alexametrics

Selalu Ngangeni, Ternyata Ini Resep Rahasia Tahu Petis Prasojo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tahu Petis Prasojo, salah satu yang makanan khas Kota Semarang yang legendaris yang sangat disukai masyarakat Kota Semarang.

Buka sejak tahun 1980. Tahu petis rintisan Liliek Windarto, 50, masih beroperasi sampai saat ini. Dulu saat berhenti kerja ikut orang lain, ia dan keluarganya ingin membuat usaha sendiri. Akhirnya memilih tahu petis sebagai lahan usaha.

Kala itu belum banyak yang menjual tahu petis. Ia mulai berjualan menggunakan gerobak, lokasinya di GOR Simpang Lima Semarang, yang sekarang menjadi Mal Ciputra. Namun sejak proses pembangunan mal tersebut, Liliek bergeser dan akhirnya pindah di Pujasera hingga saat ini.

Ayah tiga anak ini menjelaskan, nama Prasojo memiliki arti sederhana. Nama pemberian orang tuanya ini, menyesuaikan tempat jualannya yang sederhana. “Dulu warung kami masih sederhana pakai gerobak ala kadarnya. Sedikit-sedikit, yang penting berkah. Alhamdulillah, jalan sampai sekarang,” ujarnya bersyukur.

Baca juga:  Tak Hasilkan Gas, PLTSa Jatibarang Merugi
Tahu Petis Prasojo ciri khas Kota Semarang, manis dan gurihnya selalu bikin kangen. (Istimewa)

Kini tahu petis sudah merebak di Kota Semarang. Namun, tahu petis Prasojo memiliki daya tarik tersendiri. Selain legendaris, petis yang dipakai adalah ciri khas Kota Semarang yakni rasa manis dan gurih. Bedanya lagi, ia memproduksi sendiri petis ini. Cara pembuatannya mudah. Menggunakan tepung tapioka, udang dan cumi digiling bersama. Kemudian ditambah dengan garam, gula, dan bawang putih. Proses masaknya pun masih menggunakan alat tradisional tungku. Di masak selama empat jam dan harus diaduk, supaya tidak menggumpal dan gosong.

Dari segi ukuran, tahu petis ini juga berbeda. Menggunakan tahu jenis pong dengan ukuran lebih besar, lebar, dan ngembung. Adapun penyajiannya dengan memasukkan petis langsung ke dalam tahu yang sudah digoreng. Disajikan dengan cabe rawit, rasanya makin menggigit. “Karena beda inilah, orang-orang bilang tahu petisnya ngangenin. Pada balik lagi,” imbuhnya.

Baca juga:  Tak Bisa Candle Light Dinner di Restoran, Rayakan Valentine di Rumah Saja

Salah satu pembeli, Fitriana mengaku selalu membeli tahu petis Prasojo sejak kuliah. Menurutnya, rasa yang disuguhkan beda dan punya ciri khas. “Rasanya sama sejak dulu, selalu bikin kangen,” ujarnya.

Di hari biasa, Tahu Petis Prasojo terjual ratusan tahu. Namun, ketika weekend bisa mencapai dua kali lipatnya. Selain tahu petis, makanan lain seperti pisang goreng, resoles, lumpia, tahu bakso, tahu isi juga tersedia. Untuk mengikuti perkembangan zaman, pihaknya juga melengkapi layanan pesanan melalui aplikasi online. Nantinya, di bulan Ramadan, Liliek bakal buka lebih awal. Mulai pukul 15.00. (idf/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya