alexametrics

Miliki Darah Sastra, Naura Fitria Kerap Juara Lomba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Di banding karya sastra lain, puisi sudah satu jiwa dengan Naura Fitria RH. Bahkan, sejak menduduki bangku sekolah dasar (SD), Naura -sapaan akrabnya- sudah menyukai puisi. Darah sastra ini sudah turun temurun dari abah dan kakaknya.

Di sela kegiatannya sebagai pelajar di SMP 9 Semarang, ia terus mengasah kemampuan membuat puisi. Namun, tugas sekolah menjadi yang utama. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. “Rata-rata saya membuat puisi saat ini, ketika ikut lomba. Karena sekarang sekolah daring dan banyak tugas yang harus diselesaikan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gadis 14 tahun ini sudah menorehkan banyak prestasi. Ada banyak tema yang ia buat. Mulai dari tema ibu, tanah air, hingga Covid-19. Banyak dari karyanya yang meraih juara satu. Di antaranya yaitu “Darah Membara”, “Lentera Pagi”, dan “Perahu di Tengah Badai”.

Baca juga:  Waspadai Lur, Marak Penjual Tanah Kavling Fiktif, Ini Modusnya

Naura membeberkan, ia pernah mengikuti lomba Cipta Baca Puisi di SMA Nasional Malang, di Padang Panjang, di Universitas Negeri Semarang (Unnes) tingkat Jateng, di PGRI Kota Semarang, dan lain-lain. “Alhamdulillah, meraih juara satu semua,” ujarnya bangga.

Pemilik cita-cita menjadi dosen bahasa Indonesia ini punya waktu khusus untuk mendapatkan inspirasi. Namun tak lepas dari mood atau suasana hati. Jika mood-nya sedang tidak bagus, bakal berantakan. Sementara, ketika akan mengikuti lomba ia akan menyetorkan puisi tersebut pada abahnya terlebih dahulu. Untuk dikoreksi. “Bagian mana yang harus diperhalus lagi, kemudian nanti saya betulkan,” terangnya.

Menurut Naura, untuk membuat puisi hidup, ia perlu menghayati serta harus memahami isi puisi. Ia biasanya mempelajari per kalimat supaya lebih terasa. Adapun tantangan membuat puisi adalah sulitnya mengontrol emosi, mengontrol mood supaya tetap stabil, dan harus peka dengan situasi atau lingkungan sekitar. Adapun tantangan ketika lomba di saat pandemi ini adalah di tingkat kreativitas. Sebab, dengan sistem daring dan menggunakan metode mengirim video, ia harus menggunakan latar tempat atau background yang menarik saat membaca puisi. (ifa/ida)

Baca juga:  Keliling Kampung untuk Hapus Rentenir

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya