alexametrics

Dibuat dengan Cinta, Tahu Petis Bu Aning Dijual hingga Mancanegara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Aneka gorengan di Kota Lunpia Semarang, banyak dijajakan di pinggir jalan sejak sore hingga malam. Ada mendoan, bakwan, pisang goreng, dan tak lengkap tanpa tahu petis. Yang banyak dikenali masyarakat adalah Tahu Petis Bu Aning dan Tahu Petis Prasojo.

Tahu petis menjadi salah satu ciri khas kuliner Kota Semarang. Kuliner ini terbuat dari tahu goreng yang diolesi petis di dalamnya. Setiap tahu petis memiliki rasa dan keunikannya masing-masing tergantung pembuatnya.

Sipora Aning Prasetyowati adalah pemilik usaha Tahu Petis Bu Aning. Ia mendirikan usahanya berawal dari kesukaan suaminya dengan tahu petis. Hanya ingin masakan sang istri, sang suami pun merekomendasikan Aning untuk menjual tahu petis sendiri.

Tapi sebelum jualan, Aning melakukan uji coba agar percaya diri. Ia pun membuat tahu petis untuk teman-temannya. Ia ingin teman-temannya mencoba, me-review, mengkritik rasa tahu petis buatannya. Ternyata respon yang dia dapat sangat positif. Aning pun semakin semangat mendirikan usaha tahu petis ini. Sejak 2016, Aning memulai usahanya.

Baca juga:  Ingin Usaha Berkembang, Perbanyak Sedekah, Baca Salawat dan Ziarah
Thu Petis Bu Aning

Petis merupakan saus hitam kental yang dibuat dari sisa pengolahan udang. Tapi tahu petis milik Aning, memiliki cita rasa petis yang khas. Karena kekhasannya itu, sangat disukai konsumen. Hal ini karena Aning membuat petisnya sendiri. “Saya bikin petis sendiri. Saya bumbuin sendiri. Saya membuat petis dengan segenap cinta dan hidup saya,” tegas Aning.

Sebelum terkenal seperti sekarang, Aning hanya menjual tahu petis apabila mendapatkan pesanan. Kemasannya masih sederhana. Bungkusnya pun menggunakan kardus putih yang biasa dipakai untuk nasi kotak.

Namun sejak awal 2019, ia mulai memiliki keberanian membuka usaha tahu petisnya secara terbuka. Perlahan tapi pasti. Usaha tahu petisnya mulai berkembang. “Justru saat pandemi Covid-19 ini, pesanan jadi tambah banyak. Ini berkat Tuhan,” katanya penuh syukur.

Baca juga:  Dari 1.814 Pelaku Usaha, Baru 200 yang Sudah Kantongi TDUP

Kini ia bisa menjual tahu petisnya di lima lokasi di Kota Semarang. Kendati begitu, perempuan 44 tahun ini mengakui, usaha tahu petisnya terbilang masih kurang promosi. Meski sudah dapat dibeli langsung di daerah Deltas Mas, Peterongan, Hasanuddin, Tembalang, dan Tlogosari. Selain itu, ia juga menjual tahu petisnya secara online melalui media sosial Instagram dan e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.

Produk tahu petis miliknya mempunyai 2 varian, original dan crispy. Varian original menggunakan tahu putih dengan tekstur lembut. Sedangkan varian crispy, tekstur tahunya garing dan renyah. Pelanggan dapat membeli tahu petis dengan petis yang dipisah maupun dioleskan langsung.

Aning mengungkapkan, biasanya tahu petis original miliknya dikonsumsi oleh pelanggan usia 40 tahun ke atas. Sedangkan usia 40 tahun ke bawah lebih menyukai tahu petis crispy.

Produk tahu petis miliknya pernah dijual di berbagai negara di dunia seperti Belanda, Hongkong, Amerika, Malaysia, Australia, dan negara-negara lainnya. “Yang belum Afrika. Saya ingin sekali tahu petis saya bisa sampai Afrika,” harap Aning.

Baca juga:  Quattrick, Jateng Jadi Provinsi Terbaik TLHP Kemendagri

Aning menjual tahu petis siap konsumsi dalam kemasan. Tahu petis siap konsumsi biasanya bisa bertahan sampai dua hari. Sedangkan yang kemasan, tahu petisnya di-vacum. Biasanya bertahan 10 hari hingga satu bulan. “Konsumen saya pernah cerita, sudah 3 bulan beli, rasanya masih enak,” ungkapnya.

Harga tahu petis yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Selain tahu petis, Aning juga menjual petis buatannya dalam bentuk kemasan pounch dan botol 250 gr.

Bahkan, tahu petis buatan Aning sudah dikenal oleh kalangan artis ibukota seperti Uut Permatasari, Melaney Ricardo, dan Okky Lukman. (mg6/mg8/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya