Infaq Beras Salatiga mendapatkan donasi sebanyak Rp 11 juta dalam sebulan. Padahal sejak 2019, rata-rata donasi yang terkumpul sekitar Rp 7 juta. Sedangkan Maret 2021 kemarin, dapat mendonasikan 8,5 kuintal beras untuk 9 panti asuhan dan pondok pesantren (ponpes) di kawasan Salatiga, Semarang, dan Magelang.

Ketua Gerakan Infaq Beras Salatiga Luqman Suryo Mulyono mengaku, telah melakukan kegiatan sosial kemanusiaan tersebut sejak 2018. Awalnya gerakan infaq beras diinisiasi oleh rekannya sekitar 2013 di Pontianak. Ini karena anak panti asuhan di sana belum mendapatkan makanan yang layak dan bergizi.

“Sekarang ada 79 cabang kota gerakan infaq beras yang aktif di seluruh Indonesia dan 4.610 panti asuhan dan pondok pesantren yang rutin menerima infaq beras bulanan. Kalau di wilayah kami ada 27 panti yang terdaftar sebagai penerima,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selama ini pihaknya mengakomodasi donasi melalui transfer ke rekening bank atas nama Infaq Beras Salatiga. Menurutnya membuka rekening khusus merupakan bentuk keseriusan timnya melakukan aksi sosial. Selain itu, gerakan beranggotakan 14 orang itu aktif mengunggah kegiatannya di Instagramnya @infaqberassalatiga.

Baca juga:  Pengamat: Transportasi Online Rusak Sistem Transportasi Umum

“Gerakan seperti ini kalau punya rekening sendiri dan laporan dana update lewat medsos, Insyaallah para donatur percaya dalam menitipkan hartanya untuk infaq,” imbuhnya.

Menurutnya di era digital yang serba mudah, donasi infaq via transfer lebih diminati banyak orang. Selain aksesnya mudah, hemat waktu, uang juga dapat dikirim kapan saja dan di mana saja. Bahkan bila memiliki m-banking, donatur hanya perlu mengusap layar smarphone untuk berdonasi.

Jumlah infaq pun beragam dengan batas minimum Rp25ribu. Pihaknya mengaku setiap bulan memiliki sekitar 30-40 donatur tetap. Terkadang satu orang bisa memberi hingga Rp 1 juta. Pada akhir bulan, dana dibelanjakan menjadi beras untuk dibagikan ke 27 panti asuhan dan pondok pesanten.

Baca juga:  Diminati Generasi Milenial, Tapi Ritme Harus Cepat

Pada awal launching gerakan tersebut, Luqman mengatakan hanya mendapat Rp 2,5 juta. Seiring berjalannya waktu, donatur bertambah banyak. Jangkauan panti dan pondok yang menerima beras ikut bertambah. Baginya kunci gerakan sosial adalah konsisten dan sabar. “Tim kami ada yang PNS, guru, dan pengusaha. Jadi mereka bantu mengajak saudara dan orang sekitarnya, dan seterusnya semakin luas,” tandasnya. (cr1/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya