alexametrics

PKM Longgar, Salon Anjing dan Kucing Kebanjiran Order

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Mempunyai hewan peliharaan sedang menjadi tren selama masa pandemi Covid-19. Bahkan, si pemilik rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk membawa hewan kesayangannya agar terlihat cantik dan bersih.

Keren. Anjing red toy poodle milik Adelya Felita yang nyaman di pangkuan sang pemilik. Adel –sapaan akrabnya Adelya Felita- sangat menyayangi hewan kesayangannya yang baru berumur satu tahun ini. Bahkan, dia menyematkan panggilan khusus dengan nama Anabul alias Anak Bulu.

Jenuh dengan rutinitas dan rasa bosan yang melanda selama pandemi Covid-19, bisa sirna seketika dengan polah tingkah Anabul yang lucu. Hewan kesayangannya ini, menemaninya di saat suka dan duka. Adel pun merawat Anabul penuh kasih sayang. Bahkan, selalu memperhatikan kenyamanan dan aksesori yang dikenakan.

Meski begitu, Adel bisa dibilang jarang memborong aksesori untuk Anabul. Tapi bukan berarti Adel membiarkannya kusut. Adel sangat mengutamakan kenyamanan Anabul, mulai baju, kasur dengan beragam model dan ukuran, hingga pernak-pernik lainnya. “Tetap aku perhatikan aksesorinya agar tetap kerenlah,” tuturnya.

Bagi Adel, yang dipertimbangkan untuk aksesori Anabul, jangan sampai mengganggu kebebasannya bergerak aktif dan lincah. Makanya, lebih mementingkan kebutuhan. Kalau anjingnya sedang sakit, Adel memasangkan aksesori collar. Kalau sedang di luar, Adel mengiasi Anabul dengan kalung. “Biar aku tahu dia jalan kemana, kan ada suaranya,” kata Adel.

Baca juga:  Prasasti Kutukan di Tengah Kebun

Baju juga Adel pasangkan. Terutama saat si anjing sedang dicukur botak, biar tidak kedinginan. “Kalau bulunya lebat, dikasih baju, pasti dia nggak nyaman. Jatuhnya malah kasihan,” ujar Adel kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kebutuhan Anabul paling wajib, kata Adel, adalah alat makan, mangkuk, sendok, kandang, kasur untuk tidur, alat mandi ada shampoo, sikat gigi, sisir dan parfum, sisanya yang paling utama yang untuk membersihkan kotoran harus selalu ada.

Adel juga lebih suka memenuhi kebutuhan Anabul dengan produk berkualitas.  “Kualitas material hingga jenis bahan dapat menentukan keawetan aksesoris,” tandasnya.

Untuk kisaran harga, untuk kalung/collar Rp 30 ribu, mainan Rp 20 ribu-Rp 30 ribu, selimut Rp 20 ribu, kasur Rp 100 ribu-Rp 600 ribu. “Kalau kasur, aku pilih bahan yang aman untuk bayi. Terutama yang untuk anjing ras kecil.”

Kalau mainan anjing, Adel memilih bahan dari karet yang awet dan tidak mudah pecah. Terpenting aman kalau digigit. Kalau kalung pilih bahan yang tahan air biar tidak lembab. “Kalau kalung tidak tahan air, bisa menyebabkan sakit jamur,” katanya.

Baca juga:  Sungai Blorong Mendesak Dinormalisasi

Adel juga memiliki trik agar anjing kesayangannya tetap modis. Adel kerap memotong rambut Anabul. Misal sehabis grooming (salon), buat sulap rambut supaya lucu. “Anabul suka diam, kalau dipakaikan aksesoris yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas dan lincah,” ucapnya.

Tak hanya Adel yang suka membawa hewan kesayangannya ke salon. Terbukti, saat pandemi Covid-19, Maria Risarianti, 30, pemilik Aldo Grooming Semarang, kebanjiran order.

“Pada awal pandemi memang berkurang pelanggannya, karena pembatasan aktivitas sosial. Namun memasuki akhir 2020 dan awal 2021, usaha salon anjing dan kucing kebanjiran order,” tuturnya.

Dari yang awal pandemi perharinya hanya 2 ekor anjing atau kucing, kini bisa mencapai 8 ekor. “Banyak pelanggan baru sekarang,” katanya.

Tidak hanya Kota Semarang, pelanggannya banyak dari Ungaran, Kabupaten Semarang. Usaha yang dimulai 2019 lalu ini, menerapkan sistem model jemput bola. “Kami keliling, pelanggan kami datangi di tiap rumah,” tuturnya.

Meningkatnya jumlah pelanggan juga dipengaruhi oleh pelonggaran kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Khususnya di Kota Semarang. “Iya memang semenjak ada pelonggaran masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Semarang, kami lebih banyak punya pelanggan,” ujarnya.

Baca juga:  Dikelola Pihak Ketiga, Juni 2020 Uji Coba

Padahal, model marketing yang ia lakukan hanya mengandalkan media sosial dan dari mulut ke mulut. Pelayanannya dibagi menjadi beberapa paket. Harga yang ia tawarkan juga bervariasi. Khusus untuk perawatan kucing, patokan harga mulai Rp 30 ribu. Sedangkan perawatan anjing dipatok mulai Rp 40 ribu sampai Rp 150 ribu. Untuk anjing, sebagian besar berukuran medium atau sedang. “Jika anjing besar harga lebih mahal,” katanya.

Fasilitas yang disediakan ada dua yakni mandi sehat yang meliputi mandi, sikat gigi, membersihkan telinga, gunting kuku, dan merapikan bulu. Fasilitas lainnya adalah mandi biasa. Untuk menyelesaikan pekerjaannya, ia tidak memakai bantuan karyawan. Semuanya dilakoni sendiri. “Sendiri, terkadang sama suami,” katanya.

Selain salon, ia juga menerima penitipan khusus anjing berukuran medium. Selama ini memang belum ada komplain dari pelanggan yang ia tangani. “Saya dan suami memang suka anjing dan kucing,” katanya. (mg2/mg4/ewb/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya